BACAMALANG.COM – Berdasarkan survei dari Nielsen Sports, Indonesia ternyata masuk dalam jajaran negara penggila bola nomor dua di dunia, dengan 77 persen dari lebih 270 juta penduduknya menggemari sepak bola. Namun pandemi Covid-19 membuat semua sektor terpuruk. Sepak bola sebagai olahraga terpopuler ikut terhenti, dan berdampak secara ekonomi, karena sepak bola di Indonesia sudah menjadi industri yang menggerakkan sektor UMKM dan kesempatan kerja ribuan orang. Salah satunya penjualan jersey dan merchandise klub seperti yang dialami bidang bisnis Arema FC, yakni Arema FC Store.
Store Manager Arema FC Store Tjiptadi Purnomo menuturkan, pandemi pada bulan Maret 2020 silam membuat putaran liga terhenti yang langsung berdampak pada penjualan tokonya. “Padahal baru sebulan sebelumnya ada launching jersey Arema dan penjualan sangat bagus, namun begitu liga dihentikan, langsung drop drastis,” ungkapnya saat ditemui Bacamalang.com di Arema FC Official Store, Jl Mayjend Panjaitan No.42, Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (20/12/2021).
Tjiptadi mengatakan, jersey ataupun merchandise klub sepak bola sudah menjadi atribut ‘wajib’ bagi penggemar sepak bola, sehingga bergulirnya liga pengaruhnya sangat besar. “Adanya liga semua merchandise resmi yang kita jual ikut terangkat kembali, contohnya jersey, karena model kita ya para player atau pemain Arema itu sendiri, jadi kalau tidak ada liga apa yang kita jual,” paparnya.
Oleh karena itu Tjiptadi sangat bersyukur BRI Liga 1 2021/2022 kembali bergulir, sehingga ikut mendorong bukan hanya di bidang olahraga saja, namun juga sektor lainnya, khususnya perekonomian di bidangnya.
Manajer SEA (Singo Edan Apparel) ini menambahkan, adanya liga membuat penjualan meningkat sangat siginifikan, yakni hingga 70 persen. Ia mengaku banyak faktor yang membuat Jersey buatan Singo Edan Apparel yang masih mengusung warna biru dan bertemakan Land Of The Fighter itu terangkat kembali dan diterima Aremania maupun penggemar bola lainnya di Tanah Air. “Pertama desain jerseynya sendiri memang bagus, kedua liga sudah kembali berjalan dan saat ini prestasi Arema juga sedang bagus-bagusnya,” jelasnya.
Tjiptadi juga mengaku bahwa penjualan kali ini benar-benar di luar ekspetasi, karena meski liga sudah bergulir namun masih di masa pandemi, sehingga ia tidak mau muluk-muluk dalam menentukan target.
“Sudah ribuan yang terjual, dengan perincian Jersey authentic Home sekitar 2.250 pieces, Away 5.000 pieces dan Third 500 pieces, sementara Jersey Replica Home dan Away sudah laku 1.500 pieces,’ urainya.
Saat ini mekanisme penjualannya secara offline dan online, yang diakui Tjiptadi masih didominasi secara online. “Kami upload penjualan lewat internet pada pukul 11.00 WIB, dan alhamdulillah pukul jam 15.00 sudah sold out,” pungkasnya (ned)




















































