Menikmati Sore Bermandarin di Kayutangan Bersama Mahasiswa Peking University Tiongkok - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

KULWIS · 6 Feb 2025 11:33 WIB ·

Menikmati Sore Bermandarin di Kayutangan Bersama Mahasiswa Peking University Tiongkok


 Prof. Dr. Yong (Hardy) Xiang, Dekan Institute for Cultural Industries (tengah), usai berdiskusi dengan Pokdarwis Kampung Kayutangan Heritage Kota Malang, Rabu (5/2/2025). (ist) Perbesar

Prof. Dr. Yong (Hardy) Xiang, Dekan Institute for Cultural Industries (tengah), usai berdiskusi dengan Pokdarwis Kampung Kayutangan Heritage Kota Malang, Rabu (5/2/2025). (ist)

BACAMALANG.COM – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB-UB) menerima kunjungan akademik dari Peking University, Tiongkok. Rombongan terdiri dari 12 mahasiswa, yang dipimpin oleh Prof. Dr. Yong (Hardy) Xiang, Dekan Institute for Cultural Industries, selama sepekan di Malang, mulai Senin hingga Minggu (3-9/2/2025). Kunjungan tersebut berupa eksplorasi budaya, hingga observasi langsung ke berbagai kampung tematik di Malang Raya yang menjadi contoh nyata pengembangan industri kreatif berbasis budaya. Kampung Kajoetangan Heritage atau Kampung Heritage Kayutangan tentunya menjadi salah satu destinasi wajib, seperti tampak dalam kunjungan mereka, Rabu (5/2/2025).

Terjadi sebuah pemandangan menarik pada sore hari tersebut. Rombongan, yang didampingi Iink, salah satu warga setempat dan sejarawan FX Domini BB Hera tersebut, sempat bercengkerama dengan seorang Oma Peranakan Tionghoa. Mereka, para mahasiswa/mahasiswi pasca sarjana Fakultas Industri Budaya Universitas Peking di Beijing ini asyik terlibat percakapan dalam bahasa Mandarin, meski Oma tersebut masih menggunakan bahasa Mandarin lawas. Beberapa catatan menyebutkan bahwa Malang sejak dulu juga menjadi tujuan bagi warga Tionghoa, termasuk kawasan Kayutangan, yang sejak sejak masa kolonial berkembang menjadi pintu gerbang memasuki pusat kota.

Mahasiswi Peking University, Tiongkok saat bercengkerama dalam bahasa Mandarin dengan Oma , seorang warga Kayutangan Heritage Kota Malang (baju hijau), Rabu (5/2/2025). (ist)

Sejarawan FX Domini Hera menyampaikan, fenomena percakapan ini sebenarnya tidak terlalu mengherankan mengingat dari sejarahnya memang warga Tionghoa yang bermukim di kampung Kayutangan juga ikut berperan penting di negeri ini, selain warga pribumi dan Arab. “Menteri Urusan Peranakan Kedua RI, Siauw Giok Tjhan dikabarkan pernah tinggal di sini,” ungkapnya.

Sebagai informasi Siauw pernah menjadi Menteri Negara Urusan Peranakan dalam Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II, anggota BP KNIP, anggota DPR RIS, anggota DPRS (1950-1956). Sejarawan yang biasa disapa Sisco ini menambahkan, bahwa Menteri Urusan Peranakan Tionghoa Pertama ROI adalah Mr. Tan Po Gian, sementara yang Kedua, yakni Siauw Giok Tjhan ini sempat tinggal di Kayutangan pada masa revolusi. Siauw Giok Tjhan sendiri lahir di Kampung Kapasan Surabaya, suatu kawasan yang mayoritas penduduknya adalah warga keturunan Tionghoa.

“Dia terlibat dalam mobilisasi para pemuda Tionghoa dalam Revolusi Indonesia bersama Go Gien Tjwan, dimana kelak keduanya jadi pimpinan Baperki dan menginisiasi Universitas Res Publica, Angkatan Muda Tionghoa (AMT) saat Perang Kemerdekaan di Malang,” papar Sisco.
Dosen luar biasa di Universitas Ciputra ini menambahkan, bahwa Giok Tjhan sempat terlibat dalam Sidang BP KNIP 1947 yang legendaris tersebut.

Setelah menyempatkan menikmati minuman sore di salah satu rumah warga setempat yang sudah disulap menjadi warung kopi berkonsep vintage, Prof. Dr. Yong Xiang sangat antusias menggali informasi tentang Kampung Kayutangan dalam diskusi dengan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat yang diwakili Ketua Pokdarwis Kayutangan Mila Kurniawati bersama dua anggotanya. Cukup banyak dan detail yang ditanyakan Prof. Yong, mulai asal-usul sebutan kayutangan itu sendiri, bagaimana sistem kepariwisataan yang dijalankan, UMKM yang ada, hingga peran pemerintah daerah.

Sisco menilai kunjungan akademisi Peking University, Tiongkok ini penting dalam pertukaran budaya bagi FIB UB. “Peking University, Tiongkok ini adalah kampus tersohor, yang didirikan ayah dari Kaisar Pu Yi di penghujung abad XIX,” ucap Sisco.

Sebelummnya rombongan berkunjung ke Soendari Batik & Art, salah satu galeri yang mengembangkan industri kreatif batik khas Malang. Rombongan mahasiswa ini juga bertandang ke Kampung Budaya Polowijen (KBP). Mereka merasakan pengalaman budaya secara langsung, seperti belajar praktik cethik geni di tungku sekaligus mengenal pawon tradisional, sambil merasakan nikmatnya makanan khas tradisional Malang, serta mewarnai topeng Malangan sebagai bagian dari pengenalan karakter topeng khas Malang.

Para Mahasiswi Peking University, Tiongkok ikut menari bersama di Kampung Budaya Polowijen, Rabu (5/2/2025). (ist)

Penggagas Kampung Budaya Polowijen Ki Demang menyampaikan, bahwa budaya sesungguhnya dapat menjadi episentrum dari industri dan ekonomi kreatif.

“Sebuah seni pertunjukan itu pasti menggerakkan kuliner, fashion, foto videografi, desain grafis, kriya dan lainnya, sehingga kunjungan FIB UB membawa rombongan dari Peking University ke KBP ini menjadi momen penting, karena di KBP memang sedang merintis co-working space ekonomi kreatif,” tandas pria bernama asli Isa Wahyudi ini.

Pewarta : Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 163 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jatim Park 1 Hadirkan Mega Science Center dan Budaya, Satukan 1.640 Alat Peraga dan Artefak

4 November 2026 - 20:56 WIB

Perkuat Daya Tarik Wisata Kuliner, Atria Hotel Malang Siapkan Atria Bakery untuk Desember 2026

29 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Kopi Cuma Rp9.500! Rojo Roso Cafe Punya Pecel Rawon dan View Sunset yang Bikin Betah ‎

24 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Jelajahi Malang di Akhir Pekan, dari Festival Kreatif hingga Wisata Penuh Cerita

17 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Mikutopia Gratiskan Tiket Masuk Selama Tiga Hari

12 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Sejenak Berhenti dari Kesibukan, HARRIS Malang Hadirkan Wellness Studio

6 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Trending di KULWIS

©Hak Cipta Dilindungi !