BACAMALANG.COM – Perkiraan cuaca di wilayah Jawa Timur terjadi hujan sejak 11 hingga 15 Agustus, dan sehubungan dengan hal ini, Kepala Stasiun BMKG Karangkates, Ma’muri, memberikan penjelasan.
“Saat ini wilayah Jawa Timur berada pada musim kemarau, akan tetapi
diprakirakan wilayah Jawa Timur secara umum masih berpotensi hujan dengan intensitas bervariatif dari ringan, sedang, bahkan hingga lebat dan disertai petir,” terang Ma’muri, Minggu (14/8/2022).
Dikatakannya hal tersebut terjadi dikarenakan aktifnya gangguan atmosfer Kelvin dan Rossby, serta adanya daerah konvergensi di wilayah Jawa Timur. Selain itu, suhu muka laut di perairan
Jawa Timur yang masih cukup hangat dengan anomali suhu muka laut antara +0.5
s/d + 2.0ºC serta masih adanya fenomena La Nina lemah.
Berdasarkan adanya gangguan atmosfer yang cukup signifikan tersebut, menyebabkan kondisi atmosfer menjadi labil sehingga berpengaruh dalam pembentukan awan-awan Cumulonimbus yang akan semakin intens dan dapat mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang sesaat.
Potensi hujan di wilayah Jawa Timur diprakirakan terjadi pada tanggal 11 – 15 Agustus 2022, pada wilayah Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Kabupaten Madiun, Nganjuk, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten dan Kota Blitar,
Batu, Kabupaten Malang, Kabupaten
Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Lumajang,
Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Bangkalan, Sumenep, Pacitan, Trenggalek dan Tulungagung.
Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana hidrometeorologi seperti potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.
“Juga diimbau untuk selalu
mengupdate informasi peringatan dini 3 harian dan peringatan dini 2-3 jam-an yang selalu kami share via medsos dan website (http://www.juanda.jatim.bmkg.go.id),” pungkasnya. (*/had)





















































