Kreasi Daur Ulang, Perajin Ini Ubah Ban Bekas Jadi Seni Bernilai Tinggi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 22 Feb 2025 11:53 WIB ·

Kreasi Daur Ulang, Perajin Ini Ubah Ban Bekas Jadi Seni Bernilai Tinggi


 Supriatna bersama hasil karyanya. (Supriatna for BacaMalang) Perbesar

Supriatna bersama hasil karyanya. (Supriatna for BacaMalang)

BACAMALANG.COM – Dari pekerjaan di Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS3R) Sumedang Bersatu Kepanjen pada tahun 2010, Supriatna, seorang perajin kreatif, berhasil mengubah tumpukan ban bekas sepeda motor menjadi karya seni yang menakjubkan. Keahlian ini dimulai sebagai usaha untuk menghidupi keluarganya, khususnya saat ban bekas menumpuk pada tahun 2016.

“Saya mulai berpikir untuk menggunakan ban bekas sebagai media untuk membuat patung atau replika bentuk hewan,” ujar Supriatna. Upaya pertamanya membuat replika burung yang, meskipun tidak sempurna, berhasil. Dengan waktu, ia menyempurnakan karyanya hingga mampu menciptakan replika hewan besar seperti kalajengking raksasa, dinosaurus, dan kadal.

Berbagai jenis karet ban bekas sepeda motor dari berbagai merek dan ukuran menjadi bahan utama kreasinya. “Ban bekas merupakan media yang fleksibel, kuat, anti pecah, anti patah, dan tahan cuaca, sehingga cocok untuk desain outdoor,” jelasnya.

Proses kreasi dimulai dengan pembuatan rangka besi sesuai bentuk hewan yang diinginkan. Selanjutnya, ban bekas disortir, dipotong, dan dirangkai mengikuti rangka. Tantangan terbesar bagi Supriatna adalah menciptakan kesan hidup dan kekuatan konstruksi hewan raksasa.

Salah satu kisah lucu yang dialaminya adalah saat seseorang mengira replika tokek buatannya adalah tokek asli. Target pasar utama meliputi tempat wisata, peternakan, pecinta seni, serta instansi edukatif.

Supriatna mempromosikan karyanya melalui media sosial dan pameran, termasuk PWK Exhibition di ITN Malang pada 14 Juli 2022. Pameran tersebut menampilkan karya patung dari limbah ban dan dokumen perencanaan mahasiswa.

Supriatna berharap dapat mengembangkan usahanya lebih besar, meskipun diperlukan anggaran besar dan tenaga terampil. Ia menekankan pentingnya terus berkarya untuk mengatasi masalah lingkungan akibat ban bekas yang terbuang.

Bagi pembaca yang ingin mengenal lebih jauh dan belajar tentang pembuatan kerajinan ini, dapat mengunjungi halaman Facebook Nana Bintan.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 164 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Prodi Teknologi Pendidikan FIP UNESA Gelar Pelatihan Susun Instrumen Evaluasi Berbasis AI Bagi Guru SMA Barunawati Surabaya

10 Mei 2026 - 16:46 WIB

“Ngleremno Ati”, Saat Kelompok Bermain Mlebu Metu Ajak Malang Menepi dari Kegaduhan

9 Mei 2026 - 11:31 WIB

Tiga Dekade Sheila On 7: Single ‘Sederhana’ Jadi Hadiah Manis untuk Sheilagank

8 Mei 2026 - 10:15 WIB

Siswi SMAN 3 Malang Raih Gold Medal ISIF 2024, Ciptakan Salep Alami untuk Penyembuhan Luka Diabetes

7 Mei 2026 - 08:28 WIB

“Ngleremno Ati” Akan Digelar, Ruang Bunyi dan Jagongan Seni ala Kelompok Bermain Mlebu Metu

5 Mei 2026 - 16:53 WIB

Kelompok Penyanyi Jalanan dari Berbagai Daerah Bersatu di Bulungan, Rayakan Ulang Tahun ke-44

3 Mei 2026 - 01:06 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !