Galery Bangho Jadi Magnet Festival Malang Tempo Doeloe 2026, Ribuan Pengunjung Rela Antre Demi Berfoto - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 4 Jul 2026 15:00 WIB ·

Galery Bangho Jadi Magnet Festival Malang Tempo Doeloe 2026, Ribuan Pengunjung Rela Antre Demi Berfoto


 Miss Cultural Junior Indonesia 2025 sekaligus Putri Kebudayaan Jawa Timur berfoto di Stand Galeri Bangho. (ist) Perbesar

Miss Cultural Junior Indonesia 2025 sekaligus Putri Kebudayaan Jawa Timur berfoto di Stand Galeri Bangho. (ist)

BACAMALANG.COM – Festival Malang Tempo Doeloe (MTD) 2026 terus menyedot perhatian masyarakat. Sejak dibuka pada 30 Juni 2026, ribuan pengunjung memadati Taman Krida Budaya untuk menikmati nuansa tempo dulu yang dihadirkan dalam festival tahunan tersebut.

Tak hanya warga Malang Raya, pengunjung juga datang dari berbagai daerah seperti Solo, Yogyakarta, Bandung hingga Jakarta. Mereka rela menempuh perjalanan jauh untuk menikmati suasana nostalgia yang dikemas dalam ratusan stan bertema sejarah dan budaya.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Stand Galery Bangho. Mengusung konsep bangunan kolonial lengkap dengan koleksi barang antik asli, stan ini menjadi salah satu destinasi favorit pengunjung. Bahkan, antrean panjang terlihat setiap hari karena banyak pengunjung ingin mengabadikan momen dengan latar bernuansa tempo dulu.

Pantauan di lokasi pada Jumat (3/7/2026) malam, pengunjung bergantian berfoto menggunakan berbagai properti klasik, mulai topi fedora, gaun vintage hingga jas bergaya bangsawan Belanda.

“Rasanya seperti kembali ke era 1950-an. Dekornya sangat detail dan suasananya benar-benar terasa,” ujar Rani, pengunjung asal Bandung yang mengaku rela mengantre sekitar 30 menit demi mendapatkan foto terbaik.

Keistimewaan Galery Bangho tidak hanya terletak pada desain stand, tetapi juga koleksi benda antiknya yang merupakan barang asli berusia lebih dari satu abad, bukan sekadar replika.

Beberapa koleksi yang menjadi favorit pengunjung antara lain Gramophone Thorens produksi Swiss tahun 1922, Gramophone Tropical tahun 1919, Radio Telefunken buatan Jerman tahun 1951, Radio Philips Guitar produksi Belanda tahun 1952, serta berbagai radio tabung langka lainnya.

Nuansa bangunan kolonial berpadu dengan pencahayaan lampu kuning temaram semakin memperkuat atmosfer klasik. Tak heran jika Galery Bangho disebut-sebut sebagai salah satu spot foto paling diminati selama Festival Malang Tempo Doeloe 2026.

Keramaian di stand tersebut juga menarik perhatian Miss Cultural Junior Indonesia 2025 sekaligus Putri Kebudayaan Jawa Timur, Shinta Prameswari. Saat berkunjung, ia mengapresiasi hadirnya Galery Bangho yang dinilai mampu memperkenalkan kembali budaya dan sejarah kepada generasi muda.

“Tanggapannya sangat luar biasa. Festival ini bisa memperkenalkan budaya zaman dahulu kepada anak-anak muda yang mulai melupakan budayanya sendiri,” ujar Shinta.

Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadikan benda-benda antik sebagai objek foto, tetapi juga sebagai media pembelajaran untuk memahami perjalanan sejarah dan budaya bangsa.

“Melalui barang-barang peninggalan zaman dahulu, kita bisa mengambil banyak pelajaran. Karena itu budaya harus terus dijaga dan dilestarikan,” katanya.

Shinta menutup pesannya dengan seruan, “Salam budaya, lestari budayaku di Nusantara.”

Festival Malang Tempo Doeloe 2026 yang berlangsung hingga 5 Juli menjadi bukti bahwa sejarah, budaya, dan nostalgia masih memiliki daya tarik besar bagi masyarakat. Antusiasme ribuan pengunjung, terutama di Stand Galery Bangho, menunjukkan bahwa pelestarian warisan budaya dapat dikemas secara menarik sekaligus menjadi destinasi wisata edukatif yang diminati lintas generasi.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

KONI Kabupaten Malang Targetkan Posisi Runner-up Porprov Jatim 2027

3 Juli 2026 - 15:07 WIB

Dika Silaban Rilis Single “Mati Rasa”, Kisah Emosional tentang Kehampaan Setelah Kehilangan

3 Juli 2026 - 13:11 WIB

Atlet Pelajar Diberangkatkan ke O2SN Jatim 2026, Target Tembus Nasional

30 Juni 2026 - 13:49 WIB

Banggakan Kota Batu, Tim E-Sport Polres Batu SDES RAPPZYY Juarai Piala Kapolda Jatim 2026 dan Melaju ke Kapolri Cup

30 Juni 2026 - 12:25 WIB

Ratih Putria Rilis “Melangkahlah Perlahan”, Lagu Penguat Hati untuk Mereka yang Diam-diam Lelah

29 Juni 2026 - 15:08 WIB

Malang Equestrian Center Tunjukkan Dominasi di Piala Wali Kota 2026 Lewat Hat-trick Arfa Putra Baringga

29 Juni 2026 - 14:13 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !