BACAMALANG.COM – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batu menggelar audiensi bersama BPJS Ketenagakerjaan Kota Batu dan manajemen Mikutopia di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Senin (13/4/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah aspek ketenagakerjaan, mulai dari perlindungan tenaga kerja melalui jaminan sosial hingga kontribusi perusahaan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batu.
Kepala Disnaker Kota Batu, MD Forkan, mengungkapkan bahwa Mikutopia saat ini mempekerjakan total 203 karyawan. Mayoritas tenaga kerja berasal dari warga sekitar.
“Sekitar 95 persen atau 192 karyawan merupakan warga Desa Tulungrejo,” ujarnya kepada awak media.
Forkan menjelaskan, pihak manajemen melalui bagian HRD telah berkomitmen untuk mendaftarkan seluruh karyawan dalam program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan kerja.
Selain itu, Disnaker juga mendorong perusahaan segera menyusun peraturan perusahaan yang mengatur secara jelas hubungan kerja, termasuk hak dan kewajiban antara karyawan dan manajemen.
“Kami meminta agar peraturan perusahaan segera diterbitkan sebagai dasar hubungan kerja yang jelas,” tambahnya.
Terkait pengupahan, Forkan menyebut penerapan Upah Minimum Kota (UMK) masih dilakukan secara bertahap. Hal ini mempertimbangkan kondisi Mikutopia yang masih dalam tahap uji coba operasional.
“Karena masih dalam tahap merintis, penerapan UMK dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
Di sisi lain, Disnaker Kota Batu memberikan apresiasi terhadap kepatuhan Mikutopia dalam membayar pajak daerah. Tercatat, perusahaan tersebut telah menyetorkan pajak hiburan sebesar Rp 352 juta untuk periode 21 hingga 31 Maret 2026.
“Ini menunjukkan komitmen yang baik dari manajemen dalam mendukung PAD Kota Batu,” tegas Forkan.
Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Batu, Nurochman. Disnaker juga mengimbau pengelola agar tidak memberikan akses gratis wahana pada periode kunjungan tinggi seperti akhir pekan dan musim liburan.
“Hal itu penting untuk menjaga optimalisasi pendapatan daerah,” pungkasnya.
Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































