Taat Hukum, Gus Idris Siap Kooperatif Jika Ada Panggilan Polisi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 13 Feb 2026 23:20 WIB ·

Taat Hukum, Gus Idris Siap Kooperatif Jika Ada Panggilan Polisi


 Gus Idris saat ditemui di GIO Coffe Pakisaji belum lama ini. (ist) Perbesar

Gus Idris saat ditemui di GIO Coffe Pakisaji belum lama ini. (ist)

BACAMALANG.COM – Konten kreator sekaligus pendakwah, Muhammad Idris Al-Marbawy alias Gus Idris, memberikan klarifikasi terkait isu dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang belakangan beredar di media sosial dan disebut telah dilaporkan ke kepolisian.

Kasus ini mencuat setelah salah seorang talent perempuan mengaku menjadi korban dan membagikan pengalamannya melalui media sosial hingga viral. Dalam unggahannya, korban mengingatkan para talent, khususnya perempuan, agar berhati-hati terhadap tawaran syuting yang berujung pada dugaan tindakan asusila.

Gus Idris mengatakan hingga saat ini dirinya belum menerima surat panggilan atau undangan klarifikasi dari pihak kepolisian. Ia juga menanyakan kepada kuasa hukumnya untuk mengetahui kepastian terkait dengan pemanggilan kepolisian terhadapnya.

“Sejauh ini belum ada. Undangan buat kita belum masuk. Tadi saya tanyakan ke kuasa hukum saya juga belum ada,” ujar Gus Idris, Jumat (13/2/2026).

Sebagai warga negara yang taat hukum, Gus Idris menyatakan akan bersikap kooperatif apabila memang ada proses hukum yang berjalan. Namun, hingga saat ini dalam platform media sosial itu tidak dijelaskan siapa ”Gus” yang dimaksud dalam unggahan tersebut.

“Kalaupun ada yang melaporkan atas nama saya, ya kita ikuti proses hukum. Insya Allah kita kooperatif,” tambahnya.

Gus Idris juga menyayangkan isu yang beredar karena dinilai berdampak pada aktivitas dakwahnya sebagai tokoh agama. Terlebih, isu seperti ini dinilai sangat sensitif dan mempengaruhi kegiatan keagamaan yang dilakukan olehnya.

“Dengan isu yang beredar ini otomatis sangat merugikan kami. Apalagi kami ini aktivitasnya dakwah,” bebernya.

Terkait pemberhentian salah satu staf di lingkungan manajemennya, Gus Idris menyebut hal itu merupakan persoalan internal yang tidak berkaitan langsung dengan isu yang berkembang di publik.

“Ada konflik intern di manajemen. Tidak koordinasi dengan kami selaku owner, akhirnya terjadi miskomunikasi. Yang bersangkutan sudah kami nonaktifkan,” jelasnya.

Ia menduga persoalan internal tersebut kemungkinan memicu polemik yang saat ini berkembang, meski ia menjelaskan hal tersebut masih sebatas praduga.

“Ya sementara praduga saya ke situ. Tapi kita tidak tahu lagi. Mungkin ada kecewa atau sakit hati,” ujarnya.

Kuasa hukum Gus Idris, Guntur Abdi Putra Wijaya menambahkan, hingga kini pihaknya juga belum menerima pemberitahuan resmi dari kepolisian terkait laporan yang beredar di publik.

“Sampai saat ini kami belum menerima surat undangan dari kepolisian untuk klarifikasi atau apa pun. Namun jika memang ada proses hukum, kami akan mengikuti,” katanya.

Ia juga menyebut isu awal yang beredar di media sosial tidak secara eksplisit menyebutkan nama kliennya, namun belakangan muncul sejumlah unggahan yang secara langsung mengaitkan dengan nama Gus Idris.

“Nanti langkah hukum apa yang akan diambil, akan kami bahas bersama tim,” tambahnya.

Di luar persoalan tersebut, Gus Idris merupakan seorang ulama yang di kenal sebagai sosok ulama muda dan banyak memiliki jamaah. Gus Idris juga memiliki Majlis Ta’lim Sholawat dan Dzikir Thoriqul Jannah.

Tiap pekan, ada rutinan yang dilaksanakan majelis. Jemaah yang hadir jumlahnya bisa mencapai ribuan orang.

Selain itu, selama ini Gus Idris pun banyak berdakwah dengan memanfaatkan platform digital, utamanya YouTube. Dia memiliki lebih dari 2,5 juta subscriber.

Tak berhenti di situ, Gus Idris dikenal sebagai ulama yang merangkap entrepreneur. Pria asal Desa Babadan Kecamatan Ngajum ini memiliki kafe, yaitu GIO Coffe, serta di bidang kuliner ada Nasi Tempong GIO.

Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

AKP Totok Haryanto Salurkan Hewan Kurban untuk Wartawan, Perkuat Sinergi Polri dan Media

30 Mei 2026 - 19:35 WIB

Pemkot Batu Serahkan Penanganan Dugaan Korupsi Pasar Among Tani ke Kejari, Sebut Jadi Momentum Evaluasi Besar

30 Mei 2026 - 15:20 WIB

Polres Batu Siaga Long Weekend, Patroli Ditingkatkan dan Call Center 110 Disosialisasikan ke Wisatawan

30 Mei 2026 - 13:46 WIB

Gerindra Ngotot Pembangunan Alun-Alun Harus Dikaji Ulang, PDIP: Jangan Sampai DPRD Berubah Jadi Dinas Tata Ruang

30 Mei 2026 - 11:59 WIB

Pelajar SMA/SMK Se-Kota Malang Belajar Hukum Langsung di Kejari, Kenali Tugas Jaksa hingga Bahaya Cyberbullying

30 Mei 2026 - 11:58 WIB

Dua Remaja Tewas dalam Tabrakan Adu Banteng di Poncokusumo

30 Mei 2026 - 09:36 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !