Lembah Savera Wahana Pendidikan Bagi Anak Usia Dini - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 30 Agu 2020 10:30 WIB ·

Lembah Savera Wahana Pendidikan Bagi Anak Usia Dini


 Lembah Savera Wahana Pendidikan Bagi Anak Usia Dini Perbesar

BACAMALANG.COM – Lembah Savera yang berlokasi di Desa Jambangan Dampit memberikan ruang untuk pendidikan di alam terbuka dalam mengatasi kebosanan belajar di dalam kelas.

Camat Pakisaji, Mumuk Hadi Martono SH MHum menjelaskan pendidikan di luar ruangan jelas sangat baik bagi anak-anak karena akan membawa psikologis baik bagi pertumbuhan anak .

Belajar dapat juga dilaksanakan di alam bebas, tatkala anak-anak jenuh di dalam kelas, sebagai guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dapat mengajak para murid Taman Kanak-kanak (TK) berwisata alam di Lembah Savera Desa Jambangan Dampit Kabupaten Malang bisa menumbuhkan minat belajar baru pada siswa .

Menurutnya , penurunan semangat belajar anak sekolah bisa membuat anak anak mengalami stres sehingga perlunya guru dan siswanya belajar di alam terbuka .

Latar belakang pendirian Lembah Savera sebagai upaya kepedulian dirinya pada dunia pendidikan khususnya anak anak agar bisa belajar di alam terbuka dan persiapanya kelak saat purna tugas .


“Kebetulan di dekat rumah saya ada lahan untuk kandang kambing yang representatif dekat dengan alam. Saya mencari tahu tentang sistem pembelajaran sekolah alam, terus saya ke sana. Kok, enak suasananya nyenengin,” tuturnya.

Setelah survei dan bertanya langsung kepada para guru ,dirinya meminta bantuan rekan guru yang berpengalaman untuk melihat langsung sekolah alam untuk dijadikan refrensi pendirian Lembah Savera.

Sekolah alam merupakan barang baru di dunia pendidikan Indonesia. Usianya mungkin baru sekitar satu dekade. Kepopuleran metode pembelajaran ini memang dimulai dari Inggris, tapi sebuah tulisan menyebut penggagasnya adalah orang Denmark.

Karena pada dasarnya esensi tujuan pendidikan pada anak usia dini diantaranya adalah membantu anak mengenali, memahami dan menyesuaikan diri secara kreatif dengan lingkungannya. Pengamatan secara langsung terhadap lingkungan alam sekitarnya, akan menyebabkan kecerdasan anak, terutama kecerdasan terhadap pengenalan lingkungan sekitarnya akan berkembang dan tumbuh

Tujuannya adalah untuk melihat fenomena-fenomena alam, belajar melalui wisata alam ini akan berkesan dalam pikiran anak, dan mengembangkan pemikirannya, merangsang anak-anak untuk berbuat karena mereka membuktikan dan menyaksikan sendiri kejadian alam yang terjadi disekitar mereka.

Dengan kegiatan belajar edukasi, keratifitas, dan aktivitas pengenalan alam ini, para murid TK ini berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga pengetahuan anak terhadap lingkungan bertambah.

Selain itu, pengenalan alam sekitar juga meningkatkan perkembangan anak yang lain seperti perkembangan sosial, pribadi dan perkembangan moral anak. Sehingga dengan pengenalan alam sekitar diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan yaitu mengenalkan dan meningkatkan kepedulian anak terhadap lingkungan dan alam sekitarnya.

Dengan pengenalan alam sekitar, contohnya dengan berkarya wisata seperti yang dilakukan para murid ini, anak-anak diharapkan berbaur dan membangun kedekatan dengan temannya sehingga anak akan menjadi satu.

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dosen Ilmu Komunikasi UB Kritik Cara Pemberhentian Purbaya: Kekuasaan Tetap Harus Menjaga Martabat

18 September 2026 - 09:40 WIB

Polisi Bekuk Dua Pelaku Pembobol Rumah Kosong di Kepanjen, Motor hingga Emas Digondol

18 September 2026 - 08:20 WIB

Hadirkan Pakar Universiti Kebangsaan Malaysia, Departemen Bahasa dan Sastra FIB UB Gelar Program Adjunct Professor Batch 5

18 September 2026 - 07:34 WIB

2.307 Botol Miras Ilegal Disita Polres Malang, Operasi Cipta Kondisi Terus Digencarkan

18 September 2026 - 07:30 WIB

Siapkan Generasi Tanggap Bencana, BPBD Edukasi dan Simulasi di SMP Islam Al Hikmah Tajinan

18 September 2026 - 06:08 WIB

Perkuat Jejaring Internasional, FSTeM UB Gandeng UiTM Malaysia Kembangkan Riset AI untuk Deteksi Kanker Payudara

17 September 2026 - 20:53 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !