Kebakaran Gunung Kawinajang Meluas, Sekitar 400 Hektare Lahan Terbakar - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 10 Sep 2026 18:40 WIB ·

Kebakaran Gunung Kawinajang Meluas, Sekitar 400 Hektare Lahan Terbakar


 Pemadaman kebakaran di hutan Gunung Kawinajang, Pujon. (Dok BPBD) Perbesar

Pemadaman kebakaran di hutan Gunung Kawinajang, Pujon. (Dok BPBD)

BACAMALANG.COM – Kebakaran hutan yang melanda kawasan Petak 100, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, terus menjadi perhatian tim gabungan. Hingga Rabu (9/9/2026) malam, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 400 hektare.

Kebakaran terjadi di lereng Gunung Kawinajang. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, sejumlah titik api kecil masih terlihat di kawasan tersebut.

Dalam laporan pembaruan yang diterima sekitar pukul 21.00 WIB, vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar. Tim operasi pemadaman darat telah kembali ke Pos Lapang setelah melakukan pemantauan, pemetaan titik api, serta pembuatan sekat bakar untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, S.Sos., M.Si., mengatakan kondisi medan dan cuaca menjadi kendala dalam proses pemadaman.

“Pemadaman darat tidak memungkinkan dilakukan karena terhalang kabut yang cukup tebal. Selain itu, lokasi titik api berada di kawasan hutan pada lereng yang sulit dijangkau tim pemadaman darat,” ujar Purwoto kepada Bacamalang, Kamis (10/9/2026).

Untuk sementara, tim gabungan melakukan pemantauan visual dari Pos Lapang dan wilayah Bendosari guna mengetahui perkembangan titik api.

Pada Kamis (10/9/2026), tim observer juga dijadwalkan diberangkatkan melalui Pos Lapang. Tim tersebut akan melakukan pemetaan sekaligus memantau kawasan yang masih terdapat titik api. Pemantauan juga dilakukan dari Balai Pengelolaan Hutan Lestari 8 Surabaya.

Selain di kawasan Petak 100 Desa Pandesari, penanganan kebakaran juga dilakukan di kawasan Gunung Malang, Desa Pujon Kidul. Luas area yang terdampak kebakaran di lokasi tersebut diperkirakan sekitar 500 meter.

Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kota Batu, Basarnas, TNI, Polri, Perhutani, Forkopimcam Pujon, DLH Kota Batu, hingga Pemerintah Desa Pandesari dan Desa Pujon Kidul.

Sejumlah relawan dan komunitas turut membantu penanganan di lapangan, di antaranya Destana Pandesari, Basecamp Garotan, Basecamp Tepus, Basecamp Kwitang, Basecamp Bendosari, Lembaga Kemasyarakatan Desa Pujon Kidul, serta masyarakat.

Hingga laporan terakhir, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran hutan tersebut. BPBD Kabupaten Malang memastikan perkembangan penanganan dan kondisi titik api akan terus dipantau serta dilaporkan secara berkala.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Panitia Munas Ikatan Alumni Unmer Malang Somasi Rektor, Persoalkan Penunjukan Ketua Alumni

11 September 2026 - 20:13 WIB

Kembangkan AI untuk Prediksi COVID-19, Prof. Ika Noer Syamsiana Dikukuhkan sebagai Guru Besar Polinema

11 September 2026 - 12:55 WIB

Banding YPTWT Ditolak, PT Surabaya Kuatkan Putusan PN Kepanjen soal Legal Standing YPTT

11 September 2026 - 12:25 WIB

UIBU Malang Pelopor Wisudatainment: Fandy Kerispatih dan Guyon Waton Jadi Bintang Tamu di Wisuda ke-43

10 September 2026 - 19:13 WIB

Posko Peduli Flores Malang Raya Salurkan Ribuan Paket Sembako untuk Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

10 September 2026 - 11:50 WIB

Tim SAR Gabungan Kerahkan 7 SRU, Pencarian Awak Kapal dan Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda Masih Nihil

9 September 2026 - 19:37 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !