Peringati HUT RI, Warga Kampung Pandan Dampit Bikin Film Perjuangan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 15 Agu 2020 22:28 WIB ·

Peringati HUT RI, Warga Kampung Pandan Dampit Bikin Film Perjuangan


 Peringati HUT RI, Warga Kampung Pandan Dampit Bikin Film Perjuangan Perbesar


BACAMALANG.COM – Gap sosial-historis generasi milenial saat ini dengan pelaku sejarah perjuangan bangsa dapat disambungkan kembali salah satunya melalui media audio visual semacam film drama perjuangan.

Hal itulah yang setidaknya dilakukan oleh warga Dukuh Kampung Pandan, Blambangan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang yang bergotong royong dan mandiri memproduksi film pendek bertema perjuangan sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-75.

“Kami membuat film ini untuk mengingatkan kembali bagaimana sulitnya untuk merdeka pada zaman dahulu. Terlalu banyak yang harus dikorbankan. Tapi setelah kemerdekaan itu didapatkan kami belum benar-benar merasakan kemerdekaan yang sebenarnya itu,” tegas Sutradara Nanang Firnawanto Sabtu (15/8/2020).

Film berdurasi 30 menit ini melibatkan 36 warga kampung termasuk anak-anak dan orang tua. Film ini mengisahkan tentang adanya tokoh Belanda bernama Vandemik dan Corondus yang menggambarkan situasi saat ini, dan komandan pejuang bernama Paksin.

Film dengan biaya pembuatan sebesar Rp 800 ribu ini hanya membutuhkan waktu satu minggu saja untuk proses pembuatannya.

Meski belajar secara autodidak, Nanang menuturkan, kualitas film ini dijamin bagus dan menarik.

Nanang mengungkapkan, selama proses pembuatan film tentunya mengalami suka dan duka. “Sukanya kita bisa tertawa bersama saat proses pembuatan film tersebut. Dukanya yaitu melibatkan orang banyak pasti akan timbul lebih banyak masalah, tapi itu semua masih dalam tahap kewajaran,” terang Nanang.

Nanang memaparkan, pihaknya sebenarnya ingin mengikutkan film ke sebuah lomba atau kompetisi, namun ia mengaku hingga sekarang belum mempunyai akses dan informasi.

Ia mengatakan, film ini mempunyai pesan moral untuk menghargai perjuangan pahlawan dengan cara tidak mengorbankan bangsa sendiri, apalagi masyarakat kecil.

“Kita hargai perjuangan pahlawan dengan cara tidak mengorbankan bangsa sendiri, apalagi masyarakat kecil. Setidaknya lakukan hal atau kebijakan yang tidak membebani andai kami tidak bisa dibantu dalam hal materi (Pemerintah),” papar Nanang.

Ia menjelaskan, dirinya berharap di momen 17 Agustus ini kebijakan penanganan Covid-19 di era new normal dijalankan dengan baik dan bersungguh-sungguh.

“Adanya Covid 19 ini sangatlah membebani kami terutama dalam hal pendidikan, semoga semua cepat membaik,” ujar Nanang.

Ia mengungkapkan, film ini pada tanggal 15 Agustus malam sudah memulai proses diunggah di chanel YouTube ANNAFA PRODUCTION.

Nanang mengatakan, perlengkapan pakaian dan kamera untuk pembuatan film adalah milik ANNAFA PRODUCTION chanel YouTube.

Sinopsis Film

Film ini bercerita pada tanggal 17 Agustus 2020 warga memperingati HUT RI ke- 75 tahun dengan cara mengadakan kegiatan upacara yang dipimpin oleh kepala desa, dengan mengenakan pakaian ala perjuangan.

Kemudian kepala desa menceritakan perjuangan para pahlawan jaman dahulu.

“Jadi di wilayah kami mulai didatangi dan berusaha dikuasai oleh Belanda. Kami sebagai penduduk wilayah tentunya tidak bisa menerima. Maka kami mengatur strategi untuk berperang dengan senjata seadanya. Kami juga menempatkan tukang jamu sebagai mata-mata,” tukas Nanang.

Dalam kondisi seperti itu, pihak Belanda mengambil dukun sakti sebagai tameng.

“Namun ironisnya, salah satu pejuang mengerti kelemahan dukun tersebut. Kami pun berperang dengan cara terbuka. Kemudian dukun tersebut mati tertembak, lalu Belanda pergi,” jelas Nanang.

Semoga dengan upaya warga Kampung Pandan Dampit membuat film perjuangan, dapat menginspirasi dan memotivasi warga lain untuk bisa menumbuhkan rasa patriotisme dan cinta tanah air. (had/zuk).

Artikel ini telah dibaca 84 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dosen Ilmu Komunikasi UB Kritik Cara Pemberhentian Purbaya: Kekuasaan Tetap Harus Menjaga Martabat

18 September 2026 - 09:40 WIB

Polisi Bekuk Dua Pelaku Pembobol Rumah Kosong di Kepanjen, Motor hingga Emas Digondol

18 September 2026 - 08:20 WIB

Hadirkan Pakar Universiti Kebangsaan Malaysia, Departemen Bahasa dan Sastra FIB UB Gelar Program Adjunct Professor Batch 5

18 September 2026 - 07:34 WIB

2.307 Botol Miras Ilegal Disita Polres Malang, Operasi Cipta Kondisi Terus Digencarkan

18 September 2026 - 07:30 WIB

Siapkan Generasi Tanggap Bencana, BPBD Edukasi dan Simulasi di SMP Islam Al Hikmah Tajinan

18 September 2026 - 06:08 WIB

Perkuat Jejaring Internasional, FSTeM UB Gandeng UiTM Malaysia Kembangkan Riset AI untuk Deteksi Kanker Payudara

17 September 2026 - 20:53 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !