BACAMALANG.COM – Pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Narendra Wicaksono membagikan beragam cerita pengalaman setelah menginjakkan kaki di New Delhi.
Dalam kesempatan berada di negeri yang mempunyai tokoh fenomenal Mahatma Gandhi ini, pemuda tangguh asal Klaten ini mendapat sambutan hangat dari warga.
Termasuk saat ia bersepeda di tengah perjalanan dan dihentikan seorang pengemudi mobil bernama Rahul yang bersimpati atas perjuangan yang dilakukan Narendra.
Rahul turun dari mobilnya dan dengan ramah memberikan sapaan serta memperkenalkan diri kepada pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai ojol ini.
Tak berselang lama, Rahul mengajak Narendra untuk berfoto bersama sebagai wujud persahabatan dan solidaritas sesama manusia di muka bumi ini. Usai berfoto keduanya berpisah melanjutkan perjalanan ke masing-masing tujuan.
Setelah tiba di tujuan, salah seorang mahasiswa PPI, Fikri menyambut Narendra dengan penuh rasa keakraban.
Narendra menyempatkan mendokumentasikan apartemen tempat ia bermukim selama di kota ini.
“Ini view apartment yang aku tinggali di New Delhi. Gimana Proletariat bangett kan,” tulis Narendra dalam story WA nya.
Tak lama kemudian, Fikri mengajak Narendra menjelajahi sudut Kota New Delhi tepatnya di daerah Zakir Nagar, sembari mencoba kuliner yang dijual warga sekitar.
Bersama Fikri, Narendra mencoba penganan Phaya yakni semacam gulai dari bahan kaki kerbau dengan roti gandum sebagai makanan pokok dan Bheja yang tak lain seperti kari ayam di Indonesia yang terbuat dari otak kerbau.
Narendra terkesan dengan salah satu pemandangan dan suasana di New Delhi yang padat dan diliputi suasana hiruk pikuk, padat dan semrawut namun terasa indah dan colourfull.
Untuk mengabadikan momen ini, Narendra memposting menjadi story IG dengan kata-kata yang “digdaya” dan powerfull.
“Perjalanan ini adalah milik semesta, milik semua makhluk dan milik kamu juga. Setia komentar adalah pelukan dukungan. Mari kita rayakan setiap momen persahabatan menembus ruang dan batas negara!,” tulis Narendra di postingan story IGnya.
Sebagai pemuda Nusantara yang taat beribadah, Narendra tak lupa bermunajat kepada Ilahi untuk keselamatan diri dan semua makhluk yang terucap dalam doa usai salat lima waktu.
Ia menuturkan, dirinya sempat mendapatkan pengalaman lucu saat Salat Subuh di sebuah masjid di New Delhi.
“Ada kejadian lucu di masjid saat saya Salat Subuh, pukul 03.40, setelah menonton final liga Champions,” tutur Narendra.
Meski badan capek karena penerbangan dan gowes, ia tetap menjalankan Salat Subuh.
“Saya keceplosan menyebutkan nama saya Narendra tanpa menyebutkan sama panggilan yang lebih Islam yaitu Hendra, saat seorang baba (sebutan untuk kakek) menanyakan nama dan asal negara/tempat kelahiran,” urainya.
Selanjutnya yang terjadi di luar dugaan. Menilai nama Narendra itu Hindu banget, bahkan sama dengan PM India (Narendra Modi), spontan ekspresi baba itu langsung bersikap aneh.
“Seakan ingin memastikan bahwa aku benar-benar seorang Muslim, lalu beliau meminta saya membaca Al Fatihah. Seakan tidak puas, beliau meminta saya untuk mengambil Al Qur’an dalam rak membaca halaman pertama surat Al Baqarah dan beliau menyimak secara intens hingga 2 halaman dan beliau berkata cukup sambil menepuk pundak saya,” tutupnya.
Seperti diketahui, dalam berita sebelumnya, Narendra Wicaksono telah memulai perjalanan bersepeda dari Klaten menuju Makkah, sambil menuntut keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan. Kini, perjalanannya telah membawanya sampai ke New Delhi India.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki



















































