Tukang Tambal Ban Online Asal Batu Ini Jadi Inspirasi: “Buka Sak Tangine, Tutup Sak Kesele” - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 11 Nov 2025 11:40 WIB ·

Tukang Tambal Ban Online Asal Batu Ini Jadi Inspirasi: “Buka Sak Tangine, Tutup Sak Kesele”


 Sugianto, saat tengah melayani pelanggan dengan menambal ban sepeda motor yang bocor. (Yan) Perbesar

Sugianto, saat tengah melayani pelanggan dengan menambal ban sepeda motor yang bocor. (Yan)

BACAMALANG.COM – Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh Sugianto alias Zaki, warga RT 1 RW 1 Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu. Sejak tahun 2021, ia menekuni profesi unik sebagai tukang tambal ban keliling (online) dan menjadi inspirasi banyak orang.

Dengan hanya bermodalkan sepeda motor Happy keluaran 2008, Zaki setiap hari berkeliling melayani pelanggan di wilayah Kota Batu hingga se-Malang Raya. Ia tak sekadar menunggu, tetapi menjemput bola dengan memanfaatkan teknologi komunikasi. Nomor WhatsApp pribadinya (087759267084) menjadi sarana utama pelanggan untuk memanggil jasanya kapan saja dibutuhkan.

“Awalnya tahun 2021, saat pandemi COVID-19 melanda. Dengan modal sekitar Rp1.500, saya beli peralatan sederhana seperti kunci, pompa manual, kompor kecil, tambalan tip-top, dan kotak box. Dari situ saya mulai keliling,” tutur Zaki kepada wartawan, Selasa (11/11/2025).

Sejak itu, pelanggannya terus bertambah. Ia menetapkan tarif Rp20.000 untuk wilayah Batu dan Rp35.000 untuk wilayah Malang, tergantung jarak tempuh. Meski sering harus melayani pelanggan hingga jarak 15 kilometer bahkan saat hujan atau malam hari, Zaki tetap bersemangat.

“Saya tidak pernah mengeluh. Menolong orang itu kebaikan, rezeki akan datang kalau kita terus berusaha dan berdoa,” ujarnya dengan senyum.

Yang menarik, Zaki memiliki motto kerja yang khas dan penuh makna:

“Buka sak tangine, tutup sak kesele.”
Artinya, buka layanan selama masih ada tenaga, tutup hanya ketika benar-benar lelah.

Baginya, pekerjaan bukan sekadar mencari uang, tapi juga tentang memberi manfaat bagi sesama. Ia berharap keberadaannya bisa membantu banyak orang yang mengalami kendala di jalan.

“Semoga usaha ini bisa terus berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat, baik di Kota Batu maupun Kota Malang,” tutupnya.

Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 2,949 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

HLN 2026 di Malang, Sri Untari Tegaskan Komitmen Wujudkan Lansia Jatim Sehat, Mandiri, dan Produktif

30 Mei 2026 - 15:27 WIB

Makan Malam Bareng, UIBU Rawat Toleransi dalam Idul Adha

29 Mei 2026 - 20:55 WIB

Disdik Jatim Sambut Positif Peran JMSI Jatim dalam Penguatan Sektor Pendidikan

29 Mei 2026 - 06:49 WIB

Kurban Presiden Pakai Dana APBN Viral, Akademisi IAI Sunan Kalijogo Malang Ruwiyanto: “Ibadah Jangan Dibebankan kepada Pajak Rakyat”

28 Mei 2026 - 08:37 WIB

UMM Terapkan Kurban Go Green, Ribuan Paket Daging Dibagikan dengan Besek hingga Didistribusikan ke Luar Jawa

27 Mei 2026 - 16:52 WIB

Gempa M 5,1 Guncang Tenggara Jember, Getaran Terasa hingga Malang

26 Mei 2026 - 16:47 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !