Penurunan Suhu Ekstrem, Muncul Fenomena Embun Upas Mirip Salju di Bromo - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 17 Jul 2024 14:48 WIB ·

Penurunan Suhu Ekstrem, Muncul Fenomena Embun Upas Mirip Salju di Bromo


 Salah satu titik di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan fenomena embun es mirip salju akibat penurunan suhu ekstrem. (ist) Perbesar

Salah satu titik di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan fenomena embun es mirip salju akibat penurunan suhu ekstrem. (ist)

BACAMALANG.COM – Penurunan suhu ekstrem di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dapat menyebabkan munculnya fenomena embun es yang di kalangan masyarakat lokal sering menyebutnya dengan embun upas di sejumlah titik.

Embun upas atau frost merupakan fenomena yang sering terjadi khususnya di kawasan TNBTS khususnya saat musim kemarau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau tahun 2024 di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi di bulan Juli dan Agustus.

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani menuturkan, embun upas terjadi karena udara dingin akibat angin munson timur yang berembus dari benua Australia.

“Fenomena ini terjadi ketika suhu udara cukup dingin berkisar antara 5 – 9 derajat Celsius dan hanya dijumpai pada pagi hari, atau sebelum matahari terbit dengan sempurna. Embun upas akan menghilang saat matahari mulai meninggi,” ungkapnya dalam siaran pers, Rabu (17/7/2024).

Pada musim kemarau, imbuhnya, cuaca cenderung lebih dingin karena adanya penurunan suhu yang cukup ekstrem.

Fenomena embun es atau embun upas (frost) pada vegetasi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. (ist)

Kemunculan embun upas yang membeku menyerupai salju membuat kawasan wisata Gunung Bromo dan sekitarnya tampak semakin eksotis, yang membuat pemandangan kawasan Lautan Pasir Gunung Bromo tampak memutih dan lebih menarik.

“Namun kami sarankan bagi calon pengunjung yang akan mengunjungi kawasan wisata Bromo diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan menggunakan pakaian dan jaket tebal, memakai sarung tangan, penutup kepala atau kerpus. Khususnya bagi yang memiliki riwayat penyakit asma, harap berhati-hati dan menjaga kondisinya sebaik atau sebaik mungkin,” tegasnya.

Ia menerangkan, fenomena ini juga berdampak terhadap sejumlah vegetasi, khususnya dapat menyebabkan kekeringan pada daun-daun di tumbuhan yang menjadi es tersebut.

Septi juga mengimbau para pengunjung untuk tetap menjaga diri dan tidak memicu kebakaran hutan, karena kawasan Bromo masih belum terbebas dari ancaman kebakaran hutan, mengingat masih musim kemarau, seperti imbauan dari BMKG kepada Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, institusi terkait, dan seluruh masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau terutama di wilayah yang mengalami sifat musim kemarau bawah normal atau lebih kering dibanding biasanya.

“Wilayah tersebut diprediksi dapat mengalami peningkatan risiko bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan, dan kekurangan sumber air,” tukasnya.

Sementara terkait pendakian Gunung Semeru, Septi mengaku masih belum bisa memberi lampu hijau secara langsung meski sudah terbit pengumuman status Semeru dari Level 3 ke Level 2.

“Kami paham rasa kangen para pendaki, namun kami harus membenahi beberapa hal dulu seperti kelengkapan sarana dan prasarana, anggaran, SDM dan mekanisme pendakian karena ditutup cukup lama,” pungkasnya.

Pewarta : Nedi Putra AW

Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 158 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Mediasi Kasus Limbah Biogas Jianto, Kuasa Hukum Pelapor Tegaskan Proses Hukum Tetap Berlanjut

6 November 2026 - 22:02 WIB

Siaga Hadapi Banjir hingga Longsor, Polresta Malang Kota Libatkan 357 Personel Gabungan

6 November 2026 - 21:25 WIB

Jum’at Berkah ke-14, Aremania Jodipaness Pererat Silaturahmi Lintas Komunitas

6 November 2026 - 20:55 WIB

Pascapenyadapan Komunikasi Presiden: Bersih-bersih Institusi Atau Perang Kekuasaan?

6 November 2026 - 20:43 WIB

Kukuhkan Lima Profesor Baru, UB Hadirkan Gagasan Inovatif di Bidang Hukum hingga Perdamaian

6 November 2026 - 20:19 WIB

Buron Curanmor Tajinan Dibekuk di Madura, Motor Korban Diubah Warna dan Nomor Mesin Digerinda

6 November 2026 - 18:48 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !