Tarif Uang Sekolah SMA Dorong Inflasi Kota Malang Periode Juli 2022

Pendaftaran siswa baru SMA di Kota Malang belum lama ini. Tarif uang sekolah SMA dorong inflasi bulan Juli 2022. (ned)

BACAMALANG.COM – Kenaikan tarif uang sekolah SMA seiring dimulainya tahun ajaran baru pada bulan Juli, dimana pendidikan tingkat SMA mulai dikenakan biaya sementara pendidikan tingkat SD dan SMP negeri masih digratiskan oleh Pemerintah menjadi salah satu pendorong penyumbang inflasi terbesar kota Malang.

Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang Samsun Hadi, Selasa (2/8/2022).

Samsun mengatakan, tarif uang sekolah ini menjadi penyumbang sebesar 0,12% yang dihitung secara month-to-month atau (mtm) berdasarkan komoditasnya.

“Komoditas penyumbang lainnya antara lain, angkutan udara juga punya andil 0,12%, kue kering berminyak 0,10%, bawang merah 0,10% dan cabai merah 0,05% ,” terangnya.

Samsun menuturkan, masing-masing komoditas tersebut punya alasan menjadi pendorong inflasi.

Seperti kenaikan angkutan udara yang terjadi di tengah menguatnya permintaan yang disertai lonjakan harga bahan bakar avtur.

“Kenaikan harga avtur dan menguatnya kurs dolar AS menyebabkan biaya perawatan pesawat meningkat. Pemerintah mengizinkan maskapai nasional menerapkan biaya fuel surcharge hingga 10% di atas tarif batas atas,” urainya.

Sementara kenaikan harga bawang merah dan cabai rawit disebabkan hasil panen di sejumlah daerah penghasil utama di Jawa Timur mengalami penurunan.

“Selain itu, kenaikan harga bawang merah dipicu harga bibit bawang merah di pasaran yang tinggi,” imbuhnya.

Ia menegaskan, faktor risiko pendorong inflasi seperti kenaikan harga berbagai komoditas impor di tengah kenaikan permintaan seiring meningkatnya mobilitas masih perlu diwaspadai.

Sementara inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi pada berbagai komoditas seperti minyak goreng dengan andil -0,10% (mtm), bayam -0,03% (mtm), ikan mujair -0,02% (mtm), pisang -0,02% (mtm) dan tongkol diawetkan -0,02% (mtm).

“Penurunan harga minyak goreng sejalan dengan kebijakan intervensi Pemerintah untuk menekan harga melalui Domestic Market Obligation,” tambahnya.

Samsun Hadi menerangkan, perkembangan inflasi Juli 2022 ini dipengaruhi oleh peningkatan inflasi di seluruh kelompok pengeluaran. Secara (mtm) ada tiga kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar yakni kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dengan andil 0,21% , transportasi 0,15% dan kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,15%.

Sedangkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2022 mengalami inflasi sebesar 0,76% (mtm); 4,74% (ytd) dan 5,99% (yoy), setelah pada bulan sebelumnya mengalami inflasi sebesar 0,61% (mtm); 3,95% (ytd) dan 5,30 % (yoy).

“Inflasi secara bulanan pada bulan Juli 2022 tercatat lebih tinggi dari bulan sebelumnya, dan seluruh kota IHK di Jawa Timur mengalami inflasi pada periode ini,” ujar dia.

Inflasi Kota Malang terealisasi lebih tinggi dari Jawa Timur dan Nasional yang masing-masing tercatat sebesar 0,61% (mtm) dan 0,64% (mtm).

“Bank Indonesia Malang tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, sehingga inflasi terjaga  dalam kisaran sasaran 3,0±1% pada 2022,” tandas Samsun Hadi. (ned/lis)