Bermula dari Game Online, Pemuda Ini Habisi Nyawa Temannya - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 9 Sep 2020 18:15 WIB ·

Bermula dari Game Online, Pemuda Ini Habisi Nyawa Temannya


 Bermula dari Game Online, Pemuda Ini Habisi Nyawa Temannya Perbesar

BACAMALANG.COM – Dendam karena kerapkali diejek, M Imron (18) warga Jabung, menghabisi nyawa teman sendiri, Redi Setyo (20). Diduga kuat alasan terjadinya peristiwa sadis ini, gara-gara pelaku sakit hati karena seringkali mendapat umpatan dari korban saat bermain game online beberapa waktu lalu

“Dua orang ini, pelaku dan korban merupakan rekan satu kerja. Karena kedekatannya, mereka sering bercanda hingga kelewat batas. Diluar dugaan, umpatan yang sering diucapkan Redi membuat M Imron sakit hati. Itu salah satu alasan pelaku menghabisi korban,” tandas Kapolresta Malang Kota, Komisaris Besar Polisi Leonardus Simarmata, Rabu (9/9/2020).

Peristiwa keji dilakukan pelaku di bengkel AC Family Jalan Letjen S Parman Kota Malang pada Kamis (3/9/2020). Pelaku dan korban bekerja di tempat ini.

“Mereka satu kampung, satu tempat kerja juga satu kamar. Mereka sering main game bareng, sering gojlok-gojlokan (bercanda) nah si pelaku ini memendam kemarahan dan akhirnya melakukan pembunuhan,” kata Leonardus Simarmata.

Leonardus mengatakan, karena kesal terus diejek, pelaku melampiaskan amarahnya dengan memukul kepala korban dua kali hingga tersungkur. Kemudian, pelaku kembali memukulkan palu ke bahu dan dada korban untuk memastikan korban sudah tewas.

Leonardo mengungkapkan, diam-diam pelaku mengambil palu besi dan dipukulkan dua kali ke kepala. Selanjutnya dipukul ke bahu kanan dan terakhir dipukulkan ke dada untuk memastikan korban meninggal dunia.

Setelah korban tewas, pelaku menutupi kepala korban dengan jaket dan ditinggal begitu saja. Usai melakukan pembunuhan, tersangka kabur menggunakan jasa angkutan umum menuju Kabupaten Malang. Dia bersembunyi di sebuah areal persawahan. Polisi kemudian menangkap pelaku di tempat itu.

“Setelah membunuh, pelaku kabur naik angkot ke Kabupaten Malang dan sembunyi di area perkebunan. Setelah 36 jam kita lidik akhirnya berhasil kami amankan pelaku. Tersangka dikenai pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” tutur Leonardus.

Sementara itu, pelaku M Imron mengakui motif pembunuhan karena dia sakit hati sering dihina. Selama dihina dia tidak pernah membalas umpatan korban. Namun, dia memandam rasa sakit hatinya hingga amarahnya memuncak dan nekat membunuh korban.

“Banyak di olok-olok, saya sering dihina tapi tidak dipukul. Saya tidak pernah balas cuma diam aja, terus saya spontan saja melakukan itu,” kata M Imron. (*/had)

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Berdayakan Masyarakat dan Majukan Desa, PT Selecta Raih Lencana Wanwa Dharma Satata dari Pemdes Tulungrejo

2 Juli 2026 - 17:39 WIB

Modus COD di Rumah Orang, iPhone 17 Pro Mahasiswa Senilai Rp25 Juta Digasak Pelaku

2 Juli 2026 - 17:28 WIB

Tugu Tirta Pamerkan Inovasi Smart Water City, Sejumlah Kepala Daerah Tertarik Adopsi Sistem Kota Malang

2 Juli 2026 - 15:59 WIB

Mobil Digelapkan Kenalan, Driver Gojek Laporkan ke Polisi

2 Juli 2026 - 13:32 WIB

19 Pelaku Curat dan Curanmor Diringkus, Warga Diimbau Waspada Meski di Lingkungan Sendiri

2 Juli 2026 - 05:34 WIB

Dosen Kimia FSTeM UB Dampingi Warga Pandanwangi Sulap Limbah Organik Jadi Produk Ramah Lingkungan Bernilai Ekonomi

1 Juli 2026 - 20:44 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !