Sambut Dies Natalis XVI, Universitas Ma Chung Siapkan Prodi Optometri hingga Kampung Mandarin - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 5 Mei 2023 17:07 WIB ·

Sambut Dies Natalis XVI, Universitas Ma Chung Siapkan Prodi Optometri hingga Kampung Mandarin


 Wakil Rektor III Ma Chung yang juga rektor terpilih periode 2023-2027 Dr Ir Stefanus Yufra M Taneo saat paparan , dalam media gathering di Labore Coffee Eatery Malang, Rabu (3/5/2023) malam). (Nedi Putra AW) Perbesar

Wakil Rektor III Ma Chung yang juga rektor terpilih periode 2023-2027 Dr Ir Stefanus Yufra M Taneo saat paparan , dalam media gathering di Labore Coffee Eatery Malang, Rabu (3/5/2023) malam). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Menjelang Dies Natalis XVI, Universitas Ma Chung Malang memperkenalkan sejumlah program unggulannya. Universitas yang berlokasi di Villa Puncak Tidar N-01 Malang ini akan membuka program studi (prodi) Optometri.

Wakil Rektor III Ma Chung yang juga rektor terpilih periode 2023-2027 Dr Ir Stefanus Yufra M Taneo, dalam media gathering di Labore Coffee Eatery Malang mengungkapkan, optometri ini sebelumnya dikenal dengan nomenklatur RO atau Refraksionis Optisien.

“Optometri sendiri merupakan profesi perawatan kesehatan yang melibatkan pemeriksaan mata dan sistem visual yang berlaku untuk cacat atau kelainan serta diagnosis medis dan manajemen penyakit mata lainnya,” jelasnya, Rabu (3/5/2023) malam.

Stefanus Yufra menambahkan, prodi baru tersebut dibentuk berdasarkan kepedulian terhadap kesehatan mata masyarakat, mengingat saat ini kehidupan sehari-hari tak lepas dari penggunaan gawai dan akses terhadap media elektronik.

“Lewat prodi Optometri ini kami ingin berkontribusi dengan menyiapkan tenaga-tenaga optician baik itu di Malang Raya, bahkan Jawa Timur dan seluruh Indonesia. Peraturan yang ada mengharuskan hanya optik yang punya tenaga optician yang bisa menerima BPJS,” jelas Yufra.

Dalam prosesnya selama 4 tahun terakhir, Yufra mengaku menemui sejumlah kendala, salah satunya mencari dosen pengajar.

“Di Indonesia untuk Optometri baru ada jenjang D3 dan D4, padahal dosen syaratnya harus S2,” tukas pria yang berasal dari NTT ini.

Namun pihak Ma Chung, imbuhnya, terus berupaya keras agar prodi ini terbentuk, karena Optometri ini bukan hanya menyediakan kacamata saja, namun juga ke informasi dan edukasi kesehatan seputar penglihatan dan cara menjaga kesehatan mata.

“Nanti akan ada kolaborasi dengan berbagai bidang maupun disiplin ilmu, seperti fisika, ilmu gizi, maupun dokter mata. Karena selain di bidang akademik, Optometri akan berkembang luas di bidang industri,” tegasnya.

Optometri di Universitas Ma Chung ini akan menjadi prodi pertama yang didirikan  di Malang dan prodi ke 13 di Indonesia.

Sementara itu, Dwi Andriyanti Agustin dari Badan Pengelola Usaha Universitas (BPPU) Universitas MA Chung menjelaskan sejumlah unit kerja yang mengelola dan mengembangkan unit-unit usaha Universitas dalam upaya untuk mengoptimalkan perolehan sumber-sumber pendanaan alternatif serta pendapatan alternatif yang mendorong terciptanya kemandirian finansial Universitas. 

“Kami dari BPUU telah memiliki sejumlah unit kerja, mulai yang terkait training dan sertifikasi hingga venue dan event organizer,” imbuhnya.

Namun salah satu yang unik adalah belajar bahasa Mandarin di Kampung Mandarin, sebuah Kampung yang menyediakan kelas kursus Bahasa Mandarin di Desa Tumpuk, Kabupaten Tulungagung.

“Kampung ini diinisiasi pertamakali oleh Prof. Murpin Josua Sembiring pada tahun 2021, dan telah mendapatkan dukungan penuh dari warga Dusun Tumpuk dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung,” ungkapnya.

Dwi Andriyanti Agustin menuturkan, 60 persen warga Tumpuk adalah eks Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Hongkong dan Taiwan. Konsep yang ditawarkan nantinya adalah belajar di kelas dan tinggal di rumah warga.

Bahasa Mandarin dalam dunia akademik maupun bisnis cukup penting untuk dipelajari dan dikuasai, mengingat saat ini merupakan bahasa yang paling banyak digunakan nomor dua di dunia.

“Dengan konsep belajar bahasa seperti ini, diharapkan akan ada efek berganda, yakni menambah pengetahuan bahasa Mandarin dan menggerakkan perekonomian warga di Desa Tumpuk,” tandasnya.

Rangkaian Dies Natalis XVI ini terdiri dari sejumlah kegiatan yang akan dimulai pada bulan Juli 2023 mendatang, yang meliputi acara seremonial, Pelantikan Rektor periode 2023-2027, Entreprenurship Bootcamp serta Open House.

Pewarta : Nedi Putra AW
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 77 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Rampok Mobil di Sumberpucung Ditangkap, Polisi Buru Kemungkinan Pelaku Lain

3 Juli 2026 - 20:52 WIB

YPTWT Gagal di Pengadilan, YPTT Tegaskan Hak Kelola SMK/STM Turen dan SMP Bhakti

3 Juli 2026 - 18:30 WIB

Percepat Indonesia Bebas TBC, Wamenkes Tinjau Skrining Massal Berbasis X-Ray di Dampit

3 Juli 2026 - 15:20 WIB

Kembangkan Merek Kolektif ‘Kafemilk’, FAST UB Dorong Hilirisasi Potensi Lokal melalui Program Pemberdayaan Peternak Kambing-Kopi di Ampelgading, Kabupaten Malang

3 Juli 2026 - 14:26 WIB

Pemkab Malang Hibahkan Rp100 Juta untuk KPU, Perkuat Kelembagaan dan Kualitas Demokrasi

3 Juli 2026 - 10:59 WIB

KHYI Desak BPKP Audit Pembangunan Masjid SMPN 1 Poncokusumo

3 Juli 2026 - 10:19 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !