BACAMALANG.COM – Saat ini Urban Farming di perkotaan sedang ramai digalakkan. Tujuannya untuk ketersediaan pangan, keterjangkauan baik dari segi stok maupun harga, serta meningkatkan pendapatan keluarga atau masyarakat.
Hal ini diungkapkan M Ridwan, Ketua tim juri penilai lomba Urban Farming tingkat Kota Malang saat berkunjung untuk penilaian tahap kedua di lahan Kelompok Tani (Poktan) Wajah Baru, lingkungan RW 01 Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Kamis (14/7/2022).
“Oleh karena kami berharap upaya ini akan berkelanjutan, jangan hanya berhenti usai penilaian dilakukan,” ujarnya.
Selain itu, tukasnya, inti dari lomba ini juga sebagai upaya memanfaatkan lahan yang tidak terpakai agar berguna.
Ridwan menambahkan, ada 5 juri dengan 10 indikator lomba, mulai jenis, pemanfaatan, kreativitas, inovasi hingga buku administrasi dalam lomba yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang ini.
“Berangkat dari tiga tujuan awal tersebut, maka di era sekarang ini urban farming juga menekankan pada teknologi, inovasi dan kreativitas, misalnya olahan hasil bukan terpaku pada olahan pangan, namun bisa lebih luas, seperti hand sanitizer dari telang atau olahan lainnya untuk kecantikan,” paparnya.

Menurut Ridwan, secara umum urban farming dari poktan Wajah Baru ini sudah baik.
“Apalagi beberapa tanaman sduah ada QR Code nya dan salah satu komoditinya, yakni tanaman sawi malah sudah bisa dipanen bersama,” ungkap pria yang sehari-hari berdinas di Sub Koordinator Penganekaragaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang ini.
Ridwan menjelaskan dari total 57 kelurahan yang dinilai, akan dilakukan dua kali penilaian yang akan memilih 12 nominator.
“Dari 12 peserta terpilih akan dilakukan penilaian tahap ketiga untuk menentukan enam peserta terbaik sebagai Juara 1, 2 ,3 serta Juara Harapan 1, 2 dan 3,” tandasnya.
Usai penilaian, rombongan tim juri yang disambut Lurah Lowokwaru Syafril Aries Sandhi beserta jajarannya dan anggota poktan Wajah Baru menikmati jamuan dengan sejumlah menu kreasi warga. Seperti minuman sehat dari pandan, jahe dan serai hingga olahan kue lumpur dan puding.
Ketua RW 01 Lowokwaru Margo Wiyono mengatakan, beberapa unggulan di wilayahnya antara lain buah labu dan strawberry.
“Serta olahan-olahan pangan, salah satunya minuman segar menyehatkan dari pandan, jahe dan serai yang kami singkat dengan ‘pajero'”, ungkapnya.
Margo sangat mengapresiasi peran para pengurus dan anggota poktan Wajah Baru serta warga dalam mengupayakan urban farming di wilayahnya.
“Berkat kerja keras dan kerjasama tentunya,” tandasnya. (ned)





















































