BACAMALANG.COM – Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, turun langsung melakukan inspeksi dan evaluasi menyeluruh di kantor Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas), Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Sukun, Jumat (24/4/2026).
Dalam kunjungannya, Ali menyoroti adanya perbaikan kinerja sejak perusahaan daerah tersebut dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama, Slamet Husnain Hariyadi. Meski demikian, ia menegaskan masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang harus segera dibenahi. “Tren kinerja mulai menunjukkan peningkatan. Artinya ada upaya perbaikan, meskipun hasilnya belum maksimal,” ujar Ali.
Ia meninjau langsung seluruh lini usaha, mulai dari Rumah Potong Hewan (RPH) hingga fasilitas cold storage yang dikelola bersama mitra. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memetakan potensi sekaligus mengidentifikasi hambatan operasional. “Kami melihat langsung seluruh unit usaha, dari RPH hingga kerja sama eksternal. Ini penting untuk memastikan semua berjalan optimal sekaligus mengetahui kendala di lapangan,” katanya.
Namun di balik peningkatan tersebut, Ali mengungkap persoalan krusial yang selama ini belum tertangani, terutama pada aspek tata kelola dan struktur organisasi. Salah satu temuan utama adalah kosongnya jabatan Direksi Keuangan yang terjadi sejak sekitar tahun 2020. “Kekosongan Direksi Keuangan ini masalah serius. Dampaknya sangat besar terhadap pengelolaan dan kontrol keuangan perusahaan,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan lemahnya perencanaan, pengawasan keuangan yang tidak optimal, hingga terhambatnya pengembangan usaha. Padahal, berbagai rekomendasi perbaikan, termasuk dari kalangan akademisi Universitas Brawijaya, telah lama disampaikan. “Rekomendasi sudah ada, tetapi implementasinya tidak maksimal karena struktur internal yang lemah. Ini yang akan kita benahi secara menyeluruh,” imbuhnya.
Di sisi lain, Ali mengungkap capaian kinerja Perumda Tunas justru mengalami lonjakan signifikan. Pada 2025, omzet perusahaan berada di kisaran Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar per tahun. Sementara pada 2026, angka tersebut meningkat tajam mendekati Rp10 miliar per tahun.
Bahkan, realisasi awal tahun telah melampaui target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). “Target RKAP sebelumnya tidak sampai Rp100 juta, sementara realisasi sudah mencapai Rp388 juta. Ini menunjukkan target yang disusun sebelumnya tidak rasional,” ujarnya.
Ke depan, Pemkot Malang akan menyusun RKAP yang lebih realistis dan berbasis pada potensi riil perusahaan. Langkah pembenahan juga akan difokuskan pada penguatan struktur organisasi, termasuk pengisian jabatan direksi yang kosong, serta perbaikan sistem manajemen dan fasilitas operasional. “Kita benahi dari struktur terlebih dahulu. Setelah itu, baru kita dorong peningkatan bisnis secara bertahap. Ini juga bagian dari tindak lanjut masukan DPRD,” jelas Ali.
Ia juga menyinggung pengunduran diri Direktur Utama sebelumnya, Dodot Tri Widodo, per 29 Oktober 2025. Sejak awal November 2025, posisi tersebut diisi oleh Slamet Husnain Hariyadi sebagai Plt.
Ali menegaskan, pengunduran diri tidak menghapus tanggung jawab atas pekerjaan yang belum diselesaikan. “Silakan mundur, tetapi tanggung jawab yang belum selesai tetap harus dituntaskan sesuai rencana,” tegasnya.
Menurut Ali, seluruh langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Malang dalam merespons masukan dan kritik DPRD terhadap kinerja BUMD. “Ke depan, kami ingin Perumda Tunas menjadi perusahaan daerah yang sehat, profesional, dan benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” pungkasnya.
Pewarta/Editor: Hadi Triswanto




















































