BACAMALANG.COM – Di tengah kesibukan kuliah, sejumlah mahasiswa di Kabupaten Malang memilih memanfaatkan waktu luang dengan cara yang produktif. Salah satunya adalah Fauzan bersama rekan-rekannya yang membuka usaha penjualan durian lokal unggulan untuk menambah penghasilan sekaligus belajar dunia bisnis secara langsung.
Mahasiswa dari salah satu kampus di Gondanglegi itu mengaku merintis usaha secara patungan bersama teman-temannya. Mereka bahkan rela menempuh perjalanan ke Kabupaten Lumajang untuk mendapatkan durian berkualitas langsung dari sentra produksinya.
Tak jarang, Fauzan berangkat menggunakan sepeda motor yang dilengkapi obrok untuk mengangkut durian. Namun jika membeli dalam jumlah besar, mereka memilih menggunakan mobil pikap agar memperoleh harga lebih terjangkau dari petani.
Durian yang dijual berasal dari wilayah Ngerawan, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu penghasil durian lokal unggulan dengan cita rasa khas perpaduan manis, legit, gurih, serta sedikit sensasi pahit (bittersweet). Teksturnya yang lembut menyerupai mentega membuat buah ini banyak diburu para pecinta durian.
“Modal kami terbatas karena hasil patungan bersama teman-teman. Semoga usaha kecil ini bisa menjadi contoh bagi generasi muda untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang produktif dan bermanfaat,” ujar Fauzan kepada Bacamalang, Sabtu (20/6/2026).
Untuk menarik minat pembeli, mereka menata berbagai jenis durian di atas meja besar yang dijadikan lapak jualan. Sebuah banner kecil berisi nama usaha juga dipasang sebagai identitas sekaligus daya tarik bagi masyarakat yang melintas.
Kawasan Kepanjen dipilih sebagai pusat penjualan karena dinilai strategis dan mudah dijangkau konsumen. Dalam menjalankan usaha tersebut, Fauzan dibantu beberapa rekannya. Pembeli mayoritas berasal dari wilayah sekitar Kepanjen, meski tidak sedikit teman-teman mereka yang turut membeli sebagai bentuk dukungan.
Selain penjualan langsung di lapak, Fauzan juga melayani pemesanan secara online. Setelah transaksi disepakati, durian akan dipisahkan dan diantarkan langsung ke alamat pelanggan.
Harga yang ditawarkan pun cukup beragam, mulai Rp10 ribu hingga Rp150 ribu per buah, tergantung jenis dan ukurannya. Meski usaha ini bersifat musiman mengikuti panen durian, Fauzan mengaku banyak pelajaran berharga yang didapat.
“Lewat usaha ini saya belajar lebih disiplin, berani mengambil risiko, dan memahami manajemen perdagangan secara langsung,” katanya.
Saat ini menjadi momen panen durian yang melimpah di berbagai daerah. Meski Kabupaten Malang memiliki sejumlah sentra durian seperti Kampoeng Durian Kasin di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, serta Perkebunan Durian Montong di Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Fauzan memilih kulakan dari Tempursari, Lumajang, karena akses dan kondisi geografis yang lebih mendukung dari wilayah Kepanjen.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































