BACAMALANG.COM – Direktur Media Center Al-Qolam Malang, Muhammad Ulil Albab, S.H., mengecam aksi vandalisme yang menyebar di berbagai lokasi di Kabupaten Malang dengan tulisan “Adili Jokowi”.
“Aksi vandalisme ini tidak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga mengganggu ketertiban dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ulil Albab.
Data dari Polres Malang menunjukkan, vandalisme ini terjadi di lokasi-lokasi strategis seperti gapura masuk di Kecamatan Kepanjen, tembok gang Dusun Segengeng di Desa Pakisaji, hingga beberapa kantor partai politik. “Tulisan provokatif ini telah ditemukan di lebih dari 10 lokasi dalam dua hari terakhir,” jelasnya.
Dari sudut pandang politik, aksi vandalisme ini dianggap sebagai bentuk ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap pemerintah. Namun, Ulil Albab menegaskan bahwa vandalisme bukanlah cara yang tepat untuk menyampaikan aspirasi politik.
“Mengkritik pemerintah adalah hak setiap warga negara, tetapi vandalisme yang merusak fasilitas umum dan mengganggu ketertiban masyarakat tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.
Ulil Albab menyoroti risiko tindakan vandalisme yang dapat memicu konflik dan perpecahan di tengah masyarakat. “Ketidakpuasan terhadap pemerintah seharusnya disampaikan melalui saluran yang sah dan konstruktif, bukan dengan cara yang merusak dan memicu keresahan,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerjasama antara masyarakat dan pihak kepolisian dalam menangani masalah ini. “Kami harus bersama-sama menjaga ketertiban dan kesejahteraan masyarakat. Setiap orang harus bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan,” tutupnya.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga




















































