BACAMALANG.COM – Persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 mulai dilakukan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Malang. Salah satunya melalui Kejuaraan Bulutangkis Wali Kota Malang Open 2026 yang digelar di GOR Platinum dan dibuka langsung Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Kejuaraan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses penjaringan atlet potensial yang diproyeksikan memperkuat kontingen Kota Malang pada Porprov 2027.
Ketua PBSI Kota Malang, Heri Mursyid, mengatakan Wali Kota Malang Open menjadi salah satu instrumen untuk memantau perkembangan sekaligus menjaring atlet terbaik.
“Wali Kota Malang Open ini salah satu persiapan untuk Porprov. Mayoritas yang kita kirim untuk Porprov adalah hasil dari penjaringan berbagai event, termasuk juara di event ini,” ujar Heri, Senin (24/8/2026).
Menurut Heri, komposisi atlet Porprov nantinya tidak ditentukan hanya berdasarkan hasil satu turnamen. Setelah Wali Kota Malang Open, para atlet masih akan mengikuti berbagai kejuaraan sebagai bahan evaluasi sebelum dilakukan seleksi akhir.
“Dari berbagai event itu kita pilih yang terbaik. Kemudian biasanya enam bulan atau satu tahun sebelum Porprov, kita seleksi ulang dan kita pusatkan latihan di Puslatkot,” jelasnya.
Tantangan Menjaga Prestasi dan Pendidikan Atlet
Heri menyebut salah satu tantangan terbesar dalam pembinaan atlet bulutangkis di tingkat kota dan kabupaten adalah menjaga keseimbangan antara pendidikan formal dengan peningkatan kemampuan olahraga.
Menurutnya, sejumlah klub besar telah memiliki fasilitas pemondokan dan sekolah dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan atlet. Namun, fasilitas serupa belum banyak tersedia di tingkat kota maupun kabupaten.
“Memang kita harus akui bahwa untuk klub-klub besar mereka sudah ada tempat mondok sekaligus sekolah yang kurikulumnya disesuaikan. Sementara di tingkat kota/kabupaten seluruh Indonesia belum ada yang bisa membuat solusi agar akademis jalan, ijazah dapat, tapi setiap hari latihan skill-nya juga meningkat,” ungkapnya.
Untuk menyiasati persoalan tersebut, PBSI Kota Malang berencana membangun komunikasi dan kerja sama dengan klub-klub besar. Salah satu skema yang disiapkan adalah peminjaman atlet binaan ketika Kota Malang membutuhkan tambahan kekuatan untuk menghadapi Porprov.
“Kita kadang-kadang membuat perjanjian dengan klub-klub besar. Pada saat kita butuh atlet untuk mewakili kota, kita bisa pinjam dari sana untuk kita kirim ke Porprov,” terangnya.
Pola tersebut, lanjut Heri, diharapkan membuat pembinaan atlet sejak usia dini di Kota Malang tetap memberikan manfaat bagi daerah. Atlet yang telah berkembang dan kemudian bergabung dengan klub besar tetap berpeluang dipanggil untuk membela Kota Malang.
“Jadi atlet-atlet yang dari nol kita didik di sini, terus sudah pintar diambil mereka, tetap pada saat kita membutuhkan, kita bisa panggil untuk mewakili kota. Kita akan upayakan ke sana. Kita jalin komunikasi dengan klub-klub besar itu,” imbuhnya.
Wali Kota Targetkan Prestasi Naik
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi penyelenggaraan Wali Kota Malang Open 2026. Menurutnya, kompetisi menjadi sarana penting untuk mengukur hasil latihan sekaligus menemukan atlet-atlet potensial.
“Ini tentunya menjadi satu ajang untuk membuktikan terkait dengan apa yang sudah dilakukan oleh atlet-atlet yang sudah mulai berlatih. Dan tentunya untuk menguji hasil dari latihan tersebut adalah dengan melaksanakan pertandingan pada hari ini,” kata Wahyu.
Ia berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan atlet muda yang dapat mengharumkan nama Kota Malang di berbagai kejuaraan, baik tingkat Jawa Timur maupun nasional.
Wahyu juga menargetkan adanya peningkatan prestasi Kota Malang pada Porprov 2027. Ia menyebut capaian sebelumnya yang baru meraih medali perunggu harus ditingkatkan menjadi perak bahkan emas.
“Kami ingin menggali atlet-atlet yang bisa nanti membawa nama Kota Malang, terutama nanti di Porprov tahun 2027, agar Bhumi Arema ini betul-betul dapat terjaga dan kita bisa mendapatkan target yang sudah kita tetapkan,” tuturnya.
“Supaya nanti memang Kota Malang yang kemarin baru saja mendapatkan perunggu saja, bisa mendapatkan perak atau emas,” sambung Wahyu.
Ia menambahkan, Kota Malang memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penghasil atlet. Karena itu, berbagai kompetisi seperti Wali Kota Malang Open dinilai penting sebagai ruang bagi atlet muda untuk menguji kemampuan sekaligus menjadi bagian dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































