Meski Tanpa Setor, Ini Dilema Sopir Bis Bagong - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 3 Jun 2020 13:53 WIB ·

Meski Tanpa Setor, Ini Dilema Sopir Bis Bagong


 Meski Tanpa Setor, Ini Dilema Sopir Bis Bagong Perbesar

BACAMALANG.COM – Perusahaan otobus Bagong untuk sementara meniadakan setoran bagi sopir usai kembali beroperasi pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di Malang Raya.

Direktur PT Bagong Dekaka Makmur, Budi Susilo mengatakan bahwa trayek bis Bagong dibuka secara bertahap sejak, Selasa (2/6/2020).

“Trayek dibuka bertahap. Setoran hanya beberapa hari saja, karena sebagai bekal beli solar ke kru. Tapi tidak berlarut karena perusahaan harus dapat untung selain mengedepankan pelayanan,” ucap Budi, Rabu (3/6/2020).

Budi juga menyampaikan, hingga saat ini yang dibuka baru trayek angkutan umum. Sedangkan, untuk layanan bis pariwisata belum beroperasional.

Terpisah, salah satu sopir bis Bagong, Zainal mengaku, meskipun sudah kembali jalan lagi, tapi ada dilema tersendiri bagi para sopir. Katanya, penumpang hanya hitungan jari, belum seperti biasanya.

“Sepi sekali, kemarin rit (sekali jalan antar terminal, red) pertama berangkat dari Terminal Blitar, dapat satu, jalan terus dari Kesamben itu dapat satu, sampai Malang itu tidak poin lagi. Rit dua, bawa lima penumpang. Hari ini, rit pertama sampai Pakisaji, baru bawa lima penumpang. Kan empat rit, dua kali pulang pergi,” ungkap Zainal.

Sejak kemarin beroperasi dengan kondisi sepi penumpang, Zainal mengaku sudah tekor untuk biaya bahan bakar minyak atau BBM. Dia mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi itu.

“Kita berangkat tiga hari ini sudah minus solar Rp 350 ribu. Itu ambil dari saku sendiri, sudah tombok istilahnya, biar bisa jalan terus. Ya solusinya nanti kalau minus terus ngomong apa adanya ke pimpinan, kalau gak punya untuk beli solar ngomong apa adanya. Sampai hari ini gak setor, besok mungkin kan setor, buat laporan ke pimpinan ya bisa juga kita foto pas bawa penumpang berapa. Ini soalnya mikir solar saja masih gak bisa. Kalau kita ya tetap semangat,” tukasnya. (mid/yog)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Tiga Kali Somasi Diabaikan, PN Kota Malang Eksekusi Rumah Senilai Miliaran Rupiah di Araya

30 Juli 2026 - 20:31 WIB

Kesejahteraan sebagai Katalis Inovasi: Efek Domino Tunjangan Profesi dalam Dinamika Kelas

30 Juli 2026 - 14:03 WIB

Ayam Goreng Balai Kota Luncurkan Liwet Kendil Obonk, Sensasi Makan Bersama dalam Kendil Tanah Liat

30 Juli 2026 - 12:52 WIB

Pemkot Batu Komitmen Realisasikan 54 Aspirasi Desa, Rakor Forum APEL Jadi Wadah Serap Usulan

30 Juli 2026 - 11:09 WIB

Catatan Peringatan Hari Konservasi Alam Sedunia 2026: SALAM Indonesia Dorong Sinergi Hexahelix demi Kelestarian Hutan, Laut, Transisi Energi, dan Ketahanan Pangan

30 Juli 2026 - 10:46 WIB

Sidang Mediasi Gugatan Izin Operasional Sekolah Kembali Ditunda, Hakim Minta Seluruh Prinsipal Hadir

30 Juli 2026 - 10:20 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !