BACAMALANG.COM – Demi menghidupi keluarga, sejumlah Peternak Kambing di Kabupaten Malang memilih berjualan diluar Pasar Hewan yang ditutup. Salah satunya seperti yang dilakukan Penjual Kambing asal Dampit Kabupaten Malang, Ahmad Jaelani, yang berjualan diluar pasar hewan Kepanjen, baru-baru ini.
Ahmad Jaelani mengaku membawa dua ekor kambing betina. “Ada yang harganya Rp 2,5 juta warna putih. Kambing Sumbawa babon (induk betina) ini dalam kondisi hamil 2 bulan, kondisi sehat. Satunya lagi Kambing juga betina harganya Rp 2,3 juta,” tuturnya.
Selain Ahmad Jaelani, ada pula warga Dampit Agus yang menjual kambing bakalan (anakan, red.) kepala hitam 2 ekor. Kondisi sehat telinga lempit dan klipir (panjang dan lebar lentur). “Harganya Rp 3,3 juta sudah dapat dua ekor. Harga murah meriah, istimewa – istimewa,” kata Agus.
Sementara itu, penjual kambing senior Khotib membawa 2 ekor kambing untuk dijual. Kedua ekor kambing laki-laki dijual masing-masing seharga Rp 1,7 juta (tinggi 60 cm warna kepala hitam dan badan Putih) dan Rp 2 juta (warna hitam bagian kepala putih bagian badan) tinggi 65 cm, dan kondisi sehat.
“Kalau Kami gak jualan siapa yang akan menghidupi keluarga di rumah. Ya doakan semoga kondisinya bisa cepat normal kembali,” tutur Khotib.
Tidak cuma Ahmad, Agus dan Khotib berjualan diluar Pasar Hewan Kepanjen, namun ada belasan penjual ternak (Kambing) membawa hewan tersebut ditaruh di bagian belakang mobil bak terbuka yang turut mengadu peruntungan, berjualan diluar Pasar Hewan Kepanjen.
Mereka berharap meraup rejeki meski tipis-tipis demi menghidupi keluarga di rumah, seiring penutupan pasar hewan yang belum tahu kapan akan dibuka dan beroperasi normal.
Ada penjual yang meletakkan posisi Kambing sudah diturunkan, ada yang diikat lehernya dan dibawa pemiliknya. Ada pula yang ikatannya ditambatkan di pagar milik warga. Meski berjualan di pinggir jalan mereka tetap semangat.
Selain di Pasar Hewan Kepanjen, kondisi serupa juga ditemui di Dampit dan Sumberpucung. Demi dapur tetap ngebul mereka terpaksa berjualan diluar pasar hewan yang ditutup gegara adanya wabah PMK (penyakit mulut dan kuku). (had)




















































