Wali Kota Wahyu menuturkan bahwa menu yang disajikan memiliki cita rasa yang lezat dan tidak kalah dengan masakan di warung makan. “Dalam satu paket menu terdapat nasi, sayur, lauk berupa daging, ikan, telur, buah, dan susu. Pada tahap awal akan disediakan lima jenis menu yang bergantian disajikan kepada siswa,” jelasnya.
Pria yang kerap disapa Pak Mbois ini berpesan kepada penanggung jawab dapur SPPG, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), serta seluruh pihak yang terlibat agar senantiasa menjaga kebersihan dan kualitas makanan sejak tahap awal, mulai dari pemilihan bahan mentah, proses memasak, hingga penyajiannya.
“Semua proses harus mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk kebersihan tempat memasak, wadah penyimpanan makanan MBG, hingga penanganan sisa makanan. Dinas Kesehatan Kota Malang juga akan terus melakukan pengawasan terhadap seluruh tahapan tersebut,” tegas Wahyu.
Dari hasil peninjauan ini, Wali Kota Malang menyimpulkan bahwa dapur SPPG dan hasil olahan makanannya sudah memenuhi standar kesehatan dan kelayakan. “Kami berharap seluruh proses pelaksanaan Program MBG melalui dapur SPPG ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi anak-anak Kota Malang,” pungkasnya.
Dalam kunjungannya, Wali Kota Malang didampingi sejumlah kepala perangkat daerah, antara lain Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan), Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Kepala Dinas Sosial (Dinsos), serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). (say/yn)





















































