Polres Malang Langsung Gercep Selidiki Kematian Lutung Jawa di Dau - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 10 Agu 2020 22:55 WIB ·

Polres Malang Langsung Gercep Selidiki Kematian Lutung Jawa di Dau


 Polres Malang Langsung Gercep Selidiki Kematian Lutung Jawa di Dau Perbesar

BACAMALANG.COM – Polres Malang langsung bergerak cepat alias gercep melakukan penyelidikan terkait kasus kematian Lutung Jawa atau Trachypithecus auratus di hutan lindung Kecamatan Dau.

Ditegaskan Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, pihaknya tidak akan tinggal diam atas kasus yang menimpa primata malang tersebut. Hendri pun mengatakan akan memburu pelaku yang tega berbuat kejam terhadap satwa dilindungi itu.

“Siap mas, saya akan terjunkan anggota lapangan untuk melakukan upaya penyelidikan dan mengamankan pelaku,” kata Hendri, lewat pesan singkat, Senin (10/8/2020).

Sebelumnya diberitakan, jagat dunia maya, Facebook, dihebohkan oleh unggahan kelompok aktivis lingkungan hidup dan perlindungan satwa, ProFauna Indonesia. Pada unggahannya, ProFauna menunjukkan seekor Lutung Jawa yang sudah tak bernyawa, tinggal menyisakan kepala dan kulit.

Lutung Jawa itu diduga kuat korban dari pemburu. Hal ini juga diungkapkan Pendiri ProFauna Indonesia, Rosek Nursahid.

“Kami duga ini dibunuh. Di kuliti tidak ada dagingnya sama sekali, jeroan semua hilang cuma menyisahkan kepala saja. Kami anggap ini sebagai perbuatan biadab,” ucap Rosek.

Mengintip dari laman profauna.net, selama ini banyak faktor yang mempengaruhi semakin berkurangnya jumlah Lutung Jawa. Faktor utama penyebab primata endemik Jawa dan Bali ini semakin berkurang karena habitatnya yang terus menyempit.

Hutan yang selama ini jadi penopang keberadaan Lutung perlahan-lahan lenyap mengalami alih fungsi. Faktor selanjutnya yang membuat keberadaan Lutung semakin terancam yaitu perburuan.

Lutung Jawa diburu untuk diambil dagingnya dan diperjual-belikan sebagai peliharaan. (mid/yog)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Abdul Qodir: Penyelesaian Pasar Karangploso Harus Kedepankan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kemanfaatan

30 Juli 2026 - 23:23 WIB

Tiga Kali Somasi Diabaikan, PN Kota Malang Eksekusi Rumah Senilai Miliaran Rupiah di Araya

30 Juli 2026 - 20:31 WIB

Kesejahteraan sebagai Katalis Inovasi: Efek Domino Tunjangan Profesi dalam Dinamika Kelas

30 Juli 2026 - 14:03 WIB

Ayam Goreng Balai Kota Luncurkan Liwet Kendil Obonk, Sensasi Makan Bersama dalam Kendil Tanah Liat

30 Juli 2026 - 12:52 WIB

Pemkot Batu Komitmen Realisasikan 54 Aspirasi Desa, Rakor Forum APEL Jadi Wadah Serap Usulan

30 Juli 2026 - 11:09 WIB

Catatan Peringatan Hari Konservasi Alam Sedunia 2026: SALAM Indonesia Dorong Sinergi Hexahelix demi Kelestarian Hutan, Laut, Transisi Energi, dan Ketahanan Pangan

30 Juli 2026 - 10:46 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !