Kembangkan Merek Kolektif 'Kafemilk', FAST UB Dorong Hilirisasi Potensi Lokal melalui Program Pemberdayaan Peternak Kambing-Kopi di Ampelgading, Kabupaten Malang - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 3 Jul 2026 14:26 WIB ·

Kembangkan Merek Kolektif ‘Kafemilk’, FAST UB Dorong Hilirisasi Potensi Lokal melalui Program Pemberdayaan Peternak Kambing-Kopi di Ampelgading, Kabupaten Malang


 Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) Universitas Brawijaya (UB) saat menggelar Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) bersama Kelompok Tani Suka Tani di Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, pekan lalu. (ist) Perbesar

Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) Universitas Brawijaya (UB) saat menggelar Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) bersama Kelompok Tani Suka Tani di Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, pekan lalu. (ist)

BACAMALANG.COM – Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) Universitas Brawijaya (UB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) bersama Kelompok Tani Suka Tani di Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, pekan lalu.

Mengusung tema “Pemberdayaan Peternak Kambing-Kopi Terintegrasi melalui Skema Co-Creation dan Co-Ownership dalam Pengembangan Merek Kolektif ‘Kafemilk’ sebagai Produk Fungsional Probiotik Unggulan Daerah”, kegiatan ini menjadi upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dengan mengintegrasikan sektor peternakan, pertanian, inovasi pangan, dan kewirausahaan.

Desa Argoyuwono memiliki potensi besar sebagai sentra peternakan kambing perah sekaligus penghasil kopi berkualitas. Namun selama ini kedua komoditas tersebut masih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan baku sehingga nilai tambah yang diterima masyarakat relatif terbatas.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim pengabdian FAST UB memperkenalkan konsep ‘co-creation’ dan ‘co-ownership’, yakni pendekatan pemberdayaan yang menempatkan masyarakat sebagai mitra aktif dalam setiap tahapan pengembangan inovasi, mulai dari penciptaan produk, pengembangan merek, hingga pengelolaan usaha secara berkelanjutan.

Ketua Program PKM Dr. Jaisy Aghniarahim Putritamara, S.Pt., M.P., menghadirkan Dr. Premy Puspitawati Rahayu, S.Pt., M.P.sebagai narasumber Utama.

Kepala Desa Argoyuwono, Purnomo sangat mengapresiasi pendampingan Universitas Brawijaya kepada masyarakat desa ini. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya lokal yang dimiliki Desa Argoyuwono.

“Kehadiran Universitas Brawijaya, khususnya tim PKM FAST UB, memberikan semangat baru bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi desa,” ungkapnya saat membuka kegiatan, Jumat (26/6/2026).

Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Kelompok Tani Suka Tani yang diketuai Toyib Usman. Ia berperan mengoordinasikan anggota kelompok, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, serta memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan PKM. Peran tersebut dinilai penting dalam menjembatani komunikasi antara tim pengabdian UB dengan masyarakat sehingga inovasi yang diperkenalkan dapat diterapkan sesuai kondisi dan potensi desa.

Kegiatan tersebut juga diikuti ibu-ibu Kelompok Tani Suka Tani yang selama ini menjadi penggerak berbagai aktivitas ekonomi produktif rumah tangga. Melalui pelatihan tersebut, peserta didorong mengembangkan keterampilan mengolah hasil peternakan menjadi produk pangan bernilai tambah sehingga mampu membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Melalui pendekatan tersebut lahirlah merek kolektif ‘Kafemilk’, yaitu produk yang mengombinasikan susu kambing dengan kopi lokal menjadi pangan fungsional berbasis probiotik. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal sekaligus menjadi produk unggulan Desa Argoyuwono yang memiliki daya saing di pasar.

Kepala Desa Argoyuwono, Purnomo menambahkan, inovasi Kafemilk menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi akademisi dan masyarakat mampu menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan desa sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Dalam sesi materi, Dr. Premy Puspitawati Rahayu menjelaskan proses pengolahan susu menjadi yoghurt sebagai produ

Merek kolektif ‘Kafemilk’, produk yang mengombinasikan susu kambing dengan kopi lokal menjadi pangan fungsional berbasis probiotik hasil tim FAST UB dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) bersama Kelompok Tani Suka Tani di Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, pekan lalu. (ist)

k fermentasi yang kaya probiotik dan memiliki berbagai manfaat kesehatan. Peserta diperkenalkan pada proses fermentasi, manfaat konsumsi yoghurt, faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan fermentasi, hingga berbagai jenis yoghurt seperti set yoghurt, drink yoghurt, Greek yoghurt, serta inovasi yoghurt dengan penambahan kopi sebagai produk khas daerah.

Materi tidak hanya berfokus pada aspek teknis produksi, tetapi juga membahas peluang bisnis berbasis pangan fungsional. Peserta memperoleh pemahaman bahwa yoghurt memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan susu segar, memiliki pasar yang terus berkembang, serta dapat diproduksi dalam skala rumah tangga maupun kelompok usaha. Selain itu, peserta juga dibekali strategi pengembangan usaha, mulai dari inovasi produk, desain kemasan, pemasaran digital, hingga pentingnya menjaga mutu dan keamanan pangan.

Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan set yoghurt dan drink yoghurt. Peserta mempraktikkan langsung seluruh tahapan produksi, mulai dari pasteurisasi susu, penurunan suhu, penambahan kultur starter, proses fermentasi, hingga pengemasan produk. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai diskusi mengenai teknik produksi, penyimpanan, hingga peluang pemasaran produk sebagai usaha bersama.

Sebagai evaluasi, seluruh peserta mengikuti pre-test sebelum pelatihan dan post-test setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai. Evaluasi tersebut bertujuan mengukur peningkatan pemahaman peserta mengenai fermentasi yoghurt, manfaat produk probiotik, peluang usaha, serta pengembangan yoghurt kopi sebagai produk unggulan daerah.

Dikatakan Dr. Jaisy Aghniarahim Putritamara, program ini tidak hanya dirancang sebagai pelatihan sesaat, tetapi menjadi bagian dari proses pendampingan menuju kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknologi pengolahan susu, tetapi juga mampu membangun usaha bersama melalui merek kolektif Kafemilk. Dengan demikian, susu kambing dan kopi yang menjadi potensi unggulan Desa Argoyuwono dapat diolah menjadi produk pangan fungsional bernilai tambah yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” paparnya.

Pelaksanaan PKM juga melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UB yang membantu pelaksanaan pelatihan, praktik, hingga pendampingan peserta. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum pelepasan mahasiswa KKN yang akan melaksanakan pengabdian selama satu bulan di Desa Argoyuwono.

Selama menjalankan program KKN, mahasiswa diharapkan dapat melanjutkan pendampingan kepada masyarakat, khususnya dalam pengembangan produk, pengemasan, promosi digital, hingga penguatan kelembagaan kelompok tani.

Program ini turut diperkuat oleh keterlibatan para pakar dari berbagai bidang. Dr. Mulia Winirsya Apriliyani berkontribusi melalui berbagai penelitian mengenai susu fermentasi dan pangan fungsional berbasis gembili, termasuk karakterisasi susu fermentasi dengan penambahan tepung gembili, pemanfaatan probiotik untuk menurunkan kolesterol melalui studi ‘in vivo’, serta aktivitas antihiperglikemik susu fermentasi yang diperkaya gembili.

Sementara itu, Dr. Yennyka Laelasariyanti berkontribusi dalam aspek pengembangan ekonomi masyarakat melalui kajian keamanan pangan pada UMKM pengolahan hasil pertanian, keputusan pembelian produk halal, serta karakteristik dan preferensi risiko pelaku UMKM herbal.

Sinergi keilmuan tersebut diharapkan mampu menghasilkan model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya inovatif dari sisi teknologi, tetapi juga berkelanjutan dari aspek ekonomi dan bisnis.

Dr. Jaisy Aghniarahim Putritamara berharap, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat, Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan model pemberdayaan yang berkelanjutan.

Pengembangan merek kolektif ‘Kafemilk’ menjadi langkah strategis dalam memperkuat identitas Desa Argoyuwono sebagai sentra produk pangan fungsional berbasis susu kambing dan kopi, sekaligus membuka peluang lahirnya usaha mikro baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program ini juga menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari perguruan tinggi dapat diterapkan secara langsung di masyarakat dan memberikan dampak sosial maupun ekonomi secara berkelanjutan melalui pemanfaatan potensi local,” tandasnya.

Secara lebih luas, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara Universitas Brawijaya, pemerintah desa, kelompok tani, mahasiswa, dan berbagai mitra dalam membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pemkab Malang Hibahkan Rp100 Juta untuk KPU, Perkuat Kelembagaan dan Kualitas Demokrasi

3 Juli 2026 - 10:59 WIB

KHYI Desak BPKP Audit Pembangunan Masjid SMPN 1 Poncokusumo

3 Juli 2026 - 10:19 WIB

Modus Pura-pura Kecelakaan dan Antar Laundry, Motor Petani Tirtoyudo Raib Digondol Teman Sendiri

3 Juli 2026 - 06:58 WIB

Antisipasi Erupsi Gunung Kelud, Pemkab Malang Gelar Gladi Posko Uji Kesiapsiagaan Bencana

3 Juli 2026 - 05:58 WIB

Polres Malang Salurkan 250 Paket Bansos dan Apresiasi Satkamling Terbaik

2 Juli 2026 - 21:06 WIB

Berdayakan Masyarakat dan Majukan Desa, PT Selecta Raih Lencana Wanwa Dharma Satata dari Pemdes Tulungrejo

2 Juli 2026 - 17:39 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !