Halau PMK, Indonesia Gandeng FAO dan Australia

Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo (SYL).(ist)

BACAMALANG.COM – Guna menghalau wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, Indonesia akan menggandeng FAO dan Australia.

“Lewat kerja sama itu, pemerintah memaksimalkan vaksinasi, pengobatan dan penyemprotan kandang dengan disinfektan sebagai upaya penekanan penularan PMK,” tegas Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam keterangan tertulis, Selasa (2/8/2022).

Dikatakannya pihaknya menerima kunjungan Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia, Murray Watt. Salah satu yang dibahas yakni soal kerja sama penanganan wabah PMK, isu global, tantangan climate change (perubahan iklim), dan kebutuhan dua negara baik dalam pengamanan pertanian di Indonesia dan Australia.

Dijelaskannya Australia sebagai negara yang memiliki letak geografis dekat dengan Indonesia memberikan perhatian khusus dalam masalah ini.

Sementara itu, Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste Rajendra Aryal mengatakan organisasinya bekerja sama dengan Indonesia dalam mengendalikan PMK yang mengancam rantai pasokan pangan dan mata pencaharian peternak.

FAO memfasilitasi upaya kerja sama internasional seperti memberikan 10 ribu dosis vaksin PMK dengan dukungan dari pemerintah Australia melalui proyek bersama FAO-Australia-ASEAN untuk penguatan mekanisme kesehatan hewan di Asia Tenggara (SMART-ASEAN).

Bantuan vaksin itu merupakan salah satu kloter vaksin pertama yang tiba di Indonesia untuk mengawali upaya vaksinasi nasional pada Juni lalu.

FAO juga memfasilitasi beberapa pertemuan konsultasi dengan pakar internasional dari berbagai negara untuk bertukar pengetahuan dan praktik terbaik untuk mengendalikan PMK. FAO juga menerjunkan tim ahlinya dalam misi darurat ke beberapa provinsi yang terdampak PMK untuk memberi saran tentang tindakan jangka pendek dan jangka panjang kepada pemerintah Indonesia.

FAO telah memasok berbagai peralatan laboratorium tambahan untuk meningkatkan kapasitas deteksi PMK oleh balai-balai veteriner.

FAO dan Pemerintah Indonesia berharap dapat segera meluncurkan program pelatihan virtual bagi sekitar 350 petugas lapangan kesehatan hewan di 34 provinsi untuk mengendalikan PMK secara cepat dengan menggunakan materi pembelajaran yang berstandar internasional.(*/had)