BACAMALANG.COM – Dari pekerjaan di Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS3R) Sumedang Bersatu Kepanjen pada tahun 2010, Supriatna, seorang perajin kreatif, berhasil mengubah tumpukan ban bekas sepeda motor menjadi karya seni yang menakjubkan. Keahlian ini dimulai sebagai usaha untuk menghidupi keluarganya, khususnya saat ban bekas menumpuk pada tahun 2016.
“Saya mulai berpikir untuk menggunakan ban bekas sebagai media untuk membuat patung atau replika bentuk hewan,” ujar Supriatna. Upaya pertamanya membuat replika burung yang, meskipun tidak sempurna, berhasil. Dengan waktu, ia menyempurnakan karyanya hingga mampu menciptakan replika hewan besar seperti kalajengking raksasa, dinosaurus, dan kadal.
Berbagai jenis karet ban bekas sepeda motor dari berbagai merek dan ukuran menjadi bahan utama kreasinya. “Ban bekas merupakan media yang fleksibel, kuat, anti pecah, anti patah, dan tahan cuaca, sehingga cocok untuk desain outdoor,” jelasnya.
Proses kreasi dimulai dengan pembuatan rangka besi sesuai bentuk hewan yang diinginkan. Selanjutnya, ban bekas disortir, dipotong, dan dirangkai mengikuti rangka. Tantangan terbesar bagi Supriatna adalah menciptakan kesan hidup dan kekuatan konstruksi hewan raksasa.
Salah satu kisah lucu yang dialaminya adalah saat seseorang mengira replika tokek buatannya adalah tokek asli. Target pasar utama meliputi tempat wisata, peternakan, pecinta seni, serta instansi edukatif.
Supriatna mempromosikan karyanya melalui media sosial dan pameran, termasuk PWK Exhibition di ITN Malang pada 14 Juli 2022. Pameran tersebut menampilkan karya patung dari limbah ban dan dokumen perencanaan mahasiswa.
Supriatna berharap dapat mengembangkan usahanya lebih besar, meskipun diperlukan anggaran besar dan tenaga terampil. Ia menekankan pentingnya terus berkarya untuk mengatasi masalah lingkungan akibat ban bekas yang terbuang.
Bagi pembaca yang ingin mengenal lebih jauh dan belajar tentang pembuatan kerajinan ini, dapat mengunjungi halaman Facebook Nana Bintan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga




















































