Hadirkan Solusi untuk Lingkungan, Kampung DX Patmanam Yakin Menang Lomba Urban Farming - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 13 Jul 2022 18:32 WIB ·

Hadirkan Solusi untuk Lingkungan, Kampung DX Patmanam Yakin Menang Lomba Urban Farming


 Hadirkan Solusi untuk Lingkungan, Kampung DX Patmanam Yakin Menang Lomba Urban Farming Perbesar

BACAMALANG.COM – Mengusung peduli lingkungan bersih, indah dan bisa menjaga ketahanan pangannya sendiri. Kampung DX Patmanam, RW 05, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru masuk delegasi dalam lomba Urban Farming di tingkat Kota Malang 2022.

Lomba yang diiniasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang masih terus berlanjut, pada Rabu (13/7/22) tim juri melakukan penilaian tahap kedua pada kampung tersebut.

Saat melakukan penilaian tersebut, Kepala Kelurahan Dinoyo Malang Dwi Hermawan Purnomo, S.STP menerangkan, dari penilaian tahap pertama Ia bersama warganya sudah berusaha mencari dimana letak kekurangan di daerahnya. Kemudian, bersama-sama dengan warganya akan menampilkan hasil kerja yang maksimal pada penilaian tahap kedua ini.

“Kami sebenarnya tidak hanya di urban farming saja, tapi kami juga ingin melebarkan dan mengembangkan kegiatan-kegiatan saat pandemi dan kegiatan kepariwisataan. Semoga penilaian pada siang hari ini ada masukan-masukan lagi untuk berbenah dan perbaikan,” terangnya.

Setelah itu, harapnya kedepan bersama ketua RW 05 ini inginkan kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam pembuatan pupuk organik untuk menggerakkan warganya agar tetap semangat dan meminimalisir sampah organik.

Tujuan dari lomba urban farming ini sendiri diperuntukkan untuk memanfaatkan lahan yang terbatas di masyarakat, untuk bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan juga dapat mendapatkan penghasilan.

Mendampingi lurah saat penilaian, Ketua RW 05, Dinoyo, Sofwan Muliawan mengungkapkan, penilaian kedua ini meliputi aspek, demontration plot (demplot), varietas tanaman, tingkat partisipasi warga, administrasi kegiatan, dan budidaya ikan dalam ember (budikdamber).

“InsyaAllah untuk semua komoditi sayur berjumlah 8 macam, ada bunga telangnya, ada budidaya, Alhamdulillah ada semua. Ada di setiap rumah-rumah warga,” ungkapnya.

Tambahnya, Sofwan dengan kegiatan ini berharap bersama warganya, ada atau tidak adanya lomba menanam, kegiatan menanam ini tetap berjalan.

“Kata kuncinya adalah bagaimana kegiatan ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Apabila masyarakat merasakan manfaatnya, dengan otomatis pasti akan terjadi keberlanjutan,” tandasnya.

Tim juri setelah melakukan penilaian memberikan nilai positif kepada kampung ini atas kreativitasnya, karena telah mengikuti berbagai lomba yang pernah diselenggarakan oleh pemerintah.

Kader Lingkungan Kota Malang Muhamad Zainul Arifin memberikan apresiasinya terkait tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan yang telah ditanam.

“Alhamdulillah disana ada dan lumayan, antusias warga disini juga sangat bagus. Jadi penilaian dari itu sudah bagus mohon dipertahankan dan monggo untuk pembibitan nanti bisa dikembangkan lagi,” tuturnya.

Penilaian selanjutnya diberikan oleh PKK Kota Malang Kris Windari berkaitan dengan Demplot atau Demontration Plot dan pemanfaatan pekarangan warga serta Tim Penggerak PKK. Ia sangat terkesan saat mendengar bahwasanya warga RW 05 membeli tanah untuk pengelolaan demplot ini, karena sangat totalitas dalam pengerjaannya.

“Di sini antusiasme untuk Demplot semangat sekali, tidak ada lo yang beli tanah seperti di sini. Jadi lahan yang ada digunakan semaksimal mungkin dan lokasinya juga bagus, matahari juga bagus,” tukasnya.

Sub Koordinator Penganekaragaman Pangan Mohamad Ridwan dalam penilaiannya, Ia menyampaikan pesan dari dinas, agar program urban farming ini harus berkelanjutan. Ada atau tidak ada lomba, masyarakat diharuskan menanam.

“Karena menanam juga menghasilkan oksigen dan juga bisa shodaqoh pada sesama,” tandasnya.

Dosen ITN Malang Sudiro juga menyampaikan, penataan terutama di urban farming ini tidak hanya menonjolkan jumlah komoditas atau olahan tapi ada sesuatu area estetika.

“Ada perubahan signifikan yang saya rasakan dari penilaian satu ke penilaian kedua, itu adalah penataan tanaman di warga,” ungkapnya

Perhimpunan Penyuluh Pertanian Samsul Arif memberikan penilaiannya terkait dengan partisipasi, kreativitas dan administrasi. Dirinya mengucapkan dari penilaian satu dan penilaian dua, wilayah Dinoyo ini memang tangguh.

“Makanya tadi saya masuk agak sedikit kaget, kok bagus sekali. Kok berbeda dengan penilaian yang pertama kemarin, ternyata wilayah ini memiliki kreativitas lingkungan. Jadi penataan lingkunganya bagus. Dari sisi administrasi saya lihat bukunya sudah lengkap,” pungkasnya. (Why)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Motor Mahasiswi Raib di Gang Galunggung, Pelaku Curi Scoopy Hanya Butuh Dua Menit

18 Agustus 2026 - 10:13 WIB

AH PEK FUN RUN 3K Ajak Warga Malang “Lari Bareng, Merdeka Bareng”

18 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Jelang HUT ke-14, BeSS Resort & Waterpark Malang Hadirkan Dream Forest untuk Kenalkan Alam kepada Anak

18 Agustus 2026 - 08:54 WIB

UB Padukan Budaya Nusantara dan Green Campus dalam Parade HUT ke-81 RI

18 Agustus 2026 - 08:33 WIB

Wali Kota Malang Ajak Warga Maknai Kemerdekaan dengan Kepedulian, Doakan Korban Bencana NTT

17 Agustus 2026 - 17:54 WIB

HUT RI ke-81, PDIP Kota Malang Sisipkan Doa untuk Korban Bencana di NTT

17 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !