Peringati Prahara Agustus 2025, Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu Gelar Aksi di Kayutangan dan Bawa 17 Tuntutan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 28 Agu 2026 20:31 WIB ·

Peringati Prahara Agustus 2025, Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu Gelar Aksi di Kayutangan dan Bawa 17 Tuntutan


 Massa aksi menggelar unjuk rasa di kawasan Kayutangan Heritage. (ist) Perbesar

Massa aksi menggelar unjuk rasa di kawasan Kayutangan Heritage. (ist)

BACAMALANG.COM – Sejumlah mahasiswa dan elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang, Jumat (28/8/2026).

Aksi tersebut menjadi momentum untuk memperingati satu tahun Prahara Agustus 2025, sekaligus menyuarakan kritik terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, hukum, serta kebebasan sipil yang dinilai masih terjadi di Indonesia.

Salah seorang perwakilan massa aksi, Eko, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk refleksi atas peristiwa yang terjadi pada Agustus 2025. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi catatan kelam dalam perjalanan demokrasi di Indonesia.

“Hari ini kami melaksanakan aksi untuk memperingati satu tahun terjadinya Prahara Agustus 2025. Dalam peristiwa tersebut mengakibatkan penangkapan aktivis dan pemuda terbesar sepanjang reformasi,” kata Eko kepada awak media.

Dalam aksinya, massa membawa tema “Indonesia Sekarat, Lawan Militerisme, Bangun Persatuan Rakyat.” Tema tersebut, kata Eko, merupakan gambaran atas keprihatinan mereka terhadap kondisi bangsa saat ini.

“Kami memandang negara Indonesia saat ini sedang sekarat oleh tingkah laku pemerintah dan juga masifnya fungsi militer di bidang sipil. Untuk itu, kami berpesan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bangkit menjaga persatuan dan terus menuntut keadilan,” ujarnya.

Tak hanya menyampaikan orasi, massa juga membawa 17 poin tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah. Tuntutan tersebut mencakup persoalan kesejahteraan rakyat, ketenagakerjaan, agraria, pendidikan, demokrasi, hingga penegakan hukum.

Beberapa tuntutan yang disuarakan antara lain menghentikan PHK massal dan menyediakan lapangan kerja dengan upah layak, mengesahkan UU Ketenagakerjaan yang berpihak kepada buruh, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta menghentikan kriminalisasi terhadap petani dan masyarakat adat.

Massa juga mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Masyarakat Adat, menghentikan militerisasi di ruang sipil, serta menghentikan Proyek Strategis Nasional yang dinilai merugikan rakyat.

Di sektor pendidikan, mereka menuntut revisi UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan perwujudan pendidikan gratis yang demokratis.

Sementara di bidang hukum, salah satu tuntutan yang menjadi sorotan adalah pengesahan RUU Perampasan Aset. Massa juga meminta pemerintah menangani bencana alam secara cepat dan tanggap serta memberikan keadilan bagi para korban.

Selain itu, mereka mendesak pengusutan tuntas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan.

“17 poin tuntutan ini merupakan bentuk pernyataan sikap pemuda dan rakyat Kota Malang. Sekaligus sebagai bentuk solidaritas kepada teman-teman yang berjuang di seluruh wilayah Indonesia,” tegas Eko.

Pemilihan Kayutangan Heritage sebagai lokasi aksi juga disebut memiliki alasan tersendiri. Eko mengatakan, pihaknya sengaja memilih ruang publik di pusat Kota Malang tersebut dan tidak menggelar aksi di depan Balai Kota Malang maupun Gedung DPRD.

Menurutnya, aksi di ruang publik dinilai lebih efektif untuk menyampaikan pesan langsung kepada masyarakat.

“Tahun lalu rakyat menuntut penegakan keadilan dan hingga sekarang kami masih menuntut keadilan itu. Dengan melakukan aksi di Kayutangan Heritage, kami ingin menyadarkan seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jogo Malang Bukan Sekadar Slogan, Kapolresta dan Yayasan GWN Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas

28 Agustus 2026 - 20:27 WIB

Jumat Berkah di Jalan Raya, Satlantas Polres Batu Ajak Warga Tertib Berlalu Lintas

28 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Lahan Jati 1 Hektare di Kalipare Terbakar, BPBD Lakukan Penanganan

28 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Kapolresta Malang Kota Rangkul Komunitas Ojol, Parkir hingga Pelajar Bawah Umur Jadi Sorotan

28 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Pemkot Malang dan BPJS Kesehatan Validasi 46.153 Data Peserta JKN

28 Agustus 2026 - 13:26 WIB

Rayakan HUT ke-78 Polwan, Kapolres Batu Berbagi Berkah untuk Ojol

28 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !