Halau PMK, Indonesia Gandeng FAO dan Australia - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 2 Agu 2022 15:41 WIB ·

Halau PMK, Indonesia Gandeng FAO dan Australia


 Halau PMK, Indonesia Gandeng FAO dan Australia Perbesar

BACAMALANG.COM – Guna menghalau wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, Indonesia akan menggandeng FAO dan Australia.

“Lewat kerja sama itu, pemerintah memaksimalkan vaksinasi, pengobatan dan penyemprotan kandang dengan disinfektan sebagai upaya penekanan penularan PMK,” tegas Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam keterangan tertulis, Selasa (2/8/2022).

Dikatakannya pihaknya menerima kunjungan Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia, Murray Watt. Salah satu yang dibahas yakni soal kerja sama penanganan wabah PMK, isu global, tantangan climate change (perubahan iklim), dan kebutuhan dua negara baik dalam pengamanan pertanian di Indonesia dan Australia.

Dijelaskannya Australia sebagai negara yang memiliki letak geografis dekat dengan Indonesia memberikan perhatian khusus dalam masalah ini.

Sementara itu, Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste Rajendra Aryal mengatakan organisasinya bekerja sama dengan Indonesia dalam mengendalikan PMK yang mengancam rantai pasokan pangan dan mata pencaharian peternak.

FAO memfasilitasi upaya kerja sama internasional seperti memberikan 10 ribu dosis vaksin PMK dengan dukungan dari pemerintah Australia melalui proyek bersama FAO-Australia-ASEAN untuk penguatan mekanisme kesehatan hewan di Asia Tenggara (SMART-ASEAN).

Bantuan vaksin itu merupakan salah satu kloter vaksin pertama yang tiba di Indonesia untuk mengawali upaya vaksinasi nasional pada Juni lalu.

FAO juga memfasilitasi beberapa pertemuan konsultasi dengan pakar internasional dari berbagai negara untuk bertukar pengetahuan dan praktik terbaik untuk mengendalikan PMK. FAO juga menerjunkan tim ahlinya dalam misi darurat ke beberapa provinsi yang terdampak PMK untuk memberi saran tentang tindakan jangka pendek dan jangka panjang kepada pemerintah Indonesia.

FAO telah memasok berbagai peralatan laboratorium tambahan untuk meningkatkan kapasitas deteksi PMK oleh balai-balai veteriner.

FAO dan Pemerintah Indonesia berharap dapat segera meluncurkan program pelatihan virtual bagi sekitar 350 petugas lapangan kesehatan hewan di 34 provinsi untuk mengendalikan PMK secara cepat dengan menggunakan materi pembelajaran yang berstandar internasional.(*/had)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Tak Cuma Teori, Mahasiswa K3 Universitas Kepanjen Digembleng Hadapi Situasi Bencana

27 September 2026 - 13:57 WIB

DPRD, Pemkab dan BAZNAS Kabupaten Malang Salurkan Bantuan Rp1,4 Miliar untuk Korban Gempa NTT

27 September 2026 - 09:28 WIB

Sepekan 105 Gempa Terekam di Jatim, BMKG Pastikan Tak Ada yang Dirasakan Warga Malang

25 September 2026 - 14:13 WIB

Teguh Santosa Tegaskan JMSI Dukung Penuh HPN 2027

25 September 2026 - 09:11 WIB

Nikah Siri Saat Masih Punya Istri Sah? Ini Risiko Pidana dan Perdata yang Sering Tidak Disadari

24 September 2026 - 07:22 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Nasional, Website PWI Siap Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah

23 September 2026 - 08:21 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !