Dinas Peternakan Jatim Lakukan Pemetaan, Berikut Status PMK di Berbagai Wilayah

Seorang peternak mengawasi Sapi untuk antisipasi PMK. (ist)

BACAMALANG.COM – Saat ini, PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) telah meluas di sejumlah wilayah di Provinsi Jatim untuk upaya pencegahan. Untuk itu, penting kiranya untuk mengetahui berbagai status PMK

Berdasar informasi (pemetaan) dari Dinas Peternakan Jawa Timur, status PMK di berbagai wilayah Provinsi Jawa Timur yakni kategori pertama adalah wilayah Tertular artinya Kabupaten terkonfirmasi positif PMK hasil uji laboratorium. Meliputi Kabupaten : Gresik, Lamongan, Sidoarjo, Mojokerto, Lumajang, Probolinggo dan Malang.

Kategori kedua adalah Suspect/terduga. Yaitu Kabupaten terlaporkan kasus tapi masih dalam proses pengujian sampel Laboratorium. Meliputi : Jombang, Pasuruan, Kota Batu, Kabupaten Jember dan Kota Surabaya.

Kategori ketiga adalah bebas. Yakni Kabupaten yang belum ada laporan kasus. Antara lain kabupaten : Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Kediri, Nganjuk, Tulungagung, Blitar, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Magetan, Madiun, Ngawi, Tuban, Bojoegoro. Dan Kota : Probolinggo, Pasuruan, Malang, Mojokerto, Madiun, Kediri dan Blitar.

Sementara itu, Kadis Peternakan Provinsi Jatim Indyah Aryani menjelaskan perkiraan jumlah ternak terinfeksi. “Dari 4 kabupaten yang diketahui terkena wabah PMK, total yang terinfeksi selama 2 pekan meningkat. Mulai 28 April semula 1.240, kini berkembang menjadi 1.600an ekor sapi,” tuturnya.

Ia menjelaskan penanganan ternak mati terkena PMK. “Kalau yang mati dikubur dan untuk penyembuhan dilakukan penyuntikan analgesik, antibiotik dan vitamin,” pungkasnya. (*/had)