BACAMALANG.COM – Universitas Katolik Widya Karya (Unika Widya Karya) Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat dengan menggelar sosialisasi bertajuk “Bijak Bermedia Digital dan Cerdas Menolak Perundungan” di Aula SMA Immanuel Batu, Senin (9/2/2026).
Kegiatan ini diikuti lebih dari 300 siswa kelas X hingga XII. Para peserta dibekali pemahaman tentang pentingnya literasi digital sebagai upaya mencegah perundungan di dunia maya yang kian marak di kalangan remaja.
Sebagai narasumber utama, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Widya Karya Malang, Saverius Dhuri Mbipi, S.Ak., M.Ak., menyampaikan bahwa teknologi memiliki dua sisi yang tidak terpisahkan, yakni manfaat dan risiko.
“Handphone di genggaman kita adalah pintu gerbang ilmu pengetahuan, tetapi juga bisa menjadi alat untuk menyakiti orang lain. Literasi digital bukan hanya soal bisa menggunakan aplikasi, melainkan memahami etika, keamanan data, serta dampak dari setiap unggahan dan komentar,” tegas Saverius.
Ia juga menyoroti bahaya cyberbullying yang kerap terjadi tanpa disadari oleh para remaja. Menurutnya, jejak digital bersifat permanen dan dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang bagi korban.
“Kata-kata di dunia maya bisa melukai secara mendalam. Jangan sampai generasi muda justru menjadi pelaku atau korban dari tindakan yang merusak masa depan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Saverius turut memperkenalkan Program 1.000 Sarjana dari Pemerintah Kota Batu, yakni program beasiswa bagi siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Unika Widya Karya Malang menjadi salah satu perguruan tinggi mitra resmi dalam program tersebut.
“Ini peluang emas bagi siswa-siswi Kota Batu yang ingin melanjutkan kuliah. Unika Widya Karya siap mendampingi melalui program beasiswa ini,” jelasnya.
Sementara itu, Yanuar, salah satu guru SMA Immanuel Batu, mengapresiasi kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menilai materi literasi digital dan anti perundungan sangat relevan dengan kondisi siswa saat ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Unika Widya Karya Malang atas kontribusi nyata ini. Materi yang diberikan sangat penting sebagai benteng bagi siswa dalam beraktivitas di dunia digital. Kami berharap kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran siswa untuk lebih bijak menggunakan teknologi, sekaligus menjadi agen perubahan dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan inklusif. Selain sebagai ajang edukasi, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam merespons isu sosial di era digital.
Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































