daya manusia di era digital.
“Kegiatan ini bukan hanya menjadi ruang pembelajaran teknis semata, tetapi juga wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Malang melalui Diskominfo untuk terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan daya saing sumber daya manusia di era digital,” terang Wahyu.
Keaktifan Diskominfo dalam menggelar berbagai pelatihan serupa disebutkannya merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi Kota Malang sebagai smart city, kota kreatif, dan kota berdaya saing tinggi di tingkat regional maupun nasional. “Pelatihan desain grafis ini sesuai dengan keinginan masyarakat Kota Malang melalui musrenbang tematik dan pokir. Antusias peserta memang luar biasa, makanya kita adakan dalam dua tahap karena mereka berkeinginan kuat dan perlu kita arahkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wahyu menekankan pentingnya pendampingan dalam menghadapi derasnya arus teknologi agar kemampuan digital masyarakat tidak disalahgunakan. “Dalam era digital saat ini perlu kita dampingi. Jangan sampai mereka mengetahui hal-hal yang kaitannya dengan kemajuan teknologi dalam hal negatif,” tegasnya.
Tidak hanya itu, Wahyu juga mengapresiasi keikutsertaan anak-anak istimewa dalam kegiatan ini. Menurutnya, keterlibatan mereka menjadi bukti bahwa ruang kreatif di Kota Malang bersifat inklusif dan terbuka bagi semua kalangan. “Kita juga menyambut baik dan mengapresiasi keikutsertaan anak-anak istimewa. Mereka tidak mau kalah, mudah-mudahan mereka juga bisa berpartisipasi dengan baik,” tambahnya.
Lebih jauh dikatakannya bahwa desain grafis tidak hanya berbicara soal estetika, namun juga efektivitas komunikasi visual. Visual yang kuat dan bermakna dapat menjadi jembatan antara ide dan audiens secara cepat dan tepat, sehingga penguasaan desain grafis menjadi keterampilan penting di berbagai sektor, termasuk pemerintahan, pendidikan, bisnis, dan industri kreatif.
Wahyu berharap pelatihan ini mampu menumbuhkan talenta-talenta digital unggul di Kota Malang yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga berpikir kreatif, adaptif, dan visioner agar tetap relevan di tengah perubahan zaman. “Jadikan pelatihan ini momentum untuk menggali potensi diri, memperluas wawasan, dan membangun jejaring yang produktif antar pelaku kreatif di Kota Malang,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto menjelaskan, pelatihan ini merupakan bagian dari enam program penguatan literasi digital yang dilaksanakan Diskominfo sepanjang tahun 2025. Tidak hanya itu, Widianto mengungkapkan pelatihan desain grafis ini diharapakan juga dapat membantu perkembangan UMKM di Kota Malang.
“Desain grafis kini bukan hanya soal estetika, tetapi juga strategi komunikasi visual yang berperan penting dalam membangun branding dan identitas usaha. Namun masih banyak pelaku usaha yang belum memahami dasar desain, seperti pemilihan warna, tipografi, dan komposisi visual,” jelasnya lagi.
Ia menambahkan, kegiatan pelatihan desain grafis diikuti oleh total 299 peserta, yang terbagi dalam dua tahap: sesi pertama diikuti sebanyak 150 peserta dan sesi kedua sebanyak 149 peserta. Seluruh peserta merupakan usulan masyarakat yang disampaikan melalui musrenbang tematik dan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Kota Malang. (iu/yn)





















































