Silaturahmi Insan Tinju Malang Raya di YonBekAng 2/MWJ/2 Kostrad, Ini Poin Pentingnya

Acara silaturahmi insan tinju Malang Raya dan baksos HUT ke-60 Kostrad di Sasana Manggala YonBekAng 2/MWJ/2 Kostrad Kesatrian, Rabu (3/3/2021). (ned)

BACAMALANG.COM – Kondisi redupnya geliat tinju di Malang saat ini disayangkan Nurhuda, mantan juara dunia WBC junior dan IBF Inter-continental kelas bulu junior 1986-1987.

Nurhuda mengatakan Malang merupakan salah satu barometer tinju profesional di Tanah Air karena banyaknya petinju asal kota tersebut.

“Selain itu pada era 1980-1990-an, ada sedikitnya 20-an sasana, namun kini yang aktif hanya bisa dihitung dengan sebelah jari tangan,” ujarnya di sela acara baksos HUT ke-60 Kostrad di Sasana Manggala YonBekAng 2/MWJ/2 Kostrad Kesatrian, Rabu (3/3/2021).

Ketua Pertina Pengkab Malang ini menuturkan, selain Covid, yang menyebabkan tidak adanya even-even pertandingan, kurangnya pembibitan menjadi penyebab mati surinya dunia tinju di Malang.

Nurhuda mengusulkan adanya sparring session, sehingga ada ring rutin, pembinaan pembibitan yang bertujuan mengasah teknik bertinju.

“Kalau tidak, ya kondisinya akan begini terus,” lanjutnya.

Sparring session ini, imbuh dia, akan membuat sasana-sasana yang ada kembali bergairah. Sehingga selanjutnya bisa digelar secara bertahap dan meluas, dari tingkat lokal, ke tingkat regional.

“Selain itu teknologi juga penting, apalagi sekarang jaman digital, jadi petinju bisa belajar secara online,” tandas Wakil Ketua Pertina Provinsi Jawa Timur ini.

Senada dengan Nurhuda, Sunarko, dari Komisi Wasit Jawa Timur mengatakan bahwa pembinaan bibit muda menjadi kunci dalam upaya menghidupkan kembali dunia tinju di Malang.

“Di tempat saya sebenarnya banyak petinju muda, bahkan banyak yang wanita, tapi karena tidak ada even, jadi berguguran,” ungkap guru di SMK 1 Kota Malang ini.

Acara baksos ini sekaligus ajang silaturahmi insan tinju lintas generasi Malang. Komandan Batalyon Bekang 2 Kostrad Letkol Cba Firmanuddin Lilawangsa, S.I.P. mengaku selama setahun bertugas, pihaknya berjuang sendiri menegakkan sasana yang ada di Batalyonnya ini.

“Saya juga sengaja mengundang bapak Wakil Wali Kota, dan para senior insan petinju di sini untuk mohon masukan, mau dibawa kemana tinju di Malang ini,” ungkapnya.

Firman berharap setelah kegiatan ini ada progres yang jelas untuk membangun dunia tinju di Malang Raya bersama-sama.

Acara ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, yang akan membantu dengan mengarahkan para insan tinju ini agar mengusulkan rencana-rencana ke depan lewat Musrenbang.

“Mumpung musrenbang tingkat kota belum diselenggarakan, ayo bikin usulan program,” tukas pria yang akarab disebut bung Edi ini.

Sementara itu, tokoh tinju Malang Raya yang juga owner sasana d’Kross Boxing Camp, Ir. Ade Herwanto MT menuturkan bahwa kerjasama dan koordinasi semua pihak sangat diperlukan.

Pria yang juga Pembina Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Jawa timur periode 2020-2023 memberikan arahan umum dan juga menawarkan kepada seluruh insan tinju yang hadir bahwa pertemuan ini sekaligus sebagai ajang musda dan musyawarah kota.

“Salah satunya pentingnya organisasi seperti Pertina, sebagai wadah yang menerapkan aturan-aturan jelas, sehingga sasana-sasana yang akan saprring session misalnya, akan terwadahi dengan resmi,” tandas Pembina Pertina Jawa Timur ini.

Promotor tinju nasional dengan 4 lisensi badan tini ini menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya juga merencanakan event gelar tinju milenial di masa pandemi.

“Event ini merupakan kerja bareng komunitas d’Kross-Aremania dengan Kemenpora RI, Pertina Jatim, KTI Malang, promotor nasional Armin Tan, PT KAI Daops 8, PT PLN, Divif 2 Kostrad, Paskhas TNI AU, Bank Jatim dan lainnya. Target kami digelar pada akhir Juni mendatang,” tandas Sam Ade d’Kross.

Kegiatan silaturahmi ini ditutup dengan bakti sosial dari YonBekAng 2/MWJ/2 Kostrad Kesatrian kepada puluhan insan tinju Malang Raya yang hadir. (ned/zuk)