BACAMALANG.COM – Momen Hari Down Syndrome Internasional, yang diperingati setiap tanggal 21 Maret, digunakan Yayasan Ananda Mutiara Indonesia (YAMI) Cabang
Malang dengan menggelar giat sosial khitan massal. Acara sosial bertajuk “Khitan Ceria” ini dihelat bersama Grand Mercure Malang Mirama, dan juga didukung penuh oleh Nurul
Hayat (NH).
Acara ini dihadiri Wakil Wali Kota Malang Ir. Edy Sofyan Jarwoko dan Ny. Elly Estiningtyas, serta sejumlah pihak baik itu sponsor serta para pemerhati anak-anak disabilitas.
Wakil Wali Kota Sofyan Edi Jarwoko mengungkapkan rasa terimakasih kepada seluruh pihak terkait yang telah menggelar giat sosial ini.
“Ini semua merupakan anugerah dari Tuhan yang telah diberikan kepada orang-orang
terpilih, dan sebagai salah satu upaya untuk masa depan anak, khususnya para disabilitas,” ungkapnya di sela acara.
Pria yang akrab disapa Bung Edi ini juga memberikan motivasi bagi orang tua yang juga hadir dalam acara tersebut.
Ny. Elly Estiningtyas menambahkan, bahwa kegiatan ini merupakan program kali ketiga yang diselenggarakan bersama Yayasan Ananda Mutiara Indonesia (YAMI).
“Marilah kita tidak bosan-bosannya untuk selalu menggaungkan kebaikan, bagi kita semua dan tidak lupa selalu bersyukur atas anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan” ujarnya.
Sementara General Manager Grand Mercure Malang Mirama Sugito Adhi menyampaikan, bahwa kegiatan giat sosial atau CSR
diselenggarakan setiap bulan, sehingga dari pihak hotel memang sangat antusias terhadap kegiatan yang bersifat sosial antar sesama.
“Mulai dari bulan Januari hingga Maret
ini sudah terlaksana sejumlah giat sosial, mulai dari Nikah Massal, Down Syndrome Model Hunt hingga Khitan Massal yang dihelat saat ini,” tuturnya.
Sugito menambahkan, bahwa pihak hotel tidak hanya mencari dari segi komersial tetapi acara giat sosial juga harus menjadi balancing yang ada di Grand Mercure Malang Mirama ini.
“Saat ini kami juga sudah merekrut 4 anak disabilitas,” ungkap Sugito Adhi.
Ia menyebutkan bahwa tujuan giat sosial ini adalah untuk memberikan wadah kepada
anak-anak disabilitas untuk dapat menjalankan kewajiban mereka secara agama dan menjaga kesehatan.
“Kegiatan ini diikuti sejumlah 45 peserta, dimana usia peserta termuda adalah 2 tahun
sedangkan yang paling besar di usia 21 tahun. Untuk target peserta itu sendiri terfokuskan pada anak disabilitas dimana dengan ragam disabilitas mulai dari Autis, Down Syndrome, Tuna Rungu, Tunagrahita, Low Vision, lambat bicara, cerebal palsy spastic, ADD, mikrocepalus, CP athetoid dan lain sebagainya,” beber pria ramah senyum ini.
Sementara Ketua Yayasan Ananda Mutiara Indonesia (YAMI) Lie Hwee Ling, S.Th. dan ketua panitia Khitan Ceria Andariana Triwidyastuti merasa bersyukur atas terlaksananya kegiatan ini.
“Kami berharap anak-anak disabilitas ini dapat memenuhi perintah agama mereka dan juga untuk kesehatan,” pungkas Andariana Triwidyastuti.
Pewarta : Nedi Putra AW
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki





















































