BACAMALANG.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang melaksanakan koordinasi mitigasi kerawanan Pilkada serentak 2024. Terdapat tiga kerawanan yang dinilai mencuat dibanding wilayah kota maupun kabupaten lain di Indonesia. Diantaranya kasus mantan napi, putusan MK, dan mantan Pj Wali Kota yang maju Pilkada.
Mantan Komisioner Ketua KPU Kota Malang, Alim Mustofa menjelaskan, Pilkada sejatinya adalah pertaruhan kepentingan dan perebutan kekuasaan secara sah. Maka tidak heran kalau kontestasi pilihan Kepala Daerah ini sangat berpotensi terjadinya rawan kericuhan.
Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi mitigasi kerawanan Pilkada serentak yang digelar KPU Kota Malang di Hotel Savana.
“Kota Malang sendiri memiliki tiga kerawanan yang mencuat dibanding wilayah kota maupun kabupaten lain di Indonesia,” ujar Alim.
Tiga kerawanan tersebut, yaitu pertama, munculnya mantan napi yang maju dalam Pilkada. Boleh tidaknya mantan napi menjadi calon Wali Kota masih menjadi perdebatan.
Kedua, yang dianggap berpotensi menjadi konflik ialah putusan MK mengenai ambang batas usia calon Kepala Daerah. Di mana dalam putusan MK terbaru secara final memutuskan batas usia minimal 30 tahun saat dilantik.
Ketiga, rawannya konflik Pilkada di Kota Malang lantaran mantan Pj Wali Kota berhasrat maju menjadi Wali Kota. Disinyalir saat menjabat, oknum ini banyak menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye terselubung.
Sementara Alie Mulyanto, Plt Kepala Bakesbangpol Kota Malang menerangkan, bahwa dinamika percaturan politik di Kota Malang ini sangat luar biasa. Dibanding daerah lain bakal calon Kepala Daerah sudah memproklamirkan diri setelah mendapat rekom. Sedangkan di kota ini, menggejala masih surat tugas bukan rekom partai yang turun.
Dalam rapat koordinasi mitigasi kerawanan Pilkada serentak yang digelar KPU Kota Malang ini, selain menghadirkan mantan Komisioner KPU Kota Malang 2009-2014, dan Plt Bakesbangpol Kota Malang, juga menghadirkan narasumber dari TNI Polri, serta mantan Bawaslu.
Pewarta : Rohim Alfarizi
Editor: Aan Imam Marzuki



















































