BACAMALANG.COM – Pihak Rumah Sakit (RS) Hermina Malang mengklarifikasi terkait kasus dugaan penolakan pasien yang dialami oleh Wahyu Widianto (62), warga Jalan Bareng Tenes 4 A, No 636, Kecamatan Klojen Kota Malang.
Menurut informasi, Wahyu Widianto meninggal dunia karena tidak mendapatkan penanganan medis secara serius oleh pihak RS Hermina Malang, Senin (11/3/2024) kemarin.
Wakil Direktur RS Hermina Malang, Yuli Ningsih mengatakan, pihaknya menyangkal bahwa pernyataan dari pihak keluarga yang menyatakan bahwa Wahyu Widianto tidak ditangani pihak RS itu kurang tepat.
Menurutnya, dokter jaga yang berada di IGD telah melakukan pemeriksaan kondisi Wahyu Widianto.
“Saat datang ke sini (datang ke IGD RS Hermina Malang), kondisinya sudah kritis. Dan dokter kami saat itu langsung melakukan pemeriksaan, saat itu dokter kami sedang memakai baju snelli (jas dokter),” ujarnya, Selasa (12/3/2024).
Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter jaga IGD RS Hermina adalah dengan memeriksa pupil mata dan bagian napas.
“Memang kondisinya (Wahyu Widianto) perlu penanganan dengan segera. Bagian pupil mata diperiksa dan dari pemeriksaan napasnya sudah tidak stabil. Termasuk, saturasinya (saturasi oksigen) berada di angka 77 persen,” terangnya.
Namun, pihaknya mengakui membutuhkan waktu untuk menangani Wahyu Widianto. Dikarenakan, kondisi di IGD RS Hermina Malang saat itu dalam kondisi penuh.
“Kami sudah menangani, namun kondisi di IGD saat itu penuh dan ada beberapa pasien yang harus duduk. Sehingga, kami harus berkoordinasi untuk melakukan penambahan bed, dari rawat inap yang harus kami turunkan ke IGD. Agar tidak terjadi salah informasi, pihak keluarga diajak masuk untuk melihat kondisi di IGD yang sebenarnya,” beber Yuli Ningsih.
Dikarenakan membutuhkan penanganan waktu agak lama, sedang kondisi Wahyu Widianto kritis dan membutuhkan penanganan segera, sehingga ia dibawa oleh mobil ambulans relawan Es Teh Anget menuju RS Saiful Anwar.
Untuk informasi, secara kebetulan mobil ambulans relawan Es Teh Anget itu datang ke RS Hermina Malang usai mengantarkan pasien kecelakaan.
Namun, takdir berkata lain. Kondisi Wahyu Widianto makin kritis dan sesampainya di RSSA, ia dinyatakan telah meninggal dunia.
“Saat itu, tim ambulans kami masih menyiapkan segala sesuatunya. Sehingga, kami mengucapkan terima kasih kepada tim relawan Es Teh Anget yang telah membantu kami dari sisi kemanusiaan. Artinya, sama-sama menolong dengan upaya yang kami bisa,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa tragis dialami Wahyu Widianto (62), warga Jalan Bareng Tenes 4A, No 636, Kota Malang. Ia meninggal dunia setelah tidak mendapatkan perawatan medis di RS Hermina, Senin (11/3/2024) malam lalu.
Saat itu, kondisinya sedang kritis dan dengan kondisi yang terdesak, anak pertama Wahyu yaitu Romadhoni menggendong ayahnya menuju RS Hermina dengan menggunakan becak montor (bentor). RS Hermina dipilih karena dekat dengan rumah hanya butuh waktu 3 menit dari rumah.
Tiba di IGD RS Hermina, ada seorang tenaga kesehatan yang memeriksa kondisi mata Wahyu. Saat itu, Wahyu masih berada di pangkuan Romadhoni. Setelah diperiksa matanya, pihak keluarga tidak diberitahu apapun oleh tenaga medis.
Pihak keluarga mencoba minta tolong agar ada penanganan terhadap Wahyu. Namun upaya yang dilakukan hanya sia-sia. Pihak RS Hermina ngotot tidak mau menangani karena alasan kamar perawatan sudah penuh.
Pewarta : Rohim Alfarizi
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki





















































