BACAMALANG.COM – Insiden keracunan makanan menimpa sembilan siswa MI Al Maarif 9, Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, setelah mengonsumsi Makanan Bergizi (MBG) yang disediakan oleh SPPG Randuagung 3 Yayasan Sumber Pangan Nuswantoro Lancar.
Para siswa mengalami gejala mual, muntah, sakit perut, dan pusing tak lama setelah menyantap menu MBG. Satu siswa harus menjalani rawat inap, sementara delapan lainnya menjalani rawat jalan dan telah dipulangkan.
Kepala SPPG Yayasan Sumber Pangan Nuswantoro Lancar menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung ke sekolah dan fasilitas kesehatan. “Kami sudah melakukan pengecekan kondisi siswa yang terdampak serta memberikan kompensasi biaya pengobatan kepada para korban,” ujarnya.
Anggota DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi PDI Perjuangan, Zulham Ahmad Mubarok, membenarkan total korban mencapai sembilan siswa. Ia menjelaskan, enam siswa dipulangkan pada 11 Februari, disusul dua siswa pada 12 Februari karena kondisi membaik.
“Satu siswa atas nama M Hafidz Maulana Zafran sempat dirawat di puskesmas lalu dirujuk ke RS Muslimat karena suhu tubuh meningkat dan keluhan tidak membaik,” jelas Zulham.
Dengan demikian, hingga saat ini satu siswa masih menjalani perawatan lanjutan di RS Muslimat, sedangkan delapan siswa lainnya sudah diperbolehkan pulang.
Berdasarkan data yang dihimpun, menu MBG hari itu terdiri dari nasi putih, tempe sambal ijo, ayam kungpao, tumis baby buncis tauco, serta buah naga. Dari keterangan siswa, terdapat perubahan rasa dan bau pada tempe sambal ijo serta tumis baby buncis tauco. “Dua menu itu yang diduga menjadi penyebab keracunan,” ungkap Zulham.
Dari hasil analisa di lapangan, diketahui pihak sekolah sebelumnya meminta agar MBG dikirim pukul 06.45 WIB untuk sarapan pagi. Namun dalam pelaksanaannya, makanan baru dibagikan sekitar pukul 08.45 WIB. Selisih waktu tersebut diduga menjadi celah terpaparnya makanan oleh bakteri sebelum dikonsumsi.
Terkait insiden ini, pihak SPPG selaku penyedia MBG telah mengambil sejumlah langkah, mulai dari kunjungan langsung ke puskesmas dan rumah sakit, memberikan kompensasi biaya pengobatan, hingga berkoordinasi dengan Korwil SPPG Kecamatan Singosari untuk mencegah kejadian serupa.
Zulham menegaskan agar peristiwa ini tidak ditutup-tutupi dan menjadi bahan evaluasi menyeluruh. “Ini menyangkut kesehatan anak-anak. Harus transparan dan dievaluasi total, mulai dari proses produksi, distribusi, hingga pengawasan mutu. Program baik jangan sampai tercoreng karena kelalaian teknis,” tegasnya.
Daftar siswa terdampak keracunan:
1. Zulfa Ulin Nuha (rawat jalan)
2. Alea Savana Biha (rawat jalan)
3. Earlyta Arsyfa Salsabila (rawat jalan)
4. M Hafidz Maulana Zafran (rawat inap)
5. Ahmad Ajjaj Badruszaman (rawat jalan)
6. Tyto Alkalifi (rawat jalan)
7. Rahmad Tegar Rifa’i (rawat jalan)
8. Zulfa Ulin Nuha (rawat jalan)
9. Alea Savana Biha (rawat jalan)
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































