BACAMALANG.COM – Aksi dugaan pencurian produk makanan beku (frozen) di wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, viral di media sosial setelah rekaman CCTV-nya beredar luas.
Video tersebut pertama kali diunggah akun Facebook Vina dan kemudian dibagikan ulang oleh admin Instagram @infomalangan pada Sabtu (18/4/2026). Dalam unggahannya, admin mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Info untuk warga Pakis dan sekitarnya, dilaporkan terjadi dugaan pencurian barang frozen di sebuah toko dekat Warung Sleko pada Sabtu (18/4/2026). Pemilik usaha dan warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor ke pihak berwajib jika menemukan kejadian serupa,” tulis admin.
Peristiwa itu terjadi di sebuah toko frozen yang berada di depan Pondok Wisata, tepat di sebelah Warung Sleko, tak jauh dari Bandara Abdulrachman Saleh.
Dari rekaman CCTV, pelaku diketahui seorang perempuan dengan ciri-ciri bertubuh agak gemuk, mengenakan helm hitam, kacamata, hijab merah, kemeja motif kotak-kotak, jaket hitam, celana hitam, serta sandal hitam dengan sol tebal.
Aksi pelaku terbilang nekat. Saat kejadian, kondisi toko tidak dalam keadaan sepi karena terdapat dua orang di dalam ruangan. Meski demikian, pelaku tampak santai dan berpura-pura berkeliling, sambil secara diam-diam memasukkan barang ke dalam tas hitam yang dibawanya.
Pelaku diketahui mengambil empat bungkus makanan olahan berkemasan plastik merah secara bertahap. Seluruh barang tersebut dimasukkan ke dalam tas sebelum akhirnya pelaku meninggalkan lokasi.
Dari informasi yang beredar, pelaku diduga menggunakan sepeda motor matic berwarna merah dengan nomor polisi N 4711 CW.
Unggahan ini pun memicu beragam reaksi dari warganet. Salah satunya datang dari akun Irawati Puspo yang menyebut dugaan kasus serupa telah terjadi di beberapa tempat.
“Korbannya sudah banyak kak.. ternyata. Toko frozen dan toko kosmetik yang saya tahu,” tulisnya.
Warga serta pemilik usaha diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi tindak pencurian dan segera melapor kepada pihak berwajib apabila menemukan kejadian serupa.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































