Lawatan Strategis ke Jepang, UMM Buka Peluang Karir Internasional - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 29 Jun 2026 21:38 WIB ·

Lawatan Strategis ke Jepang, UMM Buka Peluang Karir Internasional


 Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si. (tengah) bersama Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi. Ph.D.(paling kanan) saat lawatan strategis ke Jepang. (ist). Perbesar

Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si. (tengah) bersama Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi. Ph.D.(paling kanan) saat lawatan strategis ke Jepang. (ist).

BACAMALANG.COM-Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mengukuhkan posisi tawarnya di kancah global. Kampus Putih, Sebutan bagi UMM, melangsungkan lawatan strategis ke Jepang, tepatnya ke Shimonoseki City University, Miyazaki University, serta salah satu mitra industri kehutanan Nosuta Kabush pada 17-23 Juni 2026 lalu.

Kehadiran delegasi UMM di Shimonoseki City University merupakan undangan kehormatan dalam rangka perayaan ulang tahun ke-70 kampus tersebut. Kunjungan ini difokuskan pada realisasi kerja sama akademik, pertukaran mahasiswa, riset tingkat lanjut, hingga ekspansi bisnis institusi, sekaligus mematangkan kerja sama resmi yang telah dirintis sejak sepuluh tahun lalu.

Kunjungan ke Miyazaki University berfokus pada perluasan jangkauan institusi. Mengingat empat dosen UMM merupakan alumni dari kampus tersebut, penjajakan skema riset bersama dan pertukaran pelajar menjadi lebih terarah.

Dalam rangkaian lawatan yang sama, UMM turut memperkuat hubungan dengan mitra industri kehutanan Jepang, Nosuta Kabushi. Kemitraan yang telah meluluskan program magang batch pertama ini akan diakselerasi dengan pembangunan Forestry Japan Training Center di kawasan Pujon Hill.

Pihak industri Jepang bersedia berinvestasi dalam penyediaan sarana, kurikulum, hingga tenaga ahli untuk mempersiapkan kuota magang yang lebih masif. Seperti diungkapkan Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., bahwa kemitraan ini membuahkan hasil nyata bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), berupa program transfer kredit dan beasiswa pendidikan.

“Kita sudah ada slot dua belas mahasiswa yang dipersiapkan, nanti lulus mereka akan kuliah S2 di Shimonoseki di bawah beasiswa mereka,” ungkap Salis sapaan akrabnya, belum lama ini.

Ia menambahkan, keterlibatan pihak Jepang invest tenaga, kurikulum, perlengkapan untuk Forestry Japan Training Center di Pujon Hill tersebut membuka peluang dari teman-teman kehutanan untuk berkarir internasional.

Menurutnya, langkah UMM di negeri sakura ini sepenuhnya sejalan dengan visi internationalisasi. Rangkaian kolaborasi strategis dengan Jepang selanjutnya diharapkan mampu meningkatkan kualitas riset universitas agar lebih mutakhir, sekaligus mencetak lulusan dengan daya saing tinggi.

“Jadi Tidak hanya sekadar transfer ilmu, jejaring internasional ini diproyeksikan mampu memberikan keuntungan ganda bagi tinstitusi, salah satunya berupa kesempatan kerja eksklusif bagi alumni,” tegasnya.

Selain mengirimkan delegasi, UMM dijadwalkan akan menerima kunjungan balasan dari pihak Shimonoseki pada bulan September 2026 mendatang, dengan agenda pengembangan riset dan bisnis.

Salis menambahkan bahwa kolaborasi ini turut merambah pada pengembangan sektor bisnis komersial seperti perikanan salmon, serta komoditas stroberi dan kopi.

“Bulan September nanti, empat orang mahasiswa bersama dua orang profesor, serta ada lima belasan orang yang datang ke UMM akan mengadakan kerja sama dengan kita untuk pengembangan riset, kajian, dan juga peluang usaha kopi di Jepang,” tukasnya.

Sebagai fasilitas penunjang, UMM dan Shimonoseki telah mendirikan Japan Corner yang dilengkapi dengan pengajar penutur asli (native speaker) dari Jepang guna membekali kemampuan bahasa mahasiswa. Fasilitas tersebut, imbuhnya, diprioritaskan bagi mahasiswa yang akan berangkat studi ke Jepang, meski tidak menutup kesempatan bagi mahasiswa lain secara umum.

“Nanti belajar bahasa Jepangnya di situ, tapi Japan Corner juga membuka untuk mahasiswa yang lain yang mau belajar Jepang boleh datang ke situ,” tandasnya.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Grand Paviliun RSSA Hadirkan Layanan VVIP Modern, Khofifah: Pasien Tak Perlu Dipindah ke ICU

29 Juni 2026 - 22:13 WIB

Sidang Dugaan Penyerobotan Lahan Bella Vista, Kuasa Hukum Tarigan Nilai Dakwaan JPU Prematur

29 Juni 2026 - 18:05 WIB

Vonis 18 Tahun Penjara untuk Pembunuh Wanita MiChat, Kuasa Hukum Terdakwa Masih Pikir-Pikir

29 Juni 2026 - 14:57 WIB

Komisi I DPRD Kabupaten Malang Koordinasi dengan ATR/BPN Bahas Persoalan Pertanahan Kalibakar dan Ringinkembar

29 Juni 2026 - 13:39 WIB

Penemuan Mayat Mr X Gegerkan Warga Perumahan Sumber Wuni Indah Lawang

29 Juni 2026 - 11:30 WIB

Gebyar Muharam IPNU-IPPNU Gondanglegi Kulon, Santuni Anak Yatim hingga Bermain Bersama di Sobbo Tirto

29 Juni 2026 - 05:54 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !