Wali Kota Wahyu Dorong Pesantren Ramah Santri, Perkuat Komitmen Lingkungan Pendidikan Bebas Kekerasan - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 28 Okt 2026 14:12 WIB ·

Wali Kota Wahyu Dorong Pesantren Ramah Santri, Perkuat Komitmen Lingkungan Pendidikan Bebas Kekerasan


 Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., dalam Sarasehan Hari Santri yang diikuti para pengasuh dan pengelola pondok pesantren se-Kota Malang, di Hotel Savana, Selasa (27/10/2026). (ist)
Perbesar

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., dalam Sarasehan Hari Santri yang diikuti para pengasuh dan pengelola pondok pesantren se-Kota Malang, di Hotel Savana, Selasa (27/10/2026). (ist)

BACAMALANG.COM- Perlindungan terhadap santri menjadi hal penting untuk memastikan proses pendidikan dan pembentukan karakter berjalan dengan baik, sebagai upaya mendorong terwujudnya lingkungan pondok pesantren yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., dalam Sarasehan Hari Santri yang diikuti para pengasuh dan pengelola pondok pesantren se-Kota Malang, di Hotel Savana, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Hari Santri yang merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Malang dengan Kantor Kemenag Kota Malang.

Wahyu mengatakan, sarasehan ini digelar sebagai upaya membangun komitmen bersama antara pemerintah daerah dan seluruh pengelola pesantren untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah, serta memberikan perlindungan bagi seluruh santri di Kota Malang.

“Pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga lingkungan tempat santri tumbuh, belajar, dan membentuk akhlak. Karena itu, keamanan dan kenyamanan santri harus menjadi perhatian bersama seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan pesantren,” tegasnya.

Wahyu menyadari bahwa anak-anak yang saat ini menempuh pendidikan, termasuk di pondok pesantren, merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan Indonesia pada tahun 2045, sehingga penguatan karakter harus dimulai dari lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan penuh keteladanan.

Sebagai bentuk komitmen bersama, dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan Deklarasi Bersama Pesantren Ramah Santri Kota Malang yang diikuti jajaran pengasuh dan pengurus pondok pesantren. Deklarasi ini menjadi langkah untuk memperkuat kesepahaman bahwa pesantren harus menjadi rumah ilmu yang aman, tempat santri dapat belajar, beribadah, dan mengembangkan diri tanpa rasa takut terhadap perundungan maupun kekerasan.

Wali Kota Wahyu menekankan pentignya pondok pesantren memiliki mekanisme perlindungan yang jelas. Sehingga santri mengetahui ke mana harus mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang tidak aman. Seperti penguatan kanal pengaduan dan layanan pendampingan, penyediaan kontak darurat, layanan konseling, serta jalur pelaporan yang dapat diakses ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga, setiap persoalan dapat ditindaklanjuti secara tepat dan santri mendapatkan perlindungan yang dibutuhkan.

“Upaya pencegahan kekerasan perlu diperkuat melalui edukasi, pengawasan, penyediaan mekanisme pengaduan yang aman. Serta penanganan setiap laporan secara tepat dan bertanggung jawab. dengan demikian, setiap santri dapat belajar, berinteraksi, dan bertumbuh tanpa rasa takut,” tuturnya.

Wali Kota juga berpesan kepada seluruh pengasuh dan pengelola pondok pesantren agar senantiasa menjaga amanah dan kepercayaan para orang tua yang menitipkan pendidikan serta pembentukan akhlak anak-anak mereka di pesantren.

“Pondok pesantren semakin menjadi pilihan para orang tua untuk mendidik putra-putrinya. Kepercayaan ini merupakan amanah besar yang harus dijaga, karena orang tua tidak hanya memercayakan pendidikan, tetapi juga keselamatan dan tumbuh kembang anak-anaknya,” pungkas Wali Kota Wahyu

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jaga Kondusivitas Kota, 830 Personel Gabungan Amankan Aksi Rakyat Bangkit Bersatu

28 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Satukan Semangat Sumpah Pemuda dan SDGs, UMM Kolaborasikan Ratusan Mahasiswa di ADIYC 2026

28 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Puntung Rokok Picu Kebakaran TPA Supit Urang, Polisi Tetapkan Warga Wagir sebagai Tersangka

28 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Propam Polres Malang Turun Tangan, Kelengkapan Kendaraan Anggota Diperiksa

28 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Krisis Air Bersih Kepung 16 Desa di Kabupaten Malang, 21.677 Jiwa Terdampak

28 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Dugaan Penggelapan Rp1,3 Miliar, Kuasa Hukum Kontraktor Minta Polisi Periksa Pimpinan PrimaLand

28 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !