BACAMALANG.COM – Baru-baru ini sempat viral di media sosial, bahwa berpenampilan menarik atau ‘good looking’ menjadi salah satu syarat masuk peminatan perbankan Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB).
Hal ini menimbulkan perbincangan di kalangan warganet, yang menganggap syarat ini seperti mendiskriminasi calon mahasiswa.
Ketua Departemen Bisnis dan Hospitality San Rudiyanto menanggapi hal tersebut dengan mengatakan, bahwa sebenarnya ‘Good performance’ yang menjadi salah satu syarat tambahan masuk peminatan perbankan Fakultas Vokasi UB.
“Kami bekerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Indusri (DUDI), terutama dengan instansi perbankan mengharuskan kualifikasi mahasiswa harus sesuai dengan kebutuhan industri perbankan. Tidak hanya sekedar good looking namun juga smart,” ungkapnya, Kamis (14/7/2022).
San menyampaikan, good looking tidak boleh dimaknai secara sempit, misalnya cantik atau tampan. Tapi dari sisi yang lebih luas, seperti misalnya berpenampilan menarik, rapi, bersih, ini enak dilihat, ramah, yang dapat juga diartikan sebagai good looking.
Selain itu juga harus smart, dimana hal ini harus dibuktikan dengan lulus ujian tulis atau nilai passing grade dari nilai raport calon mahasiswa Vokasi UB.
San menjelaskan, Fakultas Vokasi merupakan Pendidikan tinggi yang menyelaraskan kebutuhan link and match dengan DUDI.
“Output dari lulusan Vokasi diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang bisa terserap kerja di industri, sehingga dalam seleksi masuk perbankan kualifikasi seperti itu menjadi salah satu tambahan persyaratan. Proses seleksi tetap dilakukan melalui jalur tes tulis dan nilai raport untuk menentukan kelolosan calon mahasiswa vokasi sesuai dengan passing grade yang telah ditetapkan,” bebernya.
Kemudian, imbuhnya, tes performance disesuaikan dengan kebutuhan industri perbankan, dimana salah satunya adalah berpenampilan menarik atau good looking tersebut.
“Tes performance ini melibatkan praktisi dari perbankan, yang melakukan seleksi secara langsung terhadap calon mahasiswa vokasi,” ujarnya.
“Alumni perbankan vokasi akan bekerja di garda terdepan pelayanan sejumlah bank mitra vokasi sehingga standar pegawai frontliner menjadi kriteria persyaratan,” tukasnya.
San menambahkan, pada saat seleksi masuk mahasiswa baru pihak perbankan juga turut menyeleksi peserta. Persyaratan ini sudah ada sejak vokasi berdiri atau tahun 2012.
“Dulu sebelum pandemi, setelah selesai melakukan tes tulis, calon mahasiswa akan dinilai performance oleh praktisi dari perbankan. Pada saat pandemi karena tidak dimungkinkan luring, maka penilaian bagi calon mahasiswa pendaftar minat perbankan diminta mengirimkan portofolio berupa foto dan video. Portofolio tersebut akan digunakan untuk penilaian tes performancenya oleh pihak perbankan,”katanya.
Hal inilah yang menjadi pembeda Pendidikan Vokasi dengan program akademik lainnya. Pendidikan Vokasi dituntut untuk menghasilkan mahasiswa siap untuk bekerja.
“Oleh karena itu, jika tidak terserap dengan dunia industri dan dunia usaha maka tidak sejalan dengan tujuan dari Pendidikan vokasi,” ujarnya.
Para praktisi tersebut juga ikut menjadi dosen Luar Biasa di Vokasi, Menyusun kurikulum bersama, dan membantu penempatan mahasiswa untuk magang di perbankan pada industri.
“Harapannya ketika mereka dilibatkan secara aktif dalam proses Pendidikan di vokasi maka prosentase tingkat keterserapan lulusan prodi keuangan dan perbankan akan semakin tinggi,” akunya.
San bahkan mengungkapkan ketika mahasiswa vokasi magang di bank tertentu yang menjadi Mitra Vokasi, beberapa mahasiswa mendapatkan uang saku diatas nilai UMR, ada beberapa mahasiswa menerima kurang lebih uang saku sebesar Rp 4.2 juta hingga Rp 4.5 juta.
Minat perbankan pada Fakultas Vokasi menjadi salah satu prodi yang paling diminati.
Satu angkatan mahasiswanya kurang lebih terdapat 500 an mahasiwa.
“Ke depan, kami akan mengkaji untuk dapat ditingkatkan jenjang akademiknya dari D3 menjadi Sarjana Terapan (D4). Hal ini juga untuk merespon kebutuhan sarjana terapan (D4) sebagai persyaratan untuk dapat menjadi pegawai tetap pada suatu Bank, yang menjadi mitra Vokasi sekaligus untuk memenuhi link dan macth Pendidikan vokasi UB dengan dunia usaha dan industri,” tutup dia. (ned/lis).




















































