Festival Najaj Halokes RW 09 Kayutangan, Bangkitkan Nostalgia Masa Sekolah Sekaligus Lestarikan Budaya Malangan - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

KULWIS · 26 Jan 2025 15:40 WIB ·

Festival Najaj Halokes RW 09 Kayutangan, Bangkitkan Nostalgia Masa Sekolah Sekaligus Lestarikan Budaya Malangan


 Bazaar royalan warga RW 09, dalam Festival Najaj Halokes, di depan Kedai Sebastien Kayutangan, Jalan Basuki Rahmat gang 8, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen Kota Malang, Minggu (26/1/2025). (Nedi Putra AW) Perbesar

Bazaar royalan warga RW 09, dalam Festival Najaj Halokes, di depan Kedai Sebastien Kayutangan, Jalan Basuki Rahmat gang 8, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen Kota Malang, Minggu (26/1/2025). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Ada yang berbeda di kampung Kayutangan di akhir pekan ini. Kawasan di Jalan Basuki Rahmat gang 8, Kelurahan Oro-Oro Dowo Kota Malang dipenuhi anak-anak berseragam sekolah. Selain itu, di atas gerbang masuk gang, tercantum papan bertuliskan Sekolah Dasar Malang – Kajoetangan Oetara. Ada pula bazaar makanan yang digelar di seputaran warung kopi yang bernama Kedai Sebastien. Uniknya, para pedagang yang kebanyakan adalah ibu-ibu, ternyata beraktivitas dengan mengenakan seragam sekolah juga.

Itulah kegiatan bertajuk Royalan Sekabrom, Festival Najaj Halokes, yang dalam Bahasa Malangan berarti Jajan Sekolah. Kegiatan selama 2 hari, Sabtu dan Minggu (25-26/1/2015) ini diprakarsai oleh Karang Taruna RW 09, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Pengunjung menukar tiket untuk berbelanja di Bazaar royalan warga RW 09, dalam Festival Najaj Halokes, di depan Kedai Sebastien Kayutangan, Jalan Basuki Rahmat gang 8, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen Kota Malang, Minggu (26/1/2025) (Nedi Putra AW).

 

Penanggung jawab kegiatan Cahayani menjelaskan, keunikan acara ini adalah mewajibkan bagi yang siapa saja yang ingin berpartisipasi untuk memakai atasan seragam sekolah SD, SMP maupun SMA. “Tema jadul ini memang sengaja kami pilih, dimana dari seluruh kalangan umur bisa bernostalgia, yakni pada zaman sekolahnya, sehingga kami mengumumkan kepada seluruh warga yang ingin meramaikan agar memakai seragam sekolah,” ungkapnya saat ditemui di Kedai Sebastien, Sabtu (25/1/2025).

Dikatakan Cahayani, para pengunjung dapat berbelanja dengan terlebih dahulu menukar uang dengan kupon yang disediakan panitia. Sekabrom sendiri adalah akronim dari Semeru, Kayutangan dan Bromo, tiga nama jalan yang menjadi akses menuju kampung tersebut. “Sepanjang jalan yang diiringi suara aliran sungai, warga sekitar menjual berbagai jajanan sekolah seperti Lumpia, Kentang Goreng, aneka gorengan, dan jajan lainnya akan membuat Anda ingat saat masa sekolahan,” tukasnya.

Warga mengenakan seragam sekolah di Bazaar royalan warga RW 09, dalam Festival Najaj Halokes, di depan Kedai Sebastien Kayutangan, Jalan Basuki Rahmat gang 8, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen Kota Malang, Minggu (26/1/2025). (Nedi Putra AW)

Sementara pemilik Kedai Sebastien, Sebastien Andrey menambahkan, acara ini adalah inisiatif dari karang taruna dan warga dengan membuat kegiatan semacam kampung Wisata sekaligus melestarikan Budaya Malangan.
“Kami ingin meningkatkan perekonomian warga dan UMKM dengan kegiatan ini. Jadi rencana panjangnya akan diadakan kegiatan ini secara berkala setiap bulannya dengan tema-tema berbeda,” ujarnya.

Menurut Sebastien, kegiatan ini bukan hanya untuk orang di Kelurahan Oro-Oro Dowo namun terbuka dengan mengundang seluruh warga Malang Raya dan sekitarnya.
Kedai Sebastien adalah salah satu kedai yang masih mempertahankan bentuk asli sebagai rumah dengan arsitektur bangunan Jengki.
Kedai ini juga memberlakukan diakon khusus bagi pengunjung yang memesan makanan atau minuman dengan ‘boso walikan’ khas Malang.
Sementara pada hari kedua, digelar Retro Walking Tour yang mengambil rute awal dari Depot Es Talun hingga Kedai Sebastien di Jalan Basuki Rahmat 8, dengan menghadirkan Walikota Malang Terpilih, Wahyu Hidayat.

 

Pewarta: Nedi Putra AW

Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 99 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jatim Park 1 Hadirkan Mega Science Center dan Budaya, Satukan 1.640 Alat Peraga dan Artefak

4 November 2026 - 20:56 WIB

Perkuat Daya Tarik Wisata Kuliner, Atria Hotel Malang Siapkan Atria Bakery untuk Desember 2026

29 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Kopi Cuma Rp9.500! Rojo Roso Cafe Punya Pecel Rawon dan View Sunset yang Bikin Betah ‎

24 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Jelajahi Malang di Akhir Pekan, dari Festival Kreatif hingga Wisata Penuh Cerita

17 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Mikutopia Gratiskan Tiket Masuk Selama Tiga Hari

12 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Sejenak Berhenti dari Kesibukan, HARRIS Malang Hadirkan Wellness Studio

6 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Trending di KULWIS

©Hak Cipta Dilindungi !