Demi Menghidupi Keluarga, Sejumlah Peternak Kabupaten Malang Berjualan di Luar Pasar Hewan yang Ditutup - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 23 Mei 2022 11:34 WIB ·

Demi Menghidupi Keluarga, Sejumlah Peternak Kabupaten Malang Berjualan di Luar Pasar Hewan yang Ditutup


 Demi Menghidupi Keluarga, Sejumlah Peternak Kabupaten Malang Berjualan di Luar Pasar Hewan yang Ditutup Perbesar

BACAMALANG.COM – Demi menghidupi keluarga, sejumlah Peternak Kambing di Kabupaten Malang memilih berjualan diluar Pasar Hewan yang ditutup.  Salah satunya seperti yang dilakukan Penjual Kambing asal Dampit Kabupaten Malang, Ahmad Jaelani, yang berjualan diluar pasar hewan Kepanjen, baru-baru ini.

Ahmad Jaelani mengaku membawa dua ekor kambing betina. “Ada yang harganya Rp 2,5 juta warna putih. Kambing Sumbawa babon (induk betina) ini dalam kondisi hamil 2 bulan, kondisi sehat. Satunya lagi Kambing juga betina harganya Rp 2,3 juta,” tuturnya.

Selain Ahmad Jaelani, ada pula warga Dampit Agus yang menjual kambing bakalan (anakan, red.) kepala hitam 2 ekor. Kondisi sehat telinga lempit dan klipir (panjang dan lebar lentur). “Harganya Rp 3,3 juta sudah dapat dua ekor. Harga murah meriah, istimewa – istimewa,” kata Agus.

Sementara itu, penjual kambing senior Khotib membawa 2 ekor kambing untuk dijual. Kedua ekor kambing laki-laki dijual masing-masing seharga Rp 1,7 juta (tinggi 60 cm warna kepala hitam dan badan Putih) dan Rp 2 juta (warna hitam bagian kepala putih bagian badan) tinggi 65 cm, dan kondisi sehat.

“Kalau Kami gak jualan siapa yang akan menghidupi keluarga di rumah. Ya doakan semoga kondisinya bisa cepat normal kembali,” tutur Khotib.

Tidak cuma Ahmad, Agus dan Khotib berjualan diluar Pasar Hewan Kepanjen, namun ada belasan penjual ternak (Kambing) membawa hewan tersebut ditaruh di bagian belakang mobil bak terbuka yang turut mengadu peruntungan, berjualan diluar Pasar Hewan Kepanjen.

Mereka berharap meraup rejeki meski tipis-tipis demi menghidupi keluarga di rumah, seiring penutupan pasar hewan yang belum tahu kapan akan dibuka dan beroperasi normal.

Ada penjual yang meletakkan posisi Kambing sudah diturunkan, ada yang diikat lehernya dan dibawa pemiliknya.  Ada pula yang ikatannya ditambatkan di pagar milik warga. Meski berjualan di pinggir jalan mereka tetap semangat.

Selain di Pasar Hewan Kepanjen, kondisi serupa juga ditemui di Dampit dan Sumberpucung. Demi dapur tetap ngebul mereka terpaksa berjualan diluar pasar hewan yang ditutup gegara adanya wabah PMK (penyakit mulut dan kuku). (had)

Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Bukan Cuma Berkebaya, HIMPAUDI Kepanjen Dorong Kartini Hidup di Keteladanan Guru

21 April 2026 - 15:58 WIB

Ketua Komisi I: Penunjukan Kepala DLH Sesuai Prosedur, Kini Harus Buktikan Kinerja

21 April 2026 - 15:51 WIB

Tangkal Kejahatan Siber Sejak Dini, Kasatreskrim Polresta Malang Kota Edukasi Literasi Digital Siswa SMAN 8

21 April 2026 - 14:00 WIB

Gelorakan Semangat Kartini, Sukarni Tampil Berkebaya Saat Atur Lalu Lintas di Jalan Suhat Malang

21 April 2026 - 14:00 WIB

Perebutkan Kuota 5.793 Kursi, 16.225 Peserta Ikuti UTBK UB 2026

21 April 2026 - 13:40 WIB

Diduga Pencopet Terorganisir Beraksi di Konser Slank Malang, 14 Penonton Kehilangan HP

20 April 2026 - 22:19 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !