Bangkitkan Usaha Mikro, Pendopo Kembang Kopi Rangkul Perbankan - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 2 Sep 2020 14:48 WIB ·

Bangkitkan Usaha Mikro, Pendopo Kembang Kopi Rangkul Perbankan


 Bangkitkan Usaha Mikro, Pendopo Kembang Kopi Rangkul Perbankan Perbesar

BACAMALANG.COM – Guna membangkitkan usaha mikro, Pendopo Kembang Kopi Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, merangkul perbankan baru-baru ini.

“Kami melihat masih banyak pelaku usaha kecil-mikro yang bingung mensolusikan problem pengembangan usaha akibat keterbatasan modal serta keterbatasan pemahaman tentang kredit perbankan. Makanya kami merangkul perbankan,” tandas Owner Pendopo Kembang Kopi Pietra Widiadi.

Sekilas info, Bank BNI 46 Kantor UB bekerja sama dengan dial-foundation, yang dikenal dengan Pendopo Kembangkopi melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Desa Sumbersuko dan usaha kecil-mikro, jaringan dari Pendopo Kembang Kopi.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin mingguan, yang disebut dengan Ngopi Bareng Minggu Pagi yang diselenggarapak oleh Pendopo Kembang Kopi.

Agus Sugiarto, atau biasa disebut dengan Mas Sugie perwakilan Pendopo Kembangkopi menjelaskan bahwa banyak pelaku usaha kecil-mikro yang belum benar-benar paham tentang informasi tentang kredit usaha.

Program utama Pemerintah, yaitu KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang disalurkan melalui bank-bank BUMN, atau yang sering dikenal dengan HIMBARA, himpunan bank-bank milik Negara dengan bunga yang sangat ringan, yaitu 6% satu tahun.

Umumnya masyarakat baru akan mencari informasi, tat kala mereka membutuhkan dukungan permodalan untuk pengembangan usaha mereka.

Namun kalau tidak membutuhkannya mereka pasif dan cenderung tidak paham tentang program bantuan ini.

“Untuk itu mendekatan informasi sangat relevan dilakukan, ” tutur Agus.

Pada kesempatan yang sama Adi Wijaya, perwakilan menuturkan, BNI 46
mengungkapkan adanya kesempatan emas bagi pelaku usaha kecil-mikro, teritama di pedesaan.

Bagi BNI, wilayah Wagir adalah wilayah yang potensi untuk menyerap KUR karena mata pencaharian pertanian/perkebuanan dan usaha kecil, termasuk ternak berkembang cukup pesat.

Jadi dalam hal ini, BNI memberikan layanan yang sangat ramah bagi warga masyarakat di kawasan Gunung Kawi.

Sektor perkebunan cukup berkembang dan menjadi titik tumpu bagi mata pencaharian sehari-hari.

Bahwa usaha kecil sektor ini cukup berkembang pesat. Kerjasama dengan BNI dengan dial-foundatioan merupakan kerja strategis.

Apa lagi dalam hal ini, Pendopo Kembang Kopi yang dikembangkan menjadi BDS (Business Development Services) diharapkan dapat membantu dan menjadi perpanjangtanganan penguatan usaha non pembiayaan bagi usaha kecil di Kawasan Gunung Kawi sisi Timur dapat berfungsi secara efisien dan efektif.

Kelanjutan dari pertemuan Ngopi Bareng Minggu Pagi pada tanggal 30 Agustus 2020, akan dilanjutkan dengan membuka kegiatan Bank BNI UB, secara rutin tiap hari Rabu di Warung Pendopo Kembangkopi.

Mendekatkan pada warga supaya mudah diakses dan warga dengan murah bisa mendapatkan pelayanan informasi dan kredit.

Selain itu, pada saat ini sedang diproses KUR dari hasil pertemuan minggu pagi untuk usaha kecil pertanian kopi dan warung.

Kesempatan juga bisa diraih oleh usaha kecil pracangan atau usaha kecil gerobak dagangan untuk warga masyarakat.

Dengan demikian, diharapkan jalinan kerja sama antar pihak antara dial dan lembaga pelayanan warga masyarakat terus ditingkatkan. Kali ini bergandeng tangan dengan BNI 46.

Turut hadir dalam Ngobar Minggu pagi adalah jaringan usaha kecil pertanian dan tanaman bunga Desa Sumbersuko, jaringan usaha kecil makanan di Malang, Sidoarjo dan Surabaya.

Serta Jaringan warung atau café kopi kecil di Malang. Berharap kegiatan semacam ini terus berkembang dan bisa mendukung pemerintah memberikan layanan yang prima bagi warga masyarakat yang membutuhkan.

“Seperti halnya kredit yang prima bagi warga masyarakat yang membutuhkan. Seperti halnya kredit mikro bagi warga dengan pinjaman sampai dengan 50 juta tanpa jaminan,” pungkas Adi. (had/red)

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Roadshow Film Komedi Horor Piye To Kih? Singgah di Malang, Antusiasme Penonton Warnai Meet and Greet

5 November 2026 - 07:48 WIB

Musisi Malang Mary Jona Bawa Aspirasi Ekonomi Kreatif Daerah ke Forum Dunia WCCE 2026

3 November 2026 - 17:45 WIB

Rayakan Anniversary, Jo Andi Persembahkan Lagu Cinta I’m Happy With You sebagai Kado Istimewa

2 November 2026 - 14:35 WIB

Sri Untari Ajak Gaungkan Kembali Indonesia Raya Tiga Stanza, Bukan Sekadar Lagu tetapi Doa untuk Bangsa

2 November 2026 - 12:25 WIB

Singo Play-On Jadi Panggung Bibit Muda Sepak Bola, Kapolresta Malang Kota Beri Dukungan

1 November 2026 - 22:59 WIB

PS Namoy Satukan Mini Soccer dan Hardcore Punk, Galang Donasi untuk Anak Penyintas Kanker

1 November 2026 - 22:04 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !