BACAMALANG.COM – Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 dengan mengajak seluruh relawan dan masyarakat untuk terus menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, terutama dalam membantu kelompok marginal. Acara digelar pada Senin (24/11/2025) di Kantor JKJT, Jalan Blitar 12, Kota Malang.
Ketua Pelaksana HUT JKJT, Zaenal Afifudin, menyampaikan bahwa persiapan acara dilakukan secara maksimal meski dengan segala keterbatasan. Ia meminta maaf apabila terdapat kekurangan selama pelaksanaan.
“Kami anak-anak JKJT akan terus percaya diri menyongsong masa depan dan berkomitmen menyampaikan salam kemanusiaan dengan cara yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua JKJT, Agustinus Tedja Bawana, menegaskan bahwa lembaga yang ia pimpin lahir dari niat untuk membantu kelompok marginal.
“Dalam menyampaikan kebenaran selalu ada fitnah, hujatan, pujian hingga cacian. Tapi saya tekankan kepada anak-anak JKJT: tetaplah berbuat ikhlas untuk kemanusiaan,” tegasnya.
Program Nikah Massal untuk Kaum Marginal
Pada momen HUT ke-29 ini, JKJT kembali menyoroti berbagai program kemanusiaan yang telah berjalan, salah satunya nikah massal bagi pasangan kurang mampu seperti pemulung, pengamen, buruh harian lepas, hingga masyarakat jalanan.
Program ini bertujuan membantu mereka memperoleh status hukum yang jelas, termasuk dokumen penting seperti Kartu Keluarga (KK) dan Akta Nikah.
“Nikah massal ini juga agar anak-anak mereka dapat mengakses pendidikan sesuai program pemerintah,” kata Antonius.
Program nikah massal JKJT telah berlangsung beberapa kali, termasuk pada 2012 dengan 90 pasangan dan 2019 yang melibatkan 283 pasangan dari enam agama berbeda. Kegiatan biasanya bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) serta didukung pemerintah daerah.
Acara HUT Dihadiri Tokoh hingga Relawan Kemanusiaan
HUT ke-29 JKJT turut dihadiri sejumlah tokoh, termasuk mantan Wali Kota Malang Peni Suparto. Acara juga dimeriahkan oleh penampilan musik NTT Voice, permainan biola Arbanat, serta kehadiran ratusan relawan dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Sebagai simbol kerukunan, kegiatan juga diisi dengan doa lintas agama—Islam, Hindu, Buddha, Katolik, dan Kristen—yang mencerminkan kuatnya pluralisme dan harmoni di Kota Malang dalam koridor kemanusiaan.
Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































