Terhenti 6 Tahun, Jembatan Kedungkandang Resmi Dibuka

Wali Kota Malang, Drs. Sutiaji meresmikan jembatan kedungkandang (wahyu)

BACAMALANG.COM – Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji didampingi Wakil Wali Kota Malang Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko dihadiri jajaran Forkopimda dan pimpinan DPRD Kota Malang, serta Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji, S.Sos., MM., meresmikan mega proyek yakni Jembatan Kedungkandang tepat pukul 09.00 pagi pada Rabu, 30 Desember 2020.

Proyek yang sebelumnya terhenti selama 6 tahun, dan dilanjutkan kembali pada masa kepemimpinan Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko. kini telah rampung dan dapat digunakan oleh warga umum.

Selain itu, acara yang dilaksanakan secara marathon ini juga di awali dengan meresmikan Jembatan KedungKandang kemudian meresmikan 2 gedung, yaitu Gedung Islamic Center dan Gedung Bersama Wilayah Balai Kota Malang. Walikota Sutiaji berharap peresmian ketiga proyek ini juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, karena keberhasilan ini tidak hanya menjadi milik Pemerintah Kota Malang, melainkan juga hasil keberhasilan masyarakat.

“Semuanya ini karena kerja bareng kita semua, Tapi perlu kita catat bahwa ada campur tangan yang luar biasa adalah tuhan maha kuasa Allah SWT. Untuk itu perlu kita berdoa mudah-mudah pembangunan saat ini, fisik ini nanti akan berimbas pada peningkatan kualitas hidup kita semua,” jelas Sutiaji.

Sutiaji berharap dengan pembangunan Jembatan Kedungkandang dan Gedung Islamic Center ini, dapat meningkatkan perekonomian Kota Malang bagian timur. Pembangunan Islamic Center yang masih dalam tahap pertama ini sudah bisa digunakan, dimungkinkan yang nantinya akan digunakan sebagai kantor beberapa lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan, kantor imigrasi dan Kementerian Agama (Kemenag).

“Ini sudah dibangun mari kita manfaatkan bersama, gedung dibangun dari uang rakyat, kita manfaatkan untuk rakyat, yang merawat adalah rakyat, inilah yang harus kita kuatkan tanggungjawab moral kita bukan hanya membangun saja, tapi pemanfaatan dari bangunan ini yang jauh lebih penting dan itulah yang menjadi tujuan kita semua,” tegas Sutiaji.

Tidak hanya itu, kedepannya Gedung Bersama wilayah Balai Kota Malang juga akan difungsikan sebagai berbagai perangkat daerah yaitu seperti Satpol PP Kota Malang, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Malang, dan Kesekretariatan.

Di akhir sambutannya mengenai ketiga proyek tersebut, Sutiaji berharap dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Kota Malang dan menginformasikan bahwa pendapatan asli Kota Malang sudah melebihi ekspetasi dan pendapatan asli Kota Malang juga lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain.

“Pendapatan asli daerah kota malang, saat ini sudah mencapai 84 persen. Hanya turun 16 persen dari prediksi semula yaitu 60 persen. InsyaAllah malang termasuk terbaik segi pendapatan, belum ada daerah yang mencapai lebih pendapatannya dari 70 persen, namun kota malang sudah per kemarin sudah 84 persen pendapatan asli daerah,” pungkas Sutiaji

Teknis Pelaksanaan Pembangunan Ketiga Proyek di Kota Malang.

  1. Waktu pembangunan Jembatan Kedungkandang adalah 245 hari, dengan memakan alokasi dana sekitar 51,6 miliar, dengan spesifikasi teknis: panjang jembatan sisi atas 330 meter, lebar jembatan atas 14 meter, konstruksi menggunakan beton bertulang, 5 pilar, 6 bentang, jalan baru sisi bawah panjang 150 meter dan lebar 3,5 meter. Sumber dana APBD Kota Malang Tahun 2020.
  2. Pembangunan Islamic Center masih dalam tahap pertama dengan waktu pembangunan 270 hari, memakan alokasi dana sekitar 53 miliar. Dengan spesifikasi bangunan memiliki 2 lantai, seluruh jumlah luas bangunan 10.498,37 meter persegi dengan kapasitas 5.000 orang. Sumber dana APBD Kota Malang Tahun 2020. Terletak di Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan KedungKandang.
  3. Waktu pembangunan Gedung Bersama wilayah Balai Kota Malang adalah 270 hari, dengan memakan alokasi dana sekitar 45 miliar, dengan spesifikasi Gedung A memiliki 4 lantai seluas 1.692 meter persegi, Gedung B memiliki 4 lantai seluas 2.309 meter persegi dan Gedung penghubung seluas 721,35 meter persegi. Seluruh luas bangunan 4722,35 meter persegi. Sumber dana APBD Kota Malang Tahun 2020. (wah/zuk)