Santerra de Laponte Diduga Ilegal, DPRD Desak Pemkab Malang Lakukan Penyegelan - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

KULWIS · 3 Jun 2025 14:25 WIB ·

Santerra de Laponte Diduga Ilegal, DPRD Desak Pemkab Malang Lakukan Penyegelan


 Exco PSSI Kabupaten Malang, Zulham A. Mubarok. (ist) Perbesar

Exco PSSI Kabupaten Malang, Zulham A. Mubarok. (ist)

BACAMALANG.COM — Tempat wisata populer Florawisata Santerra de Laponte yang kerap viral di media sosial karena keindahan bunga dan desain arsitekturnya, kini tengah disorot tajam oleh DPRD Kabupaten Malang. Dugaan pelanggaran perizinan dan pajak mencuat, hingga muncul desakan agar tempat wisata yang berlokasi di jalur utama Kota Batu–Pujon itu segera disegel oleh Pemkab Malang.

Anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok, menyebut Santerra telah beroperasi selama enam tahun tanpa mengantongi izin usaha resmi. Bahkan, menurut surat dari Dirjen Pajak tertanggal 14 Mei 2025, tempat wisata ini belum memiliki badan hukum seperti PT atau koperasi, tidak punya NPWP, dan belum pernah menyetor pajak ke negara.

“Sudah berulang kali dinas memperingatkan, tapi pengelola tak menggubris. Kalau begini terus, saya minta Pemkab segel saja,” tegas Zulham, yang juga Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan.

Zulham juga menyinggung soal ketidaksesuaian antara izin bangunan dan luas pengembangan lahan. IMB tahun 2019 hanya mengizinkan bangunan seluas 400 meter persegi. Namun, berdasarkan dokumen PKKPR terbaru, wisata itu telah dikembangkan hingga 3,6 hektare, dan atas nama pribadi, bukan perusahaan.

“Kalau ini ada alih fungsi lahan pertanian, aparat penegak hukum wajib turun tangan. Jangan sampai aturan hanya tajam ke rakyat kecil tapi tumpul ke pengusaha,” ujarnya.

Tak hanya perizinan bangunan dan pajak, Santerra juga disorot karena tak memiliki Amdal Lalin (analisis dampak lalu lintas). Hal ini dinilai sebagai pemicu utama kemacetan parah di kawasan wisata yang berlokasi di jalur berisiko tinggi tersebut.

Anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Malang, Muhammad Ukasyah Ali Murtadlo, mengkritik keras ketiadaan kajian lalu lintas di kawasan Santerra.

“Jalur itu curam dan berkelok. Saat libur panjang, antrian ke Santerra bisa bikin lumpuh total. Ini harus disikapi serius, bukan didiamkan,” tegas politisi dari Fraksi Gerindra itu.

Ukasyah bahkan mengungkap adanya praktik jual nama pejabat dan ormas oleh oknum pengusaha sebagai “beking”. Ia meminta Pemkab tidak ragu menegakkan aturan.

“Kalau semua bisa buka usaha tanpa izin lalu pakai premanisme, negara ini jadi apa? Presiden Prabowo sudah jelas: praktik begini harus diberantas,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, DPRD mendorong Dishub dan Satpol PP Kabupaten Malang untuk menertibkan Santerra de Laponte, termasuk opsi penyegelan permanen jika ditemukan pelanggaran berat.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 475 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jatim Park 1 Hadirkan Mega Science Center dan Budaya, Satukan 1.640 Alat Peraga dan Artefak

4 November 2026 - 20:56 WIB

Perkuat Daya Tarik Wisata Kuliner, Atria Hotel Malang Siapkan Atria Bakery untuk Desember 2026

29 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Kopi Cuma Rp9.500! Rojo Roso Cafe Punya Pecel Rawon dan View Sunset yang Bikin Betah ‎

24 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Jelajahi Malang di Akhir Pekan, dari Festival Kreatif hingga Wisata Penuh Cerita

17 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Mikutopia Gratiskan Tiket Masuk Selama Tiga Hari

12 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Sejenak Berhenti dari Kesibukan, HARRIS Malang Hadirkan Wellness Studio

6 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Trending di KULWIS

©Hak Cipta Dilindungi !