Pasar Rakyat Naik Kelas, Wali Kota Malang Gaungkan Kulineran Modern untuk Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

KULWIS · 30 Mei 2025 18:26 WIB ·

Pasar Rakyat Naik Kelas, Wali Kota Malang Gaungkan Kulineran Modern untuk Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan


 Agenda kulineran di Pasar Oro-oro Dowo. (yog) Perbesar

Agenda kulineran di Pasar Oro-oro Dowo. (yog)

BACAMALANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus memacu transformasi pasar tradisional menjadi pusat ekonomi kreatif yang lebih inklusif dan kekinian. Tak hanya sebagai tempat belanja kebutuhan pokok, pasar rakyat kini disulap menjadi magnet baru wisata kuliner yang digandrungi lintas generasi, termasuk anak muda.

Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat mengunjungi Pasar Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Jumat (30/5/2025). Didampingi jajaran Forkopimda, Wahyu meninjau langsung geliat kuliner dan interaksi warga di pasar yang kini tampil lebih bersih, tertata, dan nyaman.

“Gaung pasar di Kota Malang sudah sampai ke mana-mana. Pengunjung datang untuk menikmati suasana pasar yang bersih dan kuliner yang beragam. Bahkan ada yang datang dari Surabaya dan Situbondo,” ujar Wahyu.

Menurutnya, revitalisasi pasar bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga transformasi citra dan fungsi sosial ekonomi. Pasar yang dulunya dianggap kumuh dan ketinggalan zaman kini menjadi ruang publik yang inklusif dan atraktif.

“Dulu pasar hanya dikunjungi ibu-ibu. Sekarang anak-anak muda pun menjadikan pasar tempat nongkrong sambil mencicipi kuliner UMKM. Ini bukti bahwa pasar rakyat bisa naik kelas,” tambahnya.

Pasar Oro-Oro Dowo dan Pasar Klojen menjadi dua contoh sukses transformasi ini. Keduanya kini menjadi pasar percontohan tingkat nasional karena mampu menyatukan fungsi perdagangan dengan ruang kreatif dan gaya hidup masyarakat urban.

Wahyu juga menegaskan, meski mengusung konsep modern, fungsi utama pasar sebagai tempat penjualan bahan pokok tetap dipertahankan. Inovasi dilakukan dengan menambahkan zona kuliner, fasilitas umum yang representatif, serta penataan visual yang menarik.

Ke depan, Pemkot Malang berencana memperluas konsep ini ke pasar-pasar lainnya, termasuk Pasar Bareng yang dinilai strategis dan berpotensi besar dikembangkan sebagai pasar modern berikutnya.

“Kami minta Diskopindag segera memetakan pasar-pasar tradisional yang siap ditingkatkan. Harapannya, pasar dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang tangguh, sehat, dan kompetitif,” jelas Wahyu.

Transformasi ini juga sekaligus membantah stigma lama tentang pasar sebagai tempat yang kotor dan tidak nyaman. Dengan sentuhan kreativitas dan keberpihakan pada pelaku UMKM, pasar rakyat kini kembali hidup dan relevan di tengah kota. (adv)

Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 110 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jatim Park 1 Hadirkan Mega Science Center dan Budaya, Satukan 1.640 Alat Peraga dan Artefak

4 November 2026 - 20:56 WIB

Perkuat Daya Tarik Wisata Kuliner, Atria Hotel Malang Siapkan Atria Bakery untuk Desember 2026

29 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Kopi Cuma Rp9.500! Rojo Roso Cafe Punya Pecel Rawon dan View Sunset yang Bikin Betah ‎

24 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Jelajahi Malang di Akhir Pekan, dari Festival Kreatif hingga Wisata Penuh Cerita

17 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Mikutopia Gratiskan Tiket Masuk Selama Tiga Hari

12 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Sejenak Berhenti dari Kesibukan, HARRIS Malang Hadirkan Wellness Studio

6 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Trending di KULWIS

©Hak Cipta Dilindungi !