Keren! Santri PPI AMF Raih Medali Perak Internasional Berkat Panel Peredam Suara dari Limbah Organik - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 26 Jun 2026 11:17 WIB ·

Keren! Santri PPI AMF Raih Medali Perak Internasional Berkat Panel Peredam Suara dari Limbah Organik


 Limbah organik berupa ampas tebu, sabut kelapa, dan kertas bekas yang diolah menjadi panel peredam suara karya santri PPI AMF. (ist) Perbesar

Limbah organik berupa ampas tebu, sabut kelapa, dan kertas bekas yang diolah menjadi panel peredam suara karya santri PPI AMF. (ist)

BACAMALANG.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri Indonesia di ajang internasional. Tim santri tingkat SMP dari Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) Malang sukses meraih medali perak pada Bali International Science Fair (BISF) 2026 melalui inovasi panel peredam suara ramah lingkungan bernama Ecouiet.

Tim yang terdiri dari Ahmad Adila Al Ghifari, Abyan Agha Al Ghifari, Faizul Umam, Farrand Al Azka, Haidar Abimanyu Tuarita, dan Muhammad Mahir berhasil memukau dewan juri dengan mengubah limbah organik berupa ampas tebu, sabut kelapa, dan kertas bekas menjadi panel penyerap suara yang efektif. Kompetisi yang diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) tersebut diikuti delegasi pelajar dari Amerika Serikat, negara-negara Asia Tenggara, Kazakhstan, hingga Uzbekistan.

Haidar Abimanyu Tuarita menjelaskan, panel Ecouiet memiliki ketebalan sekitar 2,5 sentimeter dengan tekstur padat menyerupai semen. Untuk meningkatkan kemampuan menyerap suara, tim menambahkan campuran arang hitam dalam proses pembuatannya.

“Campuran arang hitam membuat struktur panel lebih padat sehingga mampu menyerap suara dengan lebih baik,” ujar siswa kelas VIII yang akrab disapa Abi, Kamis (25/6/2026).

Untuk membuktikan efektivitasnya, tim melakukan pengujian menggunakan kotak kardus yang dilapisi panel Ecouiet. Musik diputar dengan volume tinggi dari dalam kotak, kemudian tingkat kebisingannya diukur menggunakan aplikasi decibel meter pada telepon pintar.

“Kami menggunakan aplikasi decibel meter yang bisa diunduh di Play Store untuk mengukur seberapa besar suara yang berhasil diredam,” jelas Abi.

Di balik keberhasilan tersebut, proses pengembangan Ecouiet tidak berjalan mudah. Selama sekitar empat pekan, para santri harus berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan riset, menentukan komposisi bahan, hingga menghasilkan panel dengan tekstur yang kuat dan efektif.

Muhammad Mahir mengaku tantangan terbesar adalah menemukan komposisi bahan yang tepat agar seluruh material dapat menyatu dengan sempurna.

“Waktunya cukup singkat, sehingga kami harus bekerja lebih cepat. Bagian paling sulit adalah mendapatkan tekstur panel yang sesuai agar hasilnya maksimal,” katanya.

Pembina Karya Ilmiah Remaja (KIR) PPI AMF, Nabila Almayda, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian para santri. Menurutnya, prestasi tersebut membuktikan bahwa kreativitas dan inovasi dapat lahir dari tangan generasi muda ketika didukung semangat belajar dan kerja keras.

“Semoga santri-santri PPI AMF terus melahirkan inovasi yang bermanfaat dan mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional,” tuturnya.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa limbah organik dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi sekaligus ramah lingkungan. Ke depan, Ecouiet diharapkan dapat dikembangkan melalui riset lanjutan sehingga berpeluang diproduksi secara massal sebagai solusi untuk mengurangi kebisingan di ruang kelas maupun berbagai fasilitas umum.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pola Pikir Solutif, Mahasiswa Al-Qolam Dimantapkan Jadi Agen Perubahan Lewat Diskusi Problem Solving

26 Juni 2026 - 06:43 WIB

Praktisi HAM Desak Pemalsuan Dokumen Dikecualikan dari Daluwarsa: Jangan Biarkan Pelaku Lolos karena Menyembunyikan Kejahatan

24 Juni 2026 - 20:41 WIB

Selalu Beda dan Bikin Heppie, UIBU Gelar Seminar Hasil dalam Format Festival

24 Juni 2026 - 20:34 WIB

DKD PERADI Malang Vonis Advokat Abd. Aziz Bersalah, Dijatuhi Sanksi 12 Bulan Nonaktif

24 Juni 2026 - 14:38 WIB

Libur Sekolah Tiba, KAI Daop 8 Ingatkan Bahaya Bermain di Jalur Rel Kereta Api

23 Juni 2026 - 10:46 WIB

Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Media Berkualitas, JMSI Jatim Siap Perluas Sinergi Daerah

22 Juni 2026 - 19:05 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !