Cegah Kecelakaan Sejak Dini, Satlantas Polresta Malang Kota Bekali Siswa SMPN 22 Edukasi Bahaya Narkoba dan Balap Liar - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 7 Nov 2026 13:13 WIB ·

Cegah Kecelakaan Sejak Dini, Satlantas Polresta Malang Kota Bekali Siswa SMPN 22 Edukasi Bahaya Narkoba dan Balap Liar


 Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Rio, didampingi Iptu Juana, menyerahkan helm kepada siswi SMP Negeri 22 yang berhasil menjawab pertanyaan seputar lalu lintas. (ist) Perbesar

Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Rio, didampingi Iptu Juana, menyerahkan helm kepada siswi SMP Negeri 22 yang berhasil menjawab pertanyaan seputar lalu lintas. (ist)

BACAMALANG.COM – Menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia sekolah menjadi salah satu langkah preventif untuk menekan risiko kecelakaan di jalan raya. Upaya tersebut dilakukan Satlantas Polresta Malang Kota melalui program Polisi Peduli Pendidikan dan Polisi Peduli Sekolah di SMP Negeri 22 Kota Malang.

Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Rio bersama personel Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) hadir langsung untuk memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas sekaligus menyosialisasikan Operasi Patuh Semeru 2026, Senin (2/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kompol Rio didampingi Kanit Kamsel Iptu Juana beserta anggota Unit Kamsel. Para siswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menaati aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menghindari perilaku yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Kompol Rio menjelaskan, kehadiran polisi di lingkungan sekolah merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan. Edukasi sejak dini diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang disiplin dan memiliki kesadaran terhadap keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya.

Menurutnya, pemahaman mengenai keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) tidak cukup hanya sebatas mengenal rambu atau aturan. Para pelajar juga perlu memahami risiko yang dapat timbul akibat pelanggaran lalu lintas.

“Melalui program Polisi Peduli Pendidikan dan Polisi Peduli Sekolah, kami ingin membangun kesadaran pelajar agar lebih disiplin, memahami aturan, dan menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,” ujar Kompol Rio.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan sosialisasi Operasi Patuh Semeru 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Edukasi Interaktif, Siswa Dapat Hadiah Helm

Penyampaian materi berlangsung interaktif. Kompol Rio mengajak para siswa menjawab sejumlah pertanyaan seputar keselamatan berlalu lintas. Siswa yang berani maju ke depan dan mampu menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah berupa helm keselamatan.

Pemberian helm tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya perlindungan kepala saat berkendara.

Materi kemudian dilanjutkan Bripka Ratih yang memperagakan cara menggunakan helm secara benar. Para siswa diberikan penjelasan mengenai pemilihan helm berstandar keselamatan, posisi helm yang tepat, hingga cara mengunci tali pengikat agar terpasang kuat dan mampu memberikan perlindungan optimal.

Sementara itu, Iptu Juana memaparkan berbagai hal yang berkaitan dengan keselamatan berlalu lintas. Materi meliputi kepatuhan terhadap rambu dan marka jalan, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta upaya menghindari perilaku berkendara yang dapat memicu kecelakaan.

Ia juga mengingatkan para siswa mengenai bahaya alkohol dan narkotika. Penggunaan zat tersebut dapat mengganggu konsentrasi, memperlambat respons, serta menurunkan kemampuan seseorang dalam mengendalikan kendaraan dan mengambil keputusan saat berada di jalan raya.

“Pelanggaran lalu lintas bukan persoalan sepele. Apalagi berkendara di bawah pengaruh alkohol maupun narkotika. Kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan karena kemampuan berkonsentrasi dan merespons situasi jalan menjadi terganggu,” tegas Iptu Juana.

Ia menambahkan, dampak kecelakaan lalu lintas tidak hanya dirasakan oleh pelaku pelanggaran. Pengguna jalan lain yang tidak bersalah juga berpotensi menjadi korban. Bahkan, keluarga korban dapat menghadapi dampak fisik, psikologis, hingga beban ekonomi.

Karena itu, para siswa diimbau membiasakan diri bersikap disiplin, menjauhi alkohol dan narkotika, serta berani mengingatkan teman sebaya agar tidak melakukan tindakan berbahaya.

“Kami berharap para siswa berani mengingatkan teman-temannya agar tidak melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan di jalan raya, seperti berkendara ugal-ugalan, berboncengan lebih dari satu orang, hingga melakukan balap liar,” pungkasnya.

Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas Sejak Sekolah

Program Polisi Peduli Pendidikan dan Polisi Peduli Sekolah terus dijalankan Polresta Malang Kota sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan dengan dunia pendidikan melalui pendekatan edukatif dan pencegahan.

Selain menyambangi sekolah, Satlantas Polresta Malang Kota juga rutin memberikan edukasi Kamseltibcarlantas setiap Senin. Kegiatan serupa diberikan kepada peserta didik mulai jenjang PAUD hingga sekolah dasar yang berkunjung ke Polresta Malang Kota melalui program outing class.

Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diperkenalkan dengan aturan lalu lintas, pentingnya keselamatan, serta kebiasaan tertib di jalan raya sejak usia dini.

Satlantas Polresta Malang Kota berharap edukasi ini dapat mendorong pelajar menerapkan disiplin berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi pelopor keselamatan di lingkungan keluarga, sekolah, dan pergaulan.

Sebab, keselamatan di jalan raya berawal dari kesadaran setiap individu. Satu pelanggaran dapat membawa risiko bagi banyak orang dan menimbulkan dampak panjang bagi keluarga.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Imam Muchlis

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Mediasi Kasus Limbah Biogas Jianto, Kuasa Hukum Pelapor Tegaskan Proses Hukum Tetap Berlanjut

6 November 2026 - 22:02 WIB

Siaga Hadapi Banjir hingga Longsor, Polresta Malang Kota Libatkan 357 Personel Gabungan

6 November 2026 - 21:25 WIB

Jum’at Berkah ke-14, Aremania Jodipaness Pererat Silaturahmi Lintas Komunitas

6 November 2026 - 20:55 WIB

Pascapenyadapan Komunikasi Presiden: Bersih-bersih Institusi Atau Perang Kekuasaan?

6 November 2026 - 20:43 WIB

Kukuhkan Lima Profesor Baru, UB Hadirkan Gagasan Inovatif di Bidang Hukum hingga Perdamaian

6 November 2026 - 20:19 WIB

Buron Curanmor Tajinan Dibekuk di Madura, Motor Korban Diubah Warna dan Nomor Mesin Digerinda

6 November 2026 - 18:48 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !